Benda Masa Lalu

"Jangan sampai masa lalumu merusah masa depanmu. Selagi sempat, buanglah kenanganmu itu."

Aku tidak mempercayai kata-kata ibu. Setidaknya sebelum lima menit dari sebelum ini.

"Kita cerai!"

Dua kata itu masih terngiang di benakku. Dua kata yang keluar dari bibir manis yang kukecup satu jaw ini.

Aku masih terpaku ketika lelakiku berangsur memasukkan barang-barangnya ke dalam koper. Tersadar sebentar, aku lalu berlari menghambur ke hadapannya.

"Kenapa, Di?" Aku meraung-raung. Aku merasa tidak ada yang salah dari tadi.

"PERGI! AKU JIJIK. MULAI SEKARANG KAMU, YANI, JANGAN PERNAH KETEMU AKU LAGI."

Lelakiku itu kemudian pergi ke luar rumah. Sedang aku menangis, tak tahu apa yang terjadi. Padahal kami baru menikah hari ini. Seharusnya...

Di depan pintu rumah, dia berhenti lalu melempar sesuatu ke arahku. Dua kartu persegi yang aku tahu jadi alasan semua ini.

KTP :

NAMA : MULYONO
JENIS KELAMIN : PRIA

KTP :

NAMA : MULYANI
JENIS KELAMIN : WANITA

Benda masa lalu, aku tahu ibu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar