[Review] Vampire Flower - Shin Ji Eun


Gambar diambil dari sini

Judul: Vampire Flower
Penulis: Shin Ji Eun
Genre: Fantasy romance
Kategori: Fiksi, young adult
Harga: Rp. 69.500
Tebal: 518 halaman
Terbit: Agustus 2015
Blurb :

“Warna kelopak bunga itu lebih merah dibanding darah, wanginya begitu kuat sehingga mampu memikat vampir mana pun. Jika seseorang memiliki bunga itu, maka ia akan menduduki posisi paling tinggi di antara vampir-vampir yang lain.”

Akhir-akhir ini santer terdengar adanya pembunuhan oleh para vampir. Kang Seo Yeong  tahu ia seharusnya tidak berkeliaran di malam hari. Namun suatu malam, ia melihat temannya dibunuh oleh vampir tepat di depan matanya.

Seorang vampir lain bernama Louvrei yang berwujud seperti remaja laki-laki, menawarkan bantuan pada Seo Yeong. Hanya satu syarat yang Louvrei minta: Seo Yeong harus membantunya mencari ‘Bunga Vampir’.

Di tengah ketakutannya, Seo Yeong terpesona pada Louvrei. Apalagi saat vampir berumur ratusan tahun dalam wujud pemuda itu berjanji, “Aku akan selalu menjagamu. Jadi, jangan percaya pada siapa pun kecuali aku.”

Bisakah mereka berdua menemukan ‘Bunga Vampir’?


*
Banyak manusia yang tidak peduli dan mengira hanya merekalah yang hidup di dunia ini. Akan tetapi, sebenarnya ada dunia lain yang tersembunyi di ruang yang disebut 'bumi' ini. - hlm 30

Vampire Flower[1] mengisahkan tentang seorang gadis bernama Se Yeong yang terpaksa melakukan perjanjian dengan seorang vampire berwujud remaja laki-laki bernama Loui. Perjanjian itu bertujuan satu hal: mencari bunga vampire. Namun, mencari benda tersebut tidak semudah yang ia kira. Tidak ada yang tahu wujud bunga vampire, serta tak ada petunjuk apapun. Belum lagi, keadaan di dunia vampire juga sedang bergejolak karena posisi Lord yang kosong. Bersama Loui, Akshan, Baek Han, dan Lecca, Seo Yeong melakukan perjalanan menegangkan mencari bunga vampire.

Aku membaca novel ini setelah menamatkan drama Korea tentang vampire dengan judul Orange Marmalade. Namun, kedunya berbeda. Jika Orange Marmalade memiliki kisah yang manis khas anak SMA, tidak demikian dengan Vampire Flower. Novel ini memiliki cerita yang sangat segar. Mungkin banyak yang bilang bahwa ceritanya mirip dengan novel vampire terkenal: Twilight. Tapi, Vampire Flower lebih daripada itu.

Cerita tentang dunia vampire ini jauh lebih kompleks dan penuh intrik sehingga membuatku langsung jatuh cinta. Karakter seorang gadis yang memiliki perjanjian dengan vampire, kebingungan, sampai akhirnya terpesona dengan karakter Loui pun dibuat reasonable. Artinya, nggak langsung jatuh cinta begitu saja. Tokoh Loui pun dibuat tidak sempurna. Meski ia memiliki kemampuan yang banyak (membaca pikiran, mengeluarkan api, dan terbang), ia memiliki luka yang ia simpan sendiri, sehingga terkesan lebih humanis (atau vampiris, ya?) Tokoh pendukungnya pun tidak dibuat sambil lalu. Semuanya pas tepat pada porsinya, jadi tidak ada kesan bahwa tokoh tersebut tidak penting.

Scene demi scene dibangun dengan kokoh--nyaris tanpa plot hole ditambah dengan adegan yang menegangkan. Dua dunia disajikan dengan detail yang believable dan membuat kita tidak merasa asing lagi dengan keadaan yang terjadi di dalam novel. Konflik besarnya pun dibangun perlahan sehingga kita dapat mengikutinya dengan nyaman. 

Yang menurutku kurang dari novel ini adalah suasana Koreanya. Mungkin karena kebanyakan tokohnya memiliki nama 'luar' dan tidak seperti nama korea, jadi aku membayangkan kisah ini tidak terjadi di Korea. Meskipun penggunaan sapaan seperti Hyung, -agassi, tetap ada, tapi itu tidak banyak membantu. :(

Di novel Vampire Flower[1] ini disajikan latar belakang kisah yang menurutku akan berperan penting di Vampire Flower[2]. Namun, bukan berarti novel ini tidak bisa dinikmati sendiri. Cerita di Vampire Flower akan menyingkap apa yang dimaksud dengan bunga Vampire sehingga menurutku tetap menarik untuk diikuti. Akhir yang bikin penasaran membuatku gregetan. Namun, sejatinya, karena ini novel bersambung, tetap kudu wajib baca yang kedua, ya. :p

Singa yang menggigit mangsanya, tentu saja tidak akan melepas mangsanya. Meskipun singa itu adalah singa tua yang sudah tidak bergigi, binatang buas tetaplah binatang buas. --hlm 61


PS.
Btw, aku baru tahu kalau novel ini sudah ada dramanya. Hahahaha. Tapi, hanya 6 episode. :p

1 komentar: