Jumat, 25 Desember 2015

[BlogTour] When The Star Falls - Andry Setiawan


Halo, semua! Lagi pada sibuk siapin liburan? Atau malah masih diam saja di rumah? Hehe.
Kali ini, aku akan melanjutkan Blog Tour #When TheStarFalls karya kak Andry Setiawan! Yuhuu! Dan seperti yang host-host lainnya bilang, blog tour kali ini berbeda. Jadi, kak Andry Setiawan akan membajak satu laman blog ini dan menulis sesuai tema yang aku minta! Seru nggak? Selain itu juga, kak Andry akan menjawab semua pertanyaan kalian yang ada di kolom komentar. Satu penanya terbaik tentunya akan mendapat hadiah satu buah buku! Lumayan buat bacaan tahun baru, kan? ^^
Psst... Harap simak, ya, karena temanya adalah Tips dan Trik Menulis Sick-Lit. :p 
Nggak usah berlama-lama lagi, mari kita sambut kak Andry Setiawan! ^^ 

***

Hai teman-teman semua! Apa kabar?

Sebelumnya, terima kasih untuk Bimo karena sudah memberikan kesempatan bagi saya untuk menjadi guest writer di blognya ini! Semoga apa yang saya tulis ini bisa berguna bagi teman-teman semua.

Nah, pada kesempatan kali ini, saya ingin membahas tentang tips dan trik untuk menulis Sick-Lit. Terutama, apa saja yang saya perhatikan saat saya menulis When the Star Falls. Saya juga akan memberikan sedikit referensi tentang buku yang lain.

Nah, yuk kita mulai saja.

1. Riset yang lengkap

Yang pertama, kamu harus bisa membangun suasana dalam novel yang sedang kamu tulis. Untuk membangun suasana yang utuh dan solid, riset menjadi senjata utama kamu dalam menulis. Selain lokasi, pekerjaan para tokoh, kamu juga harus mencari tahu tentang penyakit itu sendiri.

Misalnya, kamu tidak bisa menulis sembarangan tentang operasi pengangkatan tumor otak dengan menulis: ‘Kepala Lynn dibebat perban sampai tidak kelihatan wajahnya’. Karena pada kenyataannya, operasi tumor otak di lobus temporalis hanya membutuhkan sayatan di kepala bagian kiri, tepat di atas telinga.

2. Karakter tokoh utama yang lovable.

Si sakit harus menjadi orang yang bisa disukai oleh siapa saja. Biasanya, tokoh-tokoh utama dalam Sick-Lit adalah orang-orang yang mau berjuang bertahan hidup. Misalnya Amelia Collins dalam People Like Us, dia tidak menghentikan cita-citanya sebagai penulis meskipun dia sakit. Dia malah mau mengajari Ben untuk menjadi penulis. Dan kita tidak bisa tidak menyukai sifatnya yang ceria seolah dia sedang tidak sakit.

Dalam When The Star Falls, Lynn sebagai si sakit juga selalu optimis menghadapi hidup, bahkan dia begitu senang saat bisa pulang, dan sudah merencanakan sebuah pesta kecil untuk merayakannya.

Nah, bisa saja di awal kamu ingin menulis tokoh utama kamu grumpy, pengeluh dan nyebelin. Itu pun tidak apa-apa, asal di akhir cerita, karakter kamu harus berkembang mengalahkan sifatnya tersebut. 

3. Ending yang memorable

Biasanya ending Sick-Lit mudah banget untuk tertebak. Karena itu, kamu harus bisa menyediakan ending yang bisa diingat oleh pembaca.

Misalnya, di The Fault in Our Stars, John Green menyajikan sebuah twist kecil di akhir cerita. Di When The Star Falls, saya juga menyajikan sebuah twist kecil. Tapi tidak selamanya tokoh utama Sick-Lit meninggal. Dalam I For You, Orizuka membiarkan sang tokoh utama hidup dengan penyakitnya, dan menjadikan dua sejoli tak terpisahkan, malah karena penyakit itu.

4. Tokoh yang manusia

Tidak ada manusia yang sempurna. Demikian pula tokohmu. Kamu mungkin tergoda untuk membuat sesosok tokoh yang sempurna; cowok tinggi berbadan tegap, perhatian pada pasangannya, baik hati dan tidak sombong, kaya dan keren. Tapi, pembaca tidak ingin membaca kisah seorang dewa. Pembaca ingin membaca kisah seorang manusia biasa yang bisa mereka pahami emosinya.

Untuk menciptakan tokoh yang manusia, kamu harus memikirkan satu atau dua kelemahan tokoh tersebut. Untuk menciptakan kelemahan tersebut, kamu juga harus memikirkan latar belakang tokoh itu.

Misalnya, Sam di When The Star Falls begitu minder dan gampang terpengaruh, karena dia ditinggal ayahnya dan dia merasa tidak aman sejak ditinggal sang ayah. Dia merasa marah, dan tidak bisa memaafkan tindakan ayahnya itu.

Empat hal itulah yang selama menulis When the Star Falls saya perhatikan baik-baik. Saya harap When the Star Falls memberikan kesan yang dalam bagi teman-teman yang membacanya. Bagi yang belum, ditunggu nih komentarnya.

Buat teman-teman yang ingin mencoba menulis Sick-Lit, semoga artikel ini bisa berguna. Akhir kata, terima kasih lagi untuk Bimo yang sudah memberikan kesempatan pada saya. Kalau ada kata-kata yang sekiranya tidak berkenan, saya mohon maaf ya, dan sampai jumpa di lain kesempatan.
***

WAH! Tips yang sangat berguna sekali kan bagi kalian yang pengin menulis cerita bergenre Sick-Lit? :D Dan semakin penasaran kan baca buku When The Star Falls? 
Kalau begitu... sekarang saatnya:
GIVEAWAY TIME!!!

Ada satu buku When The Star Falls dari kak Andry Setiawan dan Penerbit Haru buat kamu. Caranya mudah kok. Lihat langkah di bawah ini:

1. Follow @Penerbitharu dan @Konstantin0609 di Twitter.
2. Share info Blogtour ini di twitter dengan mention @bimorafandha (tidak wajib follow)
3. Follow blog ini via GFC atau email.
4. Ada yang kurang jelas mengenai tips dan trik menulis Sicklit? Ajukan pertanyaan kamu tentang tema artikel di blog tour ini melalui kolom komentar ke kak Andry Setiawan. Psst... Beliau nanti akan langsung menjawab pertanyaan kamu, loh! ^^
5. Giveaway berlangsung sampai tanggal 31 Desember 2015! Pas akhir tahun! ^^

6. Pemenang akan diumumkan pada Minggu, 2 Januari 2016.

Ajukan pertanyaan kalian dengan mencantumkan Nama dan Nama Akun Twitter kalian. Pertanyaan terbaik menurutku akan mendapatkan satu buku When The Star Falls karya kak Andry Setiawan.

Ayo... Ajukan pertanyaanmu, belajar, dan menangkan hadiahnya bersama When The Star Falls! ^^