Senin, 15 Juli 2019

Tips Mudah Jadi Content Creator dengan OPPO Reno 10X Zoom

Selepas kuliah, sering sekali orang-orang menanyakan kepada saya apa pekerjaan saya sebetulnya. Kebanyakan dari mereka menebak-nebak dari kegiatan yang saya sering lakukan lewat media sosial. Beberapa mereka temui saya sedang hinggap dari satu kota ke kota lainnya. Mereka kebanyakan mengira bahwa saya sedang liburan dan bersenang-senang. Itu sama sekali nggak salah, memang. Namun, di sela-sela kegiatan ‘liburan’ saya itu, terselip satu kegiatan lain yang nggak kalah bikin pusing: mencari konten.

Di era digital seperti sekarang, industri dapat dengan mudahnya berubah hanya dari dunia maya. Pun dengan kegiatan-kegiatan lainnya. Beberapa tahun lalu, saya mencoba untuk terjun ke dalam bidang industri kreatif ini setelah bersenang-senang bermain dengan ranah fiksi. Dan ternyata, saya jadi jatuh cinta. Meski pada kenyataannya hingga saat ini saya masih terus belajar, namun menjadi seorang ‘pengabdi konten’ cukup membuat hidup saya berubah.


Nah, berikut cara-cara saya buat jadi content creator yang dapat saya bagi. Dan sampai saat ini saya terapin. Catatan: sampai saat ini pun saya masih terus belajar.




Sering kali, kita dituntut untuk jeli terhadap apa yang terjadi di sekitar kita. Saya selalu percaya kalau setiap hal yang ada di sekitar kita dapat menjadi sebuah cerita jika kita mampu mengolahnya dengan baik. Lagi makan? Restoran atau menu makanan yang unik dapat dijadikan sebuah tayangan menarik. Atau lagi berada dalam satu kegiatan? Apa yang didapat dan suasananya dapat Anda beri tahukan kembali kepada para pengikut Anda. Yang harus kita lakukan hanyalah jeli melihat peluang yang ada. Dan bisa jadi, apa yang Anda lihat saat ini adalah bahan bagi Anda nanti.


Saya mengambil gambar di atas ketika tanpa rencana teman-teman saya mengajak untuk mencoba tur baru yang akan mereka lakukan untuk para pelancong. tidak ingin menyiakan kesempatan, saya pun memutuskan untuk ikut. Jadilah, sepanjang hari itu saya banyak memotret sebagai bahan yang akan saya pakai nanti. Jalan-jalan tapi tetap bikin konten, kan?




Pepatah bilang, nggak ada kejadian yang bakal terjadi dua kali dalam hidup. Meskipun ada, itu tak akan lagi sama. Nah, prinsip inilah yang selalu saya pakai. Dalam momen-momen tertentu, kadang konten yang bagus ditentukan dengan timing yang pas pula. Apalagi yang erat hubungannya dengan human interest. Manusia dalam hal ini bertindak tidak akan sama dalam menanggapi sebuah kejadian. Atau pada saat Anda berada di sebuah tempat untuk menangkap matahari terbit dan tenggelam, semuanya memerlukan waktu. Semakin lama Anda diam, maka semuanya jadi sia-sia. Untuk itulah kita harus bergerak cepat menangkap momen tersebut agar tidak hilang begitu saja di depan mata.


Foto di atas adalah gambaran bagaimana  sebuah momen yang pas dapat menghasilkan foto yang baik. Dengan komposisi tiga anak kecil yang lagi berjalan di dermaga ditambah bingkai dari petak besar yang tidak terpakai dapat menyajikan cerita yang baik.




Kata orang, tidak ada yang baru di dunia ini. Yang ada hanya yang lama namun dikemas dengan nuansa baru. Saya sependapat dengan anggapan itu. Seperti yang Anda tahu, mencari sebuah konten itu sulit. Apalagi bila sudah sering diulas oleh orang lain. Untuk itulah kita memerlukan sebuah pandangan baru terhadap konten yang kita buat. Bisa jadi dari narasi yang kita sampaikan, atau media berupa gambar atau video yang kita ambil. Kebaruan-kebaruan seperti ini dapat membuat cerita atau konten yang kita sajikan jadi lebih menarik untuk disimak. Cara untuk mendapatkan sudut pandang yang berbeda pun cukup mudah. Anda hanya perlu melihat dan memahami objek yang Anda ingin ceritakan lalu cari yang kurang atau jarang dieksplor. Atau kita dapat menggali dari masyarakat lokal.


Serupa saat saya ke Shanghai beberapa waktu lalu. Banyak sekali orang yang berfoto di menara jam Disney ini. Namun, untuk mencari sesuatu yang unik, saya memutuskan hanya mengambil ujung-ujung bangunannya saja. Sebagai pendukung, saya menyertakan foto ujung bangunan lain seperti di The Bund dan Oriental Pearl Tower. Berbeda bukan?




Nah, kita masuk ke bagian yang paling penting dari ini semua. Sebuah momen yang baik, situasi yang cantik, dan sudut pandang yang unik sama sekali nggak penting jika kita nggak punya alat buat ‘menangkap’ itu semua. Dulu waktu ke Shanghai, saya rela membawa kamera DSLR yang beratnya bikin sakit leher demi memotret sisi-sisi yang ada di Shanghai, Minusnya, gambar yang saya ambil ternyata banyak yang berembun sebab tidak sesuai dengan musim dingin yang ada di sana. Saya pun beralih ke kamera mirrorless saya. Sejujurnya ini cukup membantu saya dalam membuat konten selama ini. Minusnya hanya karena kadang, baterai yang ada itu cepat habis dan mode yang saya pakai hanya auto sehingga hasilnya kurang maksimal. Belum lagi ribetnya untuk mengeluarkan dan menyimpan kamera bolak-balik bila akan digunakan.

Namun sekarang, fungsi kamera tersebut sudah dapat digantikan dengan keberadaan ponsel pintar. Saat ini para produsen smartphone berbondong-bondong memberi pengalaman memotret yang maksimal. Bahkan fungsi-fungsi yang kurang baik dari kamera konvensional dapat digunakan dengan baik dan mudah hanya dengan ponsel saja. Seperti halnya OPPO Reno 10X Zoom dari OPPO Indonesia. Ketika kemarin saya berkesempatan untuk mencoba langsung varian ini, saya membatin. Ini adalah smartphone yang amat cocok bagi para pencipta konten seperti saya.

Ketika tahu OPPO akan mengeluarkan sebuah smartphone, satu yang ada di benak saya: ah, paling mentingin kamera selfie lagi. Selama ini, trademark  OPPO adalah kamera depan yang memiliki resolusi tinggi dengan fitur beauty sehingga menggaet banyak sekali wanita-wanita yang menomorsatukan tampilan foto yang apik. Namun, ternyata belakangan anggapan itu ditepis. Seri F dari OPPO mulai memasuki ranah cameraphone yang memang lagi gencar saat ini. Puncaknya, baru-baru ini OPPO Reno 10X Zoom diluncurkan.




Tak hanya mengandalkan kamera, OPPO Reno 10x Zoom ini dilandasi spesifikasi yang nggak main-main. Prosesor Qualcomm Snapdragon 855 yang saat ini terbaik di kelasnya disematkan di varian ini. Keberadaan prosesor ini sebagai dapur pacu menjadikan OPPO Reno 10X Zoom berjalan mulus tanpa lag meski menjalankan banyak aplikasi. Dan lagi, dengan Snapdragon 855 maka penggunaan daya baterai pun dapat efisien dan maksimal hingga 45%.

Dapur pacu terbaik di kelasnya.
Kadang, untuk mendukung kualitas konten yang lebih baik, entah foto maupun video, kita mendapatkannya melalui banyak aplikasi edit foto dan video. Dengan adanya prosesor yang mumpuni ini, kita jadi nggak perlu khawatir. Jalan mulus tanpa takut terputus.




Sebagai pencipta konten, kita akan berkutat dengan objek yang dapat menghabiskan waktu seharian. Dapat dibayangkan bila kita sudah keluar dari pagi, namun malam hari ternyata masih banyak yang harus kita ambil. Belum lagi kebutuhan lain yang menunjang di sela-sela waktu pengambilan konten seperti main game atau nonton streaming. Untuk itulah diperlukan baterai ponsel yang besar. Nsh, OPPO Reno 10x Zoom ini telah dipasang baterai 4.065 mAh yang dapat tahan seharian tanpa perlu was-was kehabisan daya baterai. Dan nggak hanya itu, ada pula VOOC 3.0 yang telah mendukung pengisian daya cepat (fast charging) yang dapat digunakan bila memang pada akhirnya baterai ponsel sekarat. Tinggal colok sebentar dan voila... baterai terisi banyak.

Dipakai main atau memotret pun bakalan tahan seharian.




Dalam prakteknya, untuk mendapatkan gambar atau video yang baik, maka resolusi yang besar pun jadi barang wajib. Hal ini berimbas dengan semakin besarnya memori sebuah file gambar atau video tersebut. Belum lagi, saat mengambil gambar, para pencipta konten nggak hanya sekali klik. Shot yang berkelanjutan menjadi senjata utama. Dan pada saat akan ditampilkan ke publik, biasanya hanya satu yang terbaik dari sana. Hal inilah yang memicu perlunya kapasitas memori yang besar. OPPO Reno 10X Zoom ini dibekali penyimpanan sebesar 256 GB dengan RAM 8GB. Sangat cocok bukan? Tak hanya itu, dengan memori yang besar pula, kita dapat memungkinkan untuk mengunduh segala aplikasi yang berguna bagi diri kita sehari-hari tanpa perlu khawatir.

Dari 'Tentang Ponsel' kita bisa mengetahui segala informasi perangkat.


Semenjak booming dengan samrtphone ‘berponi’, perusahaan smartphone pun berlomba-lomba menciptakan poni yang tidak mengganggu aktifitas pemakai. Namun belakangan, tren itu berubah menjadi layar yang tanpa batas (infinity). Hal ini dikarenakan poni tersebut kadang menjadi risih bagi sebagian orang. Untuk mendukung tampilan yang bersih tanpa poni, OPPO Reno 10X Zoom menerapkan teknologi baru: Pivot Rising Camera.

Kamera akan terbuka dengan sudut 11 derajat saat diaktifkan mode selfie.
Pivot Rising Camera ini adalah kamera depan berbentuk segitiga kecil yang akan muncul ketika kita mengaktifkan kamera depan. Beresolusi 16MP dengan kemampuan merekam hingga full HD, kamera ini cocok bagi para konten kreator yang ingin nge-vlog. Ada pula soft light camera yang membantu bila sedang berfoto di keadaan yang gelap.

Untuk membukanya pun hanya dibutuhkan waktu 0.8 detik tanpa suara apapun. Jika kalian beranggapan bahwa tipe kamera yang motorik seperti ini rawan rusak, jangan salah. Ada proteksi Free Fall yang memungkinkan kamera langsung menutup jika merasakan gravitasi yang cepat/jatuh. Dan lagi proses naik turunnya ini sudah diuji coba sebanyak lebih dari 200.000 kali!

Kamera Depan 16MP Bikin Cerah.




Ini adalah bagian paling menarik dan bikin ponsel OPPO Reno 10X Zoom ini menjadi a-must-have bagi para konten kreator. Nggak cukup satu! Ada tiga kamera langsung yang terletak di bagian belakang dari ponsel pintar ini. kamera utama dibekali resolusi sebesar 48MP yang mampu menangkap gambar dengan lebih baik. Ada pula kamera wide 8MP yang digunakan untuk memotret dengan range yang lebih luas. Dan lensa teleskoptik 13MP yang disematkan untuk memfoto objek dari jarak yang jauh hingga perbesaran 10 kali! Gila nggak tuh!

Ketiganya menyajikan kombinasi yang tanpa batas saat membuat konten. Sebut saja lensa teleskoptik dapat digunakan saat kita ingin mencari sudut pandang baru terhadap objek. Dengan perbesaran yang besar, maka detail-detail foto akan lebih terlihat. Bukaan penuh 16-160mm terbukti efektif untuk menjangkau fokus yang lebih baik. Ada pula mode malam yang disokong lensa Sony IMX 586 dengan sensor ½.0”, bukaan lensa f/1.7 yang memungkinkan kita memotret dalam keadaan rendah cahaya.

Foto Standar dari OPPO Reno 10X Zoom.
Standar Range Foto.
Perbesaran 2X.
Perbesaran 6X.
Perbsaran 10X.
Wide Angle.
Wide Angle + Zoom.

Kemampuan untuk merekam video pun saat ini sudah amat tinggi. OPPO Reno 10X Zoom ini dapat merekam hingga resolusi 4K! Jernih sekali. Ada pula autofocus yang mendukung pengambilan gambar atau video secara lebih maksimal!

Merekam dengan jernih hingga resolusi 4K.
Contoh Video:






Semua keunggulan yang ada di atas kemudian dirangkum dengan bodi yang futuristik. Layar infinity display dengan panoramic scene 6.6” menjadikannya tampil dengan lebih berkelas. Tidak ada lubang atau ornamen pada layar sehingga rasio screen-to-body dapat mencapai 93,1%. Dan juga pemindai sidik jari yang ada di bawah layar menjadi standar ponsel yang futuristik. Dua warna yaitu Ocean Green dan Jet Black dihadirkan sebagai warna yang kalem namun tetap tegas. Di belakang pun ada o-dot yang melindungi bagian belakang agar tidak tergores. Yang tak kalah penting, Dolby Atmos hadir di ponsel ini! Jadi menghasilkan suara yang lebih baik. Mantul!




Bagi saya, pekerjaan sebagai konten kreator atau pencipta konten ini merupakan pekerjaan yag tidak begitu sulit asal kita dapat memaksimalkan apa yang kita punya, melihat lebih jeli, mendengar lebih banyak, dan cepat bereaksi terhadap apapun. Nah, ketika menemukan OPPO Reno 10X Zoom ini kemarin, saya rasa ponsel pintar ini mampu menunjang segala macam yang saya butuhkan ketika membuat konten. Nah, sekarang tinggal kalian apakah ingin mencobanya?


Cheers!

P.S Ini adalah reportase saya saat mengikuti OPPO Reno ZOOM-INDONESIA: Wonderful Journey di Palembang Square 6 Juli lalu. Check this out!!!


Senin, 08 Juli 2019

Rekomendasi Drama China yang Harus Kalian Tonton

Bisa dibilang saya ini adalah seorang maniak drama Korea. Sejak mengenal segala hal yang berhubungan dengan drama ini di tengah pusingnya saya menjalankan kuliah, saya seperti menemukan dunia lain. Keberadaan drama Korea ibarat oase di tengah gurun yang menyegarkan dahaga saya terhadap tontonan yang sifatnya majemuk. Tema-tema yang dieksplor di drama-drama itu pun beragam.

Namun, makin ke sini, saya cenderung bosan. Saya masih menontonnya, tentu. Akan tetapi tidak sesering dulu. Nah, di saat-saat genting seperti ini, muncullah alternatif lain. Lewat seorang teman, saya diperkenalkan dengan C-Drama.

Wait, what?

Yap! C-Drama atau Chinese Drama memang terdengar kalah populer dibandingkan dengan dorama Jepang atau drama Korea. Tapi, penggemarnya pun tidaklah sedikit. Kendala yang paling utama dalam mengakses drama dari Tiongkok (Mainland, Hongkong, dan Taiwan) ini biasanya karena tidak tersedianya subtitle yang mumpuni. Lain halnya dengan drama Korea atau Jepang yang biasanya cepat update bagi para penggemar di negara yang tidak familier dengan bahasanya.

Kendala itu sepertinya sedikit demi sedikit mulai teratasi. Hail all the streaming platform dan revolusi industri 4.0. Tampaknya di era serba digital seperti ini, asupan konten yang universal menjadi jaminan untuk meluasnya persebaran informasi. Termasuk di dalam drama. Saat ini, makin banyak akun-akun resmi membuka channel di platform streaming video baik yang gratis seperti Youtube atau berbayar seperti Netflix.

Balik lagi ke topik awal, kali ini saya pengin membagikan tontonan C-Drama saya yang mungkin bakal kalian suka. Rata-rata, drama yang saya tonton ini adalah drama ringan yang nggak perlu pakai mikir. Dan catatan, mungkin kalau saya ketemu drama baru, saya akan update daftar ini.

So, here it is!




1. LOVE O2O

Jika dilihat dari namanya, pertama kali saya pikir ini drama tentang unsur kimia. Ya, saya kira itu H2O, nama senyawa buat air. Etapi, ini sama sekali beda loh. Love O2O adalah drama yang bercerita tentang satu mahasiswa jenius jurusan komputer yang jatuh cinta dengan seorang adik tingkatnya dengan jurusan yang sama lewat..... game online! Yap, permainan daring! Keren nggak tuh. Pertemuan pertamanya pun terjadi di jejaring maya hingga akhirnya dibawa ke dunia nyata. Yang saya suka dari drama ini adalah suasana yang dibangun dalam cerita.

Sebagai anak Teknik Informatika atmosfer yang ditunjukkan oleh drama ini terkesan dekat dengan saya. Meski memiliki jumlah episode yang terbilang banyak yaitu 30 episode, namun jalan ceritanya terkesan effortless. Kemistri yang dibangun oleh Yang Yang dan Zheng Shuang sebagai Xiao Nai dan Lu WeiWei bikin gregetan.

Bagi kalian yang menyukai drama yang berputar di sekitar game online dan komputer, kalian bisa banget nonton drama ini!  Drama ini bisa diliat di KissAsian dan NewAsianTv



2. METEOR GARDEN 2018

Yap, kalian nggak salah baca. Sudah pada tahu kan kalau serial favorit kita semua semasa kecil yang melejitkan Jerry Yan dan Barbie Shu ini dibikin ulang dengan nuansa kekinian? Meteor Garden 2018 menurut saya adalah antitesis dari drama terdahulunya. Meski masih memakai formula yang sama, namun kemasan 2018 ini terlihat lebih colorfull dan fun.

Bercerita tentang seorang gadis miskin bernama Shan Cai yang diperankan Shen Yue dan Dao Ming Si yang diperankan Dylen Wang hubungan love-hate relationship ini harus berjuang di antara banyak cobaan. Paling besar sih dari keluarga. Yang aku suka, drama ini terlihat nggak berusaha buat menyama-nyamakan kesuksesan drama terdahulunya. Para cast, tempat, bahkan jalan ceritanya itu dibuat sedemikian rupa agar berbeda namun tetap mempertahankan core-nya. Ini adalah langkah penting untuk membuat satu karya remake agar tetap menggaet para penonton baru.

Meteor Garden 2018 berhasil membuktikan diri sebagai drama yang utuh. Bahkan untuk ukuran drama yang memiliki total 50 episode, tidak ada kata bosan yang terlintas. Yang ada hanya penasaran yang melanda. Two thumbs up!

Nah, drama ini bisa kalian tonton di layanan berbayar Netflix atau platform streaming online seperti Kiss Asian dan NewAsianTv.



3. PUT YOUR HEAD ON MY SHOULDER

Drama ini baru saja saya temui secara nggak sengaja di Youtube lewat channel resmi mereka WeTV. Dan seketika itu saya langsung jatuh cinta. Bercerita tentang si peneliti jenius di kuliah. Gu Wei Yi yang baru pertama kali suka dengan seorang cewek yang patah hati karena di-friendzone-in sahabatnya Si Tu Mo. Dinamika cerita antara si jenius yang canggung dan cewek patah hati sangat menarik untuk disimak. Iya, seseru itu.

Saya bisa merasakan awkward moment dan lovely moment lewat layar yang disajikan oleh mereka dan berhasil bikin saya senyum-senyum sendiri dan mengingat kembali zaman-zaman dulu pertama jatuh cinta. Hahahah. Sel abu-abu saya jadi berontak menontonnya. Dengan 25 episode, drama ini menyajikan kisah klasik namun tetap menarik. Kalian bisa menontonnya gratis loh di channel youtube WeTV. Ada versi Indonesia dan Inggris!

Nah, itulah tiga drama Tiongkok rekomendasi dari saya. Sebenarnya ada beberapa drama lagi yang masuk dalam kategori watchlist. Saya bakalan update kalau selesai menontonnya, ya! Selamat menonton dan kasih tahu drama favorit kalian di kolom komentar, ya! Atau ada C-Drama yang kalian rekomendasikan? Please lemme know!

Cheers!

Jumat, 05 Juli 2019

Yamaha X-Ride Baru, Inspirasi Motor Cross Grand Prix 2019 Palembang
Seolah tidak kehabisan event, Palembang membuktikan diri sebagai pusat dari semua kegiatan olahraga yang ada. Kali ini, ajang kompetisi balap untuk motor off-road yang paling bergengsi di dunia kembali diadakan tahun ini di sini pada tanggal  6 – 7 Juli bersama dengan Semarang, Jawa Tengah pada tanggal 13 – 14 Juli.
Pelaksanaan MCGP di Palembang yang Diikuti Yamaha Team.
Melihat adanya event tingkat dunia tersebut, Yamaha Indonesia tidak mau kalah untuk ikut berpartisipasi. Menggandeng dua pembalap internasional Jeremey Seewer dari Swiss dan Romain Febvre dari Perancis, Yamaha memberikan dukungan sponsorship dengan slogan khas Yamaha ‘Semakin Di Depan’ kepada dua pembalap Monster Energy Yamaha Factory Team tersebut. Hal ini disampaikan langsung oleh Hiroshi Setogawa selaku Marketing Director PT Yamaha Indonesia Motor Mfg pada saat press conference di Yamaha Sentral Thamrin Brother Palembang pada Jumat, 5 Juli 2019. Beliau mengatakan bahwa semangan ‘Semakin Di Depan’ agar dapat menginspirasi bagi setiap orang untuk menampilkan semua yang terbaik.
Hiroshi Setogawa memberikan filosofi 'Semakin Di Depan' yang melekat di Yamaha.
Romain Febvre di tahunnya yang ke lima di tim Yamaha mengaku bangga menjadi bagian dari tim. Selama ini, bersama seluruh kru di dalam tim, ia berusaha untuk melakukan yang terbaik. Di kejuaraan kali ini pun targetnya bukan main-main. Podium menjadi tujuan akhir. Hal serupa juga disampaikan oleh Jeremey Seewer. Meski ini adalah tahun keduanya bergabung, ia memiliki target untuk finish paling tidak di urutan kelima.
Romain Febvre (28 Th) dari Perancis telah lima tahun ikut Tim Yamaha.
Jeremy (24 th) dari Swiss menjelaskan trek MXGP Palembang.
Melihat lintasan yang ada di OPI Palembang, mereka beranggapan bahwa lintasan di sini termasuk lintasan yang penuh teknis sebab lintasannya cenderung pendek dan basah. Belum lagi kendala cuaca yang panas. Bentuk lintasannya pun banyak tanjakkan sehingga butuh konsentrasi tinggi agar dapat maksimal. Tapi yang jelas, mereka amat senang dapat bertanding mewakili tim mereka berlaga di kejuaraan ini. Hal ini disampaikan ke semua hadirin dari kalangan media, komunitas, bloger, yang hadir.


Yamaha X-Ride, Motor Tangguh bagi Para Pencinta Petualangan

Pada kesempatan yang sama pula, Yamaha Indonesia memberikan kejutan yang spesial bagi para pencinta motor yang bertema adventure. Yamaha X-Ride hadir dengan warna baru yang cocok dipakai untuk kegiatan baik dalam kota maupun kegiatan kasual berpetualang. Racing Blue berdiri kokoh dengan warna biru yang menjadi ciri khas Yamaha dengan garis-garis putih yang membuat kesan lebih stylish, Tak lupa, kesukaanku Extreme Green yang hadir dengan warna militer hijau tua dengan aksen oranye yang eye catching dan tangguh.
Peluncuran Yamaha X-Ride varian warna baru oleh pembalap internasional Yamaha beserta jajaran petinggi Yamaha.
Keduanya merepresentasikan motor-motor racing yang memiliki kesan muda, tangguh, agresif, dan tetap stylish. Targetnya tentu agar motor ini tak hanya jadi kendaraan biasa namun memiliki banyak tujuan untuk mendukung gaya hidup modern masyarakat saat ini. Konsep yang diusung dari peluncuran warna baru ini pun menarik: Explore Play Fun yet Serious.
Dua varian warna baru Yamaha X-Ride. Me Likey!
Sama seperti varian Yamaha X-Ride lainnya, fitur-fitur unggulan pun tidak dilepaskan dari warna baru ini. Motor ini tetap mengusung Blue Core 125 cc yng menghemat 50 persen bahan bakar. Lalu ada pula lampu LED dan lampu Hazard sebagai bagian penting motor saat ini. Ban yang lebar dan kuat menjadi pendukung motor dengan tema adventure. Belum lagi suspensi yang tangguh dan nyaman didampingi dengan bagasi besar dan speedometer yang memberikan informasi penggunaan bahan bakar.
Fitur unggulan seperti suspensi kokoh yang menunjang motor dapat dipakai bertualang kasual.
Tampilan depan motor dengan lampu LED yang stylish.
Speedometer yang cocok bagi jenis motor yang agresif.
Ban yang lebar dan kuat bisa dipakai di area perkotaan.
Trendy, yet stylish. Tough, yet serious.
Lengkap, bukan?

Motor yang terinspirasi dari Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2019 ini resmi diluncurkan dengan harga yang cukup terjangkau: RP 18.035.000!

Nah, acara dukungan Yamaha pada MCGP 2019 ini ditutup dengan meet and greet dengan dua pembalap internasional Yamaha dari Monster Energy Yamaha Factory Team: Jremey Seewer dan Romain Febvre. Saya pun nggak ketinggalan buat tanda tangan poster, loh.
kapan lagi dapat tanda tangan pembalap internasional, kan?
Jadi, spirit ‘Semakin Di Depan’ oleh Yamaha Indonesia di ajang kejuaraan kali ini semoga dapat menginspirasi banyak orang, seperti Yamaha Indonesia yang mengaplikasikannya pada Yamaha X-Ride. Selamat bertanding, Tim Yamaha!

Senin, 01 Juli 2019

Bertemu Lexi Si Baby NMAX di #MaxiDay2019Palembang

Perkembangan kendaraan bermotor makin lama makin pesat. Kalau dulu kita cenderung memilih motor matic karena lebih mudah digunakan. Selain itu ukurannya yang lebih ramping. Makin ke sini, kebutuhan kendaraan yang muat banyak dan multifungsi makin terdengar.

Yamaha sebagai salah satu produsen motor di Indonesia menjawab tantangan itu melalui series MAXI-nya. Terbukti series MAXI kini makin digemari. Dan sekarang, tiga tahun sudah series itu diluncurkan.

Sebagai selebrasi, 29 Juni 2019 bertempat di Benteng Kuto Besak (BKB), Yamaha Thamrin Brother mengadakan acara seru bertajuk Maxi Day! Beragam kegiatan ada di sini. Di sisi panggung dengan latar belakang ikonik Palembang, Jembatan Ampera, ditampilkan berbagai macam penampilan musik. Puncaknya, nanti malam ada DJ yang akan memeriahkan acara.



Di bagian tengah lapangan, ada jejeran motor MAXI Series yang sudah dimodifikasi. Berbagai bentuk, warna, dan tema bikin wah. Keren-keren euy!



Ada pula zona Yamaha Dealer yang cocok bagi kalian pengin punya motor Yamaha dengan berbagai promo menarik. Tak lupa, ada zona permainan termasuk main gitar dan virtual reality! Ada pula zona untuk kalian yang ingin cek darah.

Tak jauh dari sana, bagi kalian yang pengin mencicipi sensasi naik motor MAXI Series, ada test drive juga di sini! Tak lupa di belakang sekali, ada kawasan untuk service motor kalian dan zona teknologi untuk memperkenalkan keunggulan motor-motor Yamaha yang ada. Ada pula touring motor Yamaha yang ramai.



Nah, saya beserta teman-teman bloger lain berkesempatan untuk mengenal langsung satu MAXI yang sedang hype sekali. Mau tahu?



LEXI S, BABY NMAX YANG SEKSI

Sebenarnya saya sudah pernah membahas motor ini di sini, namun ketika kemarin ditunjukkan kembali oleh pihak Yamaha, kok rasanya saya banyak yang terlewat, ya.

Jika tahun lalu, Lexi hanya mempunyai dua varian yaitu Lexi standar dan Lexi S, sekarang ada varian baru Lexi S ABS yang bisa dipilih. Tentunya kaya akan fitur-fitur unggulan Lexi lainnya.


Sekilas, tampilannya memang tidak banyak berubah. Masih mengusung jenis skutik yang berada di kelas MAXI, Lexi dibekali bodi yang kokoh dan besar. Dari segi depan, kita dapat melihat langsung lampu LED sebagai lampu utama yang melekat di motor ini. Selain itu, terdapat lampu hazard yang dapat dinyalakan sebagai penanda keadaan darurat. Bukan buat jalan lurus ke depan, ya! Hal ini sudah sesuai dengan panduan keselamatan kendaraan bermotor yang diatur oleh negara.


Untuk menyalakan motornya, Lexi series S dan S ABS telah mengusung Sistem Kunci Pintar (Smart Key System). Dengan sistem ini, Lexi dapat dihidupkan dengan menggunakan remote kontrol. Tenang saja, sistem ini juga aman kok. Alarm motor akan berbunyi jika kita meninggalkan motor dalam keadaan on atau menyala. Pintar bukan?


Hal yang paling menarik ketika mesin dihidupkan adalah tampilan spedometer digital yang futuristik. Lewat ini, kita dapat mengetahui informasi yang berkenaan dengan kendaraan. Contohnya tentu kecepatan, konsumsi bahan bakar, waktu, hingga mesin. Kerennya lagi, indikator ini dapat diubah tingkat kecerahannya sesuai lingkungan sekitar.


Di sisi sebelah kiri, diselipkan satu wadah untuk menaruh barang kecil. Di sampingnya, ada Electronic Power Socket bagi kalian yang kehabisan daya gadget. Dengan EPS ini, kita bisa charge ponsel bila ada kebutuhan yang mendadak. Tapi ingat, harus tetap waspada, ya.


Ada pula Stop Start System yang disematkan. Bagian ini penting bagi kendaraan agar menghemat bahan bakar. Dengan sistem ini, ketika berada di lampu merah yang cukup lama, kendaraan akan berhenti. Menyalakannya pun mudah. Cukup gas seperti biasa dan motor dapat langsung jalan. Mudah bukan?


Bodi Lexi series apapun termasuk besar karena di dalamnya terdapat bagasi yang dapat menampung 12.8 liter. Kira-kira dapat memasukkan satu helm standar ke dalam sini. Dan juga, ada tangki dengan kapasitas 4.2 liter yang sangat pas dipakai buat kendaraan perkotaan. Tempat duduknya pun empuk dan terasa pas ketika berboncengan.


Tak ketinggalan, dari segi mesin, Lexi ini memakai banyak teknologi untuk memaksimalkan performa di jalan. Sebut saja Bluecore Valve Variable Acquitition (VVA) yang memberikan tenaga saat aktif di 6000 RPM. Ada pula DiASil Cylinder & Forged Piston yang diadaptasi langsung dari motor balap sehingga memungkinkan kendaraan memiliki performa bagus hingga 50.000 KM. Tak ketinggalan sistem pendingin dengan cairan yang memungkinkan suhu kendaraan tetap stabil. Sub Tank Suspension juga dihadirkan untuk mendukung performa di jalanan dengan medan apapun.




Untuk keamanan pun Lexi menyematkan Anti Lock Breaking System yang membuat kendaraan dapat lebih smooth ketika mengerem mendadak. Nggak ada guncangan yang terlalu besar.


Nah, dengan berbagai varian warna seperti blue matte dan bronze, motor ini sangat sophiscated buat diajak jalan-jalan di perkotaan seperti Palembang. Dengan harga dua puluh jutaan, baik Lexi standar, Lexi S, dan Lexi S ABS dapat kalian dapatkan di dealer Yamaha Thamrin Brother terdekat.

Cheers!