Menertawakan Cinta Bersama Raditya Dika


Bagi orang-orang yang mengenalku, mereka tahu bahwa aku adalah orang yang memiliki selera humor yang unik. Kadang aku kedapatan tertawa pada hal-hal yang sepertinya sama sekali nggak lucu. Begitu juga sebaliknya, teman-temanku kadang tertawa di saat aku pikir yang ada di depan mata sama sekali nggak ada dampaknya. 

Pun dengan stand up comedy (komedi berdiri). Sedari dulu, ketika sedang booming-booming-nya konsep melawak semacam itu di berbagai platform, tak sekali pun ada yang persisi bikin kutertawa. Kalau cuma senyum-senyum masam sih mungkin pernah. Akan tetapi, untuk terbahak bersama? Eits. Jangan dulu! Jauh api dari panggangan. 

Jadi, ketika tiba-tiba Za, teman kuliahku mengajak nonton show Raditya Dika yang ada di Palembang, aku sangsi. 

“Lucu, Bim! Dijamin!” Za memberi garansi. 

Saat itu posisinya aku lagi pusing mikirin banyak hal. Ajakan itu datang begitu saja menjelang tengah malam. Karena capek dan malas mikir macam-macam, aku pun memberi jawaban paling klasik ketika berhubungan dengan seseorang, “Aku ikut aja.” 

Rupanya perkataan itu ditanggapi serius oleh Za. Tak butuh waktu lama, ia mulai mengirimkan tangkapan layar. Dua tiket pertunjukkan Raditya Dika berhasil ia beli dengan susah payah. 

“Jangan nggak datang!” Za mengancam. Aku garuk-garuk kepala. 

Bohong jika aku bilang aku tidak mengenal Raditya Dika. Aku sudah tahu tentangnya ketika ia dulu masih jadi penulis komedi buku terbitan Gagasmedia. Dulu, sebagai seseorang yang hobi menulis, meski tak sesuai dengan style yang kupunya, aku pun membaca karya-karyanya. Tak ayal dari Kambing Jantang hingga Marmut Merah Jambu habis kubaca. Dari tulisan-tulisannya, aku bisa menilai humor yang disajikannya itu segar untuk ukuran buku novel kebanyakan. Ia adalah pioneer novel keseharian yang mendadak meledak. Raditya Dika sebagai seorang penulis bagiku adalah seseorang yang cerdas bermain kata. 

Saat ia fokus ke dunia youtube dan perfilman, aku sudah jarang mengikuti kabarnya. Beberapa waktu kadang aku nonton beberapa videonya di youtube. Dan itu cukup menarik bagiku, meski kembali lagi, not my cup of tea. Tapi, hal buruk yang bikin trauma aku rasakan ketika menonton film-nya bertajuk The Guys. Rasanya, dari lima menit pertama aku pengin keluar saja. Jadilah, aku bertaruh dengan diri sendiri, Ketika Za mengajakku kembali menonton lawakan Radit, aku mulai berpikir. Apakah Radit akan membawaku ke sosok penulis atau youtuber/perfilman lagi? 

Tiket Show Raditya Dika.

Magnet yang Bernama Raditya Dika 

Acara lawakan berdiri Raditya Dika diadakan di Palembang, Sumatera Selatan pada tanggal 22 Februari 2020. Aku dan Za membeli tiket pertunjukan pertama di jam 2 siang. Di Palembang sendiri mulanya Raditya Dika hanya melakukan dua kali show pada pukul 14.00 dan show kedua pukul 18.00. Namun, karena antusias Palembang, show ditambah keesokan harinya menjadi 4 show dengan waktu yang sama juga. 

Saat itu, Za udah datang dari pagi. Ia tinggal di Pendopo, kurang lebih lima jam perjalanan dari Palembang. Za ini fans tingkat akut dari Radit. Jadi nggak heran ia bela-belain datang meski jaraknya jauh nauzubillah. Pukul sepuluh, aku dan Za sudah berkumpul bersama di salah satu mal kota Palembang. Berdasarkan informasi, venue akan dibuka pukul 12 siang. Jadilah, untuk membunuh waktu, kami jalan-jalan terlebih dahulu. 

Pukul sebelas, aku dan Za mulai menuju venue yaitu Hotel Aston Palembang. Saat baru masuk ke dalam parkiran, kami sudah mlihat banyak anak muda yang bergerombol di samping hotel. Kami kira awalnya kami kepagian! Eh ternyata... udah ramai sangat, euy! 
Ramai yang antri tukar tiket.

Holding room sebelum masuk ke venue.

Katanya ada 700 orang yang dialokasikan untuk show pertama. Semuanya berbaris rapi di sisi Grand Ballroom Aston Palembang. Buat kalian yang ingin menonton juga nih, aku kasih beberapa tips! 
  • Pastikan telah mengunduh tiket elektronik yang kalian dapatkan ketika membeli tiket. Aku lihat ada beberapa yang mencetaknya. Itu bagus sih, tapi biar lebih efisien, unduh saja dan simpan di ponsel. Usahakan tidak mengunduh di sana, ya. Soalnya kita kan nggak tahu jaringan internetnya gimana. Malah nanti mengganggu yang lain dan bikin antre lama. 
  • Siapkan KTP dan identitas penunjang! Karena ini show-nya untuk 17++ otomatis KTP diperlukan untuk memverifikasi usia kalian. Nantinya semua akan diperiksa oleh petugas. Kalau nggak bawa, bisa batal nonton, loh! 
  • Pastikan semua orang yang terdaftar di tiket yang dibeli hadir! Ini nih salah satu yang bikin lama pas kemarin. Kehadiran ini untuk mengkonfirmasi semua orang memiliki dua syarat di atas. Dan juga untuk menghindari calo-calo yang bertebaran. Jadi, kalau belum datang semua jangan antre dulu, ya! 
  • Usahakan makan dan minum terlebih dahulu. Show Raditya Dika ini sama sekali tidak memperbolehkan adanya makanan dan minuman di dalam ruangan. Dan karena shownya lumayan lama (+ waktu antre masuk venue), otomatis kadang bikin lapar dan haus. Buat lebih menikmati, mending makan dulu deh. Perut kenyang hati riang semua senang! 
  • Selesaikan urusan terlebih dahulu baru antre! Ini yang kami rasakan kemarin sih. Jadi, kami salat terlebih dahulu di saat orang-orang lebih memilih antre masuk venue. Nah, semuanya jadi nggak enak ketika emang beneran masuk venue tapi banyak orang yang ingin keluar lagi untuk sekadar salat atau buang air kecil. Sementara pintu beneran ditutup tepat waktu. Dari pada terlewat atau nahan-nahan, mending selesaikan urusan duluan, kan? 
  • Dengerin panduan yang diberikan oleh pihak panitia. Setiap acara mempunyai SOP-nya masing-masing. Dan kita sebagai penikmat pertunjukkan sudah sepatutnya untuk menghormati dan menaati semua yang telah disepakati. Jangan coba-coba mengingkari, ya! Urusannya bisa sampai ke ranah hukum, loh! 
Yap, itulah tips yang bisa aku kasih! Lantas gimana pertunjukkannya, nih? 

Cinta ala Raditya Dika 

Pertunjukkan dimulai dengan pembuka dari Mosidik selama kurang lebih sepuluh menit. Selanjutnya selama satu sampai satu setengah jam kemudian, Raditya Dika mengambil alih. Aku sama sekali tidak ingin membahas apa saja yang diceritakan oleh mereka. Di sini aku hanya akan menceritakan responku saja. 

Menurutku, Cerita Cinta yang dibawa oleh Raditya Dika adalah salah satu lawakan yang cukup matang. Well, again, Raditya Dika is not my cup of tea, tapi di beberapa bagian aku bisa sampai tertawa terbahak. Banyak LOL momen yang bikin perut tergelitik. Pun dengan cerita yang diberikan itu segar, nggak daur ulang dari bit-bitnya yang kutonton selama ini. Di sini, aku melihat Raditya Dika bukan lagi sebagai penulis dan youtuber atau bahkan pembuat film. Di sini, Raditya Dika bersinar jadi seorang pelawak komedi. 
Bersiap menonton.

Full House!

Raditya Dika menanggalkan imej-nya sebagai seseorang yang ‘bersih’. Label 17++ wajar disematkan karena jokes-jokesnya memang mungkin dapat dicerna hanya karena ya orang yang dewasa. Dari awal, ia tidak menahan diri. Interaksinya ke penonton sukses bikin lawakannya jadi lucu, ya setidaknya bagiku. Dan yang kusuka, meski banyak lawakan yang cukup dewasa, Radit tidak lupa menyelipkan makna. Ya, makna inilah yang pada akhirnya membuat kita berpikir bahwa sesungguhnya lawakan-lawakan sebelumnya adalah cara Radit menertawakan dirinya sendiri. Cerita cintanya sendiri. 
What you get. Nanti ini dijelasin fungsinya apa saja!

Paruh kedua yang paling ditunggu. Seperti yang dapat disimak di kanal youtubenya, Raditya Dika akan membacakan kisah cinta para penontonnya. Again, aku rasa Radit mampu membawakannya dengan berani. Meski kuyakin, beberapa jokes yang ia beri bukan murni cerita cinta penonton, tapi aku ya mencoba menutup mata, Pada akhirnya, pertunjukkan dua jam itu berubah jadi sebuah pengalaman yang menyenangkan. 

Nah, jika orang tanya, apakah aku menyesal menontonnya? Aku akan menjawab tidak. Sama sekali tidak. Aku dan Za sepakat meski beberapa nggak terlalu lucu bagi kami berdua, tapi sensasi menonton langsung Raditya Dika adalah sebuah pengalaman yang bikin bahagia. Dua jam jadi sama sekali nggak terasa. 
Serius menunggu perform.

Di sini, aku bisa melihat dan paham mengapa banyak orang yang mengidolakan sosok satu ini. Raditya Dika lewat lawakannya bukan hanya semata-mata ingin orang tertawa. Namun, lebih dari pada itu, ia hanya ingin bercerita. Tentang hidupnya, lingkungannya, dan kisah cintanya. Sebuah cerita biasa yang mungkin juga dirasakan oleh semua orang.

Cheers!

Cinta Banget Sama OYO Sampai Perdana Bikin Lagu Rap?!



Dear valued customer. 
We regretfully have to inform you that you flight has been CANCELLED due to changes from the Airlines... 

Surel itu datang pada saya ketika saya baru sampai ke penginapan OYO yang saya pesan ketika lelah seharian keliling Yogyakarta. Seperti petir di siang bolong, saya seperti kesetanan. Bagaimana tidak? Rencana liburan saya harus molor sehari karena pesawat yang saya tumpangi berhenti beroperasi. 

Well, kadang hal-hal tersebut sering terjadi. Tapi bagi saya, kejadian seperti itu baru pertama kali saya rasakan. Otomatis segala pikiran berkecamuk di kepala. Saya kosong, bingung harus berbuat apa. Setelah meminta saran dari teman, saya langsung menghubungi maskapai dan solusi yang dikasih yaitu penerbangan saya dialihkan keesokan harinya. Liburan yang harusnya hanya tiga hari sekarang terpaksa jadi empat hari. 

Pemberitahuan mendadak itu berdampak besar buat saya. Selain karena waktu yang lebih lama, biaya pun membengkak. Maklum, saya sendirian liburan ke Yogyakarta dan sebagai seorang yang jalan dengan modal tas, biaya jadi isu penting. Hal paling besar yang memakan biaya tentu penginapan. 

Akan tetapi untunglah saya sama sekali nggak ribet dan pusing mikirin penginapan ini. Selama tiga hari di Yogyakarta, saya menginap di OYO Hotels Rumah Eyang. Harganya sesuai dengan kantong saya. Dan ketika kejadian ini, OYO Hotels Indonesia segera muncul di kepala saya. Tak perlu ribet, saya langsung membuka aplikasi di ponsel lalu mulai mencari. Sayangnya OYO Rumah Eyang yang saya tempati penuh. Alhasil, saya mencari ke OYO Hotels lainnya. 

Lalu, bertemulah saya dengan OYO Hotel Trim Tiga. Hotel ini berada di lokasi yang strategis kurang lebih 10 meter dari tugu Yogyakarta. Kamarnya pun besar dengan fasilitas yang oke. Dan yang paling penting... HARGANYA! Harganya cuma seratus ribuan! Segera tanpa berlama-lama lagi, saya segera klik sini-sana! Satu menit kemudian pesanan saya terbuat. Mudah banget bukan! Gak sampai satu menit malah! 

Jadilah, drama panjang pesawat dibatalkan akhirnya berbuah sehari liburan hemat. Tentunya karena pesan penginapan di OYO tercinta! 

JATUH CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA, BEGINI RASANYA... 

Sejak awal kehadirannya, saya sudah mencintai OYO. Saya masih ingat, dulu ketika baru masuk ke Palembang, jumlah OYO yang ada hanya tiga. Kala itu, sehabis nonton seminar dan kemalaman pulang, saya dan satu teman saya memutuskan menginap di OYO Hotels Indonesia. Permulaan yang coba-coba itu membuahkan pengalaman yang melekat banget di ingatan. Alhasil, OYO Hotels Indonesia selalu jadi pilihan. 
Capek jalan-jalan? OYO-in aja! (Dok. Pribadi)

Staycation nggak ngapa-ngapain? Nyantai dong di kamar! (Dok. Pribadi)

Sebagai orang yang bekerja di bidang kreatif, saya kadang memiliki jam kerja yang lebih fleksibel. Oleh sebab itu, saya sering sekali menggunakan OYO Indonesia sebagai tempat singgah jika sudah lelah. Nggak hanya liburan keluar daerah, saat di dalam kota pun, saya sering menggunakan OYO Indonesia hanya untuk sekadar staycation pelepas lelah. Kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh OYO Indonesialah yang akhirnya lambat laun membuat saya jatuh cinta. 

Resepsionis yang sigap, ramah, dan siap sedia. Bikin betah! (Dok. Pribadi)

ALASAN KENAPA SAYA SUKA OYO? L.O.V.E! 

Tahu rasanya jatuh cinta? Seperti ada kupu-kupu yang menggelitik di dada ketika berjumpa. Kangen ketika ia tidak ada. Dan selalu ada ketika kita butuhkan. Begitulah OYO bagi saya. Orang bilang, jatuh cinta itu sama sekali tidak membutuhkan alasan. Tapi saya berbeda. Bagi saya, ketika kita jatuh cinta, kita melihat semua aspek yang ada. Dan alasan-alasan inilah yang membuat saya jatuh cinta pada OYO Indonesia. 

  • Lakukan Pemesanan dangan Mudah 

Kalau ada juara pemesanan penginapan yang paling mudah, mungkin OYO sudah jadi juaranya. Bagaimana nggak? Pemesanan dapat dilakukan dengan hanya klik-klik saja di aplikasinya. Udah nggak zaman lagi beli langsung di penginapannya, bukan? Sekarang cukup di genggaman saja semua tersedia. Pembayarannya pun mudah dengan pilihan metode yang beragam Dan nggak lupa, ada fitur bayar di hotel juga! Dan voila.... semua terpesan sempurna! 

Mendekati hari-H, akan ada konfirmasi yang dilakukan oleh pihak OYO kepada kita. Biasanya melalui SMS dan WA. Enak bukan? Setidaknya kita meminimalisir kemungkinan habis kamar ketika sudah ada di penginapan. Setelah sampai pun, petugas penginapan akan langsung memeriksa pemesanan kita. Gak butuh waktu lama, kunci kamar udah berada di tangan!

Mudahnya pesan OYO! (Dok. Pribadi)

  • Otomatis Lokasi yang Strategis 
Ketika memilih sebuah penginapan, saya selalu memikirkan lokasi yang strategis untuk semua kegiatan saya. Nah, selama ini yang saya tahu, semua properti OYO berada di lokasi yang amat mudah dijangkau. Selain itu, di dalam aplikasinya, aterdapat keterangan landmark apa saja dengan properti yang akan kita pesan. Dengan begitu, kita bisa memilah-milah mana yang sesuai dengan kegiatan kita. OYO pun dapat dengan otomatis merekomendasikan mana saja hotel yang cocok dengan diri kita. TOP lah! 

Lokasi yang otomatis terlampir saat kita memilih properti memungkinkan segalanya jadi lebih mudah. (Dok. Aplikasi OYO)

  • Varian Properti yang Bikin Betah
Setiap orang pasti memiliki kriteria sendiri untuk penginapan. Kalau aku sih lebih seringnya gunain OYO Hotels yang biasa. Namun, bagi orang-orang yang pengin nyaman seperti familu friendly hingga hotel nyaman untuk tinggal lama, OYO punya banyak pilihan.

  1. OYO Life diperuntukkan untuk tenpat tinggal jangka panjang. Serasa rumah sendiri, nih! Fasilitasnya juga lengkap. Cocok banget buat yang cari kost-an!
  2. OYO Syariah ini dibuat sebagai properti family-friendly yang juga terjangkau!
  3. OYO Smart ini bisa dipakai buat para pelanggan yang menghendaki kamar nyaman namun tetap dengan harga yang nggak bikin kantong menangis,
  4. OYO Townhouse didesain untuk para traveler milenial yang menghendaki bangunan yang lebih kekinian.
  5. Flagship versi premium dari OYO Smart.
  6. Collection O adalah hotel premium yang dikelola OYO dengan infrastruktur dan lokasi yang strategis.
  7. Capital O adalah hotel yang mengedepankan aksesibilitas dan infrastruktur.
Semuanya memiliki keunggulan masing-masing. Inilah yang bikin aku jatuh cinta. OYO dapat digunakan untuk segala kegiatan. 

  • Eloknya Promo yang Gila-Gilaan 
Kata OYO dan promo sama sekali tidak bisa dipisahkan. Kasarnya nih, harga OYO itu udah murah. Nah sekarang ditambah dengan banyak promo gila-gilaan yang bikin lapar mata. Apa nggak makin pengin coba? OYO Indonesia ini sering banget ngadain promo nginep hotel yang kadang bikin terkejut saking nggak percayanya. Bayangin aja. Tiba-tiba ada hotel seharga 1 Rupiah! Ya, beli permen aja masih banyak kembalian. Kadang pula ngasih harga 17 Ribu! Bahkan di hari-hari tertentu, promo itu terus ada dan nggak hilang-hilang. Nggak percaya? Coba cek halaman utama aplikasi OYO-mu deh. Coba lihat beragam promonya! 


Banyak promo yang beragam! (Dok. Aplikasi OYO)

Masih kurang? Gini, kalian bisa undang teman buat dapetin berbagai macam benefit mulai dari OYO Cash yang bisa digunakan untuk setiap pemesanan hingga potongan harga yang lumayan banget buat bobok-bobok manja! Elok bukan? 
Undang teman buat dapetin menginap harga khusus! (Dok. Aplikasi OYO)

Nah dengan keunggulan LOVE di atas, bagaimana nggak cinta coba saya dengan OYO? 

BIKIN LAGU RAP KARENA CINTA OYO?! EMANG BISA?! 

Bukan, saya bukan seorang musisi. Saya sama sekali nggak bisa bermusik. Tapi saya amat suka dengan hip-hop. Apalagi musik Korea. Saya selalu suka bagaimana para musisi menyalurkan segala perasaannya baik keresahan kecintaan pengalaman, kebahagiaan, hingga kesedihan ke dalam lirik-lirik yang menyentuh. Rasanya dada ini ikut merasakan. 

Nah, sebagai bukti tanda cinta saya kepada OYO, saya memberanikan diri untuk debut. Mulanya saya takut lagu ini tak cukup banyak membuktikan cinta. Akan tetapi, saya berusaha sekuat tenaga dan tulus untuk membuatnya. 


Musik: Free Copyright Music
Lirik: Bimo Rafandha

Kerjaan gak selesai, terus bikin pusing kepala 
Mumet ke mana-mana, badan jadi resah-resah CF 
Kayak kesetanan, maunya terus marah-marah 
Ujung-ujungnya semua, jadi kayak kapal pecah 

Balik ke rumah, langsung pergi cabut liburan 
Packing sana-sini, biar nggak ada yang ketinggalan CF 
Sampai di sana, malah bingung cari penginapan 
Langsung buka handphone, liat OYO di halaman depan 

Gak perlu lama-lama, semuanya jadi mudah. 
Tinggal klik sini sana, bookingan terpesan sempurna 
Ada banyak pilihan, rumah sampai hotel berbintang 
Liburan hemat bahagia, Karna OYO selalu ada cinta. 

Yap, itu adalah gambaran pengalaman saya yang lagi mumet sama kerjaan. Di saat kepala pusing, saya selalu berusaha buat ada me time. Dan yang paling penting sih selalu pake OYO. Nggak susah buat booking, terus propertinya juga murah dan banyak pilihan bikin saya selalu senang buat balik lagi menginap. Bagaimana lagunya? Sesuai sama kalian juga nggak? 

YOGYAKARTA, PENGIN BALIK LAGI! 

Yogyakarta selalu jadi kota yang magis bagi saya karena di sana saya berasal. Saya amat menyukai segala hal tentang Yogyakarta. Budayanya yang masih kental, suasananya yang masih asri dan adem, masyarakatnya yang ramah-ramah, hingga makanannya yang bikin lidah bergoyang gak kentara. 

Meski kemarin sudah balik lagi berkunjung, tapi ada banyak hal yang belum sempat saya lakukan seperti menjelajah jejak batik Yogyakarta hingga menikmati romantisme matahari terbit dan tenggelam di pelataran. Yogyakarta dan segala hal yang ada di sana selalu bikin cinta. Dan itu yang bikin saya ingin kembali ke sana. 

Satu lagi yang bikin makin pengin ke Yogyakarta adalah untuk menjejal Hotel di Yogyakarta yang unik. Tentunya sih OYO yang ada di sana. Contohnya nih OYO 2627 Ratamya Co-Living yang punya konsep unik khas rumah modern tapi tetap dengan keminimalisannya. Ada pula OYO 594 Joglo Manggisan Syariah yang memiliki bentuk khas rumah Yogyakarta. Menarik banget bukan? Atau OYO 1304 Roemah Gladak Kebon Sidoluhur yang punya konsep lingkungan dan properti pondokan. Rasanya pengin sekali aku tinggali semua! 
Unik banget kan properti OYO Ratamya Co-Living? (Dok. Aplikasi OYO)

Bayangkan nginep di rumah tradisional khas Yogyakarta di OYO Joglo Manggisan Syariah! (Dok. Aplikasi OYO)

Gak hanya hotel, OYO Roemah Gladak Sidoluhur menyajikan sensasi menginap di pondokan! Cocok buat keluarga! (Dok. Aplikasi OYO)

Jadi, jika ditanya apa “Kenapa cinta OYO?” Saya akan menjawab banyak hal. Tapi satu yang pasti. OYO membantu saya menginap ke banyak tempat namun tetap dengan biaya yang tidak mencekat. OYO memberikan pengalaman menginap yang membekas bagi saya. Dan kalau sudah begitu siapa sih yang nggak jatuh cinta? 

Cheers!

Btw, aku udah follow media sosial OYO nih. Di sini bakalan ada info-info menarik dan yang pasti promo-promonya! Yuk ikutan follow!


Udah follow dong!

Nongkrong Nyaman di Cofi by Cozyfield Gramedia World

Mencari tempat yang enak buat nongkrong jadi hal yang cukup sulit di Palembang. Apalagi kegiatannya nggak cuma nongki-nongki cantik saja. Kegiatan yang memakan waktu lama seperti belajar, diskusi kerjaan, hingga cuma baca-baca cerita memerlukan tempat yang lebih proper. Takutnya kalau di tempat makan, hestek jadi bertebaran. 

Nah, beberapa waktu lalu, aku teringat akan sebuah tempat yang cocok banget dipakai buat berkegiatan lama. Tempat ini sebetulnya sering sekali aku kunjungi ketika dulu bikin skripsi selain Perpustakaan Bank Indonesia. Di tempat ini aku merasa semua kondisi yang kubutuhkan terpenuhi. Jadilah, ketika memang butuh tempat buat diskusi kerjaan bersama teman, aku merekomendasikan tempat ini. 

Cofi by Cozyfield Palembang adalah sebuah lini kafe yang biasanya ada di toko buku Gramedia. Di Palembang sendiri, Cofi by Cozyfield terletak di Lantai Dasar, Gedung Gramedia World Jalan Kol H. Burlian Palembang. Akses ke sini mudah, kok. Kalian bisa gunain LRT dan berhenti di halte Punti Kayu. Mau naik bus? Ada Trans Musi yang haltenya tepat di depan gedung. Paling mudah sih naik ojek daring. Mau bawa kendaraan sendiri? Oke aja. Parkirnya luas, euy. 

Secara garis besar, Cofi by Cozyfield Gramedia World Palembang ini memiliki nuansa yang klasik namun tetap minimalis. Dengan ruang terbuka yang dapat dilihat bahkan ketika kita pertama kali masuk ke dalam gedung Gramedia World-nya. Di sebelah kiri pintu masuk, terdapat minibar tempat kita memesan. Di atasnya, terdapat beragam menu yang bisa dipesan mulai dari kopi, non kopi, makanan ringan, hingga makanan berat. Cocok deh buat lama-lama. Di sini juga kita bisa lihat para barista membuat kopi. 




Cofi by Cozyfield sendiri memiliki satu ruangan besar semi outdoor yang terdiri atas tiga partisi. Ruang pertama sekaligus paling besar kita temui bangku-bangku dan meja yang tersusun rapi di tengah ruangan. Di paling ujung terdapat dua tempat lesehan dengan partisi buku-buku yang ada di tengah keduanya. Ini adalah spot favoritku. Kita bisa bersantai sambil mengerjakan tugas dengan santai. Dan di sisi kanan ruangan terdapat pintu yang membawa ke ruang kecil dengan meja memanjang. Ruangan ini diperuntukkan bagi orang-orang yang ingin nongkrong sambil merokok. 








Untuk makanannya sendiri, harganya berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 35.000. Dulu, aku senang sekali memesan mi goreng spesial. Dengan toping yang royal, aku bisa bilang bahwa mi goreng di sini salah satu yang terenak yang pernah kucoba. Untuk minumnya, aku suka sekali Green Thai Tea. Bukan, ini bukan kayak teh thailand kebanyakan, Green Thai Tea di sini nggak pakai susu. Ya kayak teh biasa tapi berwarna hijau. Tapi enak dan bikin segar. Aku juga pesan pasta aglio lio yang suprisingly pedas. Tapi topping seafood-nya royal banget. 


Kalau aku kemarin memesan menu baru dari Cofi by Cozyfield yaitu Korean Sandwich seharga Rp 18.000. Dengan menambah Rp 2.000 kita juga bisa mendapatkan es teh manis! Menyenangkan bukan? Korean Sandwich disajikan dalam gelas kertas yang unik. Di dalamnya empat potong roti yang telah dipanggang tampak krispi. Keduanya mengapit semacam omelet beraneka sayur. Pun ditambah mayonais yang creamy abis. Jadinya? Surga dunia. Cocok banget nih buat teman belajar. 


Temanku sendiri memesan nasi mangkuk berisi sayap ayam dengan saus blackpepper. Ini juga salah satu varian menu dari baru dari Cofi by Cozyfield. Komentarnya sih ayamnya nggak terlalu keras. Bumbunya juga enak. Yang jelas nasinya cukup ngenyangin. Ada telur mata sapi juga jadi pelengkap. Dengan harga Rp 30.000 ditambah es teh manis, aku rasa worth it. Lain lagi temanku satu lagi. Ia memesan varian cheesee tea candy. Katanya sih rasanya mirip soju peach. Haha. Karena aku belum coba, aku gak bisa kasih rekomendasi. 


Untuk suasananya sendiri, aku rasa Cofi by Cozyfield adalah tempat yang ideal. Bila weekdays, tempat ini kadang sepi sehingga enak sekali dipake nongkrong lama. Tapi bila weekend menerjang, ramainya nggak ketulungan. Bagi yang pengin cari tempat yang enak buat duduk lama-lama bersama teman atau keluarga, bisa banget cobain Cofi by Cozyfield.

Cheers!

Cobain By.U! Bongkar Kotak dan Kesan Pertama!


Disclaimer dulu. Ini bukan review berbayar dari produk bersangkutan. Murni memberikan informasi berdasarkan pemakaian pribadi.

Ada yang kenal By.U? Jadi beberapa bulan terakhir, nama ini sering sekali wara-wiri di lini masa media sosialku. Apalagi, para gadget reviewer ikut-ikutan. Mulanya aku sama sekali tidak tertarik. Sebab bagiku memiliki dua kartu provider saja sudah cukup sulit. Akan tetapi, lama kelamaan aku tergelitik. Dengan konsep kartu yang ‘anak muda’ banget akhirnya aku menyerah. Tepat saat kartu yang biasa kupakai untuk internetan kuotanya habis, aku pun membelinya. 

Jadi, By.U ini adalah kartu provider yang berada di bawah naungan Telkomsel yang menjual kebutuhan generasi Z dengan cara digital mulai dari memesan kartu hingga membeli paket yang akan dipakai kemudian. Yang jadi unggulan yang ditawarkan adalah By.U dibuat dengan karakteristik Gen Z yang hobi banget online, malas gonta-ganti kartu internet, dan akses mudah beli pulsa. Semua layanan dari By.U dapat diakses melalui aplikasi di layar ponsel pintar. 

Nah, melihat dan membaca tentang By.U, aku pun memutuskan untuk mencoba. Hitung-hitung paket data udah habis. Siapa tahu cocok, kan? 

Nah, bagi kalian yang bingung, aku kasih penjelasannya, nih. 

  • Pertama kalian harus download aplikasinya terlebih dahulu. Kalian bisa cari by.U di appstore ponsel pintar kalian. 
  • Klik Create a Package buat cari pilihan data yang cocok buat kalian. Banyak pilihan nih mulai dari 2 GB hingga 10GB. 
  • Setelah itu kalian akan ada di hadapkan dengan halamn topping. Jangan bingung. Toppimg ini sebatas tambahan dari paket data yang telah kalian inginkan. Kalau kalian enggan menambah, don’t worry! Skip aja! 
  • Setelah itu, kalian akan masuk ke halaman akun. Bagi yang udah punya akun, bisa langsung log in. Bagi yang belum punya silakan daftar dulu!
  • Pilih nomor! Akan ada lima pilihan nomor yang bisa kamu pilih. Nggak sreg? Tunggu lima menit. Nomor akan berganti. Begitu terus sampai kalian pilih nomornya.
  • Sehabis itu, pilih metode pengiriman. Kalian bisa minta dianter atau ambil sendiri kartu SIM. 
  • Masukkan informasi pengiriman kalian. Di sini kalau kalian ada di area Pulau Jawa, kartu SIM gratis dikirim. Luar Jawa? Biaya hanya Rp 10.000!
  • Setelah selesai, pilih cara bayar. Bisa pakai Gopay, Link Aja, OVO, Dana, atau transfer akun virtual. Bebas!
  • Kita akan dibawa ke halaman review untuk melihat pemesanan yang kita lakukan! 
  • Sudah bayar? Tunggu sebentar! Masuk ke laman lacak SIM! Eh, langsung dikirim! Tinggal nunggu deh! 

Proses pengiriman kartuku memakan waktu dua hari untuk sampai di Palembang. Dan selama itu, aku pun deg-degan. Ketika kurir bilang, “Paket!” dua hari kemudian, aku pun langsung menyambangi. Kartu ini dikirim menggunakan kemasan amplop cokelat yang terlihat kokoh. Aman deh pokoknya. 

Nah ingin tahu aku dapet apa aja? Nih! 
Jadi satu paket kartu sim terdiri atas: 
  1. SIM Card yang bisa diubah ukurannya dari mikro hingga nano. 
  2. SIM ejector 
  3. Kartu permainan 
Yap hanya tiga itu. Yang paling bikin senang sih adanya SIM ejector ya. Biasanya di kartu-kartu provider lain, SIM ejector tidak disertakan. Hal ini mempermudah kalau mau gonta-ganti kartu! 

Mengaktifkan Kartu SIM By.U

Nah untuk memakai kartu By.U ini pun mudah. Cara mengaktifkan Kartu SIM By.U adalah sebagai berikut.

  • Masukkan kartu SIM ini ke dalam ponsel pintar kalian. Tunggu hingga sinyal data By.U muncul. 
  • Jika kalian menggunakan sambungan wifi, nonaktifkan terlebih dahulu. 
  • Atur internet kalian dengan memilih jaringan By.U.
  • Siapkan KTP dan KK untuk mendaftarkan nomor. 
  • Buka aplikasi By.U kalian lalu pilih ‘Aktifkan SIM’ di layar utama. 
  • Isi data sesuai dengan KTP dan KK yang kalian punya. 
  • Tunggu sejenak ketika kartu sedang diaktivasi. 
  • Kartu siap digunakan! 

Nah, rasanya nggak afdol kan kalau nggak langsung dicoba. Untuk review dari By.U akan aku buat halaman tersendiri ketika aku telah memakainya sampai habis. Tapi, aku bakalan kasih rata-rata kecepatan By.U ketika pertama kali kupakai. Tes ini kulakukan dengan menggunakan aplikasi Speedtest. 


Bagaimana? Lumayan banget kan? Aku bisa bilang bahwa By.U memiliki kecepatan di atas provider-provider lain yang pernah kupakai! Nonton youtube pun nggak buffering sama sekali! Mantap pokoknya! 

Kesan pertamaku sih, By.U memang provider yang dibuat untuk menjawab keresahan akan paket data internet yang murah tanpa tipu daya. Cukup akses aplikasi, semua tersaji. Nggak ada biaya lain-lain. Apa yang kita beli itu yang kita raih. So far so good! Mau coba? 

Cheers!