Rabu, 25 September 2019

Gigit Jari Data Lari, USB OTG SanDisk Datang Gak Jadi #DibuangSayang


Tahu nggak apa notifikasi paling menyebalkan yang ada di ponsel pintarku? Biasanya ketika notifikasi itu muncul, hari-hariku akan berubah jadi sibuk. Pilah dan pilih. Memikirkan mana yang harus tinggal dan menetap. Dan mana yang harus aku eliminasi. Ya, sedrama itu. Notifikasi itu akan hadir tiba-tiba. Muncul begitu saja di puncak pemberitahuan lain. Dan bila ini muncul, fungsi ponsel pintar akan terganggu.

Gimana? Udah tahu apa notifikasinya?
Notifikasi Menyebalkan. (Dok. Pribadi)
Yap. Notifikasi di atas! Look! Apa nggak belingsatan?

Sebagai seorang blogger dan konten kreator, ponsel pintar adalah perkara penting. Semua konten yang kubuat kulakukan hanya lewat smartphone ini. Mengedit foto, membuat video, mengunggah ke media sosial semua kulakukan lewat alat satu ini. Permasalahannya, semakin ke sini, aplikasi ponsel memerlukan memori yang tidak sedikit. Pembaruan selalu ada tiap hari. Sedangkan, untuk menghasilkan konten yang bagus pun, besaran file-nya nggak sedikit.

Sebagai contoh, aku selalu mengambil gambar atau video lewat kamera mirrorless yang kubawa. Selanjutnya, aku akan memindahkan semua file tersebut ke dalam smartphone lalu memilih yang mana yang bagus dijadikan konten. Lalu, aku akan mengeditnya lewat aplikasi yang kadang satu dan dua aplikasi saja. Hasil dari sana akan aku cek ulang untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Selanjutnya tentu aku meng-upload ke ssial media atau blog. Ribet? Tentu. Yang jadi masalah adalah kadang ada file-file yang #DibuangSayang. Meski aku masih bisa mengaksesnya lewat laptop, tapi mobilitas yang tinggi kadang bikin gigit jari.

Nah, itu baru masalah file buat konten. Buat entertainment? Beda lagi. Dengan memori smartphone yang hanya 32GB mau nggak mau aku terpaksa mengesampingkan hal ini. sebagai fans drama Korea yang vivid, tahu sendiri kalau satu episode drakor bisa mencapai 300MB. Itu pun yang kualitasnya 480P. Mau yang lebih besar? Ya jangan mimpi. Mana tiap hari. Alhasil, aku hanya bisa streaming. Kuota melarat makin sekarat. Fiuh. Main game pun demikian. Jangan harap bisa install game battleroyale kekinian. Wong satu file aja udah sampai lima giga! Mana cukup buat ngapa-ngapain.


MEMORI SAYANG MEMORI MALANG, DATA HILANG PUSING MENERJANG

Pentingnya memori ini juga buatku jadi khawatir. Ketika memori smartphone terbatas, salah satu jalan biar nggak kehilangan data tentu mem-back up data. Akan tetapi, permasalahannya adalah kadang pekerjaanku yang memerlukan mobilitas tinggi bikin perkara mem-back up data jadi sedikit rumit. Bayangkan berapa banyak waktu yang harus kusiapkan untuk menyalakan laptop atau komputer, menyambungkan kabel data ke smartphone lalu memilah dan memilih data yang harus di-back up? Ribet kan ya?

Padahal sesungguhnya kehilangan data bukan jadi hal yang asing bagiku. Sehabis pulang dari liburan ke Singapura akhir tahun lalu, aku sempat mengalaminya. Kala itu aku memang lebih sering mengambil gambar dan video lewat ponsel yang kupakai. Dan pada suatu pagi, aku sedang menonton layanan streaming lewat ponsel, tiba-tiba saja smartphone-ku mati. Semula kukira hanya kehabisan baterai—meski aku yakin sudah mengisi daya semalaman. Saat kucoba untuk menghidupkannya, smartphone-ku mentok di logo. Saat itu aku memilih berpikir jernih. Namun makin lama pikiran negatif menghampiri.

Alhasil karena nggak kunjung menyala, aku mencoba mencari upaya. Aku membawanya ke tempat servis ponsel dan tahu kabar apa yang kudapat: semua data harus hilang! Yap. Tahu nggak rasanya patah hati? Kayak semua dunia tiba-tiba runtuh begitu saja. Dunia mendadak abu-abu. Rasanya di kepala banyak kenangan yang ikut memutar. Momen-momen yang kuabadikan lewat ponsel terpaksa hilang begitu saja secara tiba-tiba. Dan karena nggak ada alternatif lain, aku terpaksa mengiyakan.
Chat Maut Bikin Kalang Kabut. (Dok. Pribadi)
Rupanya bukan hanya aku yang mengalami demikian. Menurut survei yang dilakukan oleh Western Digital melalui Indonesian Consumer Habit and Data Management Survey, sekitar 67 persen responden pernah mengalami kehilangan data dan hanya sepertiga yang melakukan back up data. Padahal 80 persen dari responden yang berjumlah 1.120 responden menyadari pentingnya pencadangan data tersebut! Menurut Amy, Direktur Sales Regional Western Digital salah satu alasannya karena pikiran mencadangkan data adalah sesuatu yang rumit dan sulit. Terlebih memakan banyak sekali waktu. Padahal saat kita sibuk menghasilkan gambar, video, atau konten apapun, kerap kali kita lupa melindungi pentingnya data tersebut. Sama banget kan denganku. Ups! Hahaha!
Hasil Survei Western Digital. (Dok. Sandisk)

Padahal smartphone bisa dibilang udah jadi bagian dari hidup masyarakat Indonesia. Survei mencatat bahwa 97 persen masyarakat Indonesia mengandalkan smartphone sebagai gawai utama dalam keseharian mereka seperti gaming, navigasi, streaming, hingga belanja online! Sedangkan smartphone yang dipakai kebanyakan memiliki memori 16 GB dan 32 GB. Hal ini menyebabkan para pemakai harus menghapus data agar notifikasi menyebalkan ‘memori penuh’ nggak muncul. Aku pun melakukan demikian.
Kurang Satu Giga. (Dok. Pribadi)
Untuk penggunaan memori penyimpanan pun kebanyakan orang Indonesia hanya memiliki 1-3 GB memori di pnsel pintarnya. Aku pun demikian. Kadang saat membuka aplikasin tertentu, notifikasi muncul. Hal ini berpengaruh dengan jalannya aplikasi lain yang ada di simartphone. Otomatis kerjaan jadi terganggu karena memori penyimpanan semakin sedikit.
Bisa Bikin Pusing. (Dok. Pribadi)
Lantas, bagaimana solusinya?


USB OTG PENYELAMAT, DATA TAK JADI TAMAT

USB On The Go atau biasa dikenal dengan USB OTG mungkin nggak asing lagi di telinga kita. Mulai populer pada tahun 2016 awal hingga sekarang, kemunculannya bak angin segar di bidang back up data. USB OTG adalah fitur yang dimiliki oleh ponsel pintar yang memungkinkan para pengguna smartphone untuk mengakses flash drive tanpa menggunakan perangkat komputer. Dewasa ini, fitur USB On The Go telah tersedia hampir di semua ponsel pintar. Dengan fitur ini, kita dapat membaca, mengedit, hingga memindahkan data dengan mudah ke dalam perangkat penyimpanan flash drive. Untuk menggunakan fitur ini, kita diharuskan memiliki OTG Adapter—kabel penghubung ponsel dengan Flash drive. Setelah tersambung, kita dapat melihat dan mengaksesnya lewat smartphone kita. Mudah bukan?

Namun, seperti sifat dasar manusia yang nggak pernah puas, keberadaan OTG Adapter pun dinilai sulit. Hal ini karena sifatnya yang hanya mentransfer—bukan menyimpan, jadi mau nggak mau membutuhkan ‘memori tambahan’ berupa flash drive. Dan ini membuat proses penyimpanan data menjadi tidak efektif. Bayangkan kalau tiba-tiba lupa bawa flash drive, ujung-ujungnya data tetap nggak bisa di-back up. Melihat tren itu, Western Digital Corp. melalui brand SanDisk® adalah memberikan solusi kepada para pengguna dengan mempermudah dan mempercepat proses penyimpanan dan back-up data di perangkat mobile. Dan itu adalah USB OTG SanDisk.

SI KECIL MEMORI GEDE, SIMPAN DATA MAKIN PEDE

Bisa dibilang USB OTG SanDisk adalah cara praktis bagi kita untuk mem-back up data. Dengan data yang semakin banyak dengan besaran yang berbeda di smartphone perangkat USB flash drive ini jadi penyelamat. Adanya dual konektor: konektor ponsel di satu sisi dan konektor USB 3.0 di sisi lainnya membuat kita dapat menyimpan data secara real time dari satu perangkat ke perangkat lainnya tanpa perlu khawatir. Konektor pnsel dapat disesuaikan dengan tipe ponsel yang kita miliki apakah Micro USB dan Type C untuk perangkat android hingga lightning untuk pengguna iPhone. Lengkap!
SanDisk Ultra Dual Drive m3.0 (Dok. Pribadi)
Berbeda dengan adapter OTG kita bisa langsung menyimpan file dengan si kecil ini, loh. Karena memang fungsi utamanya adalah flash drive maka terdapat kapasitas memori yang beragam di alat ini mulai dari varian 16 GB, 32 GB, 64 GB, hingga 128 GB. Semuanya tersedia sesuai dengan yang kita butuhkan.

Dari sisi desain sendiri, kesan praktis dan minimalis terbaca dari alat ini. Untuk varian yang kupunya: SanDisk Ultra Dual Drive m3.0, ada dua warna menarik yang bisa dipilih: emas dan abu gelap. Dengan dimensi yang compact bikin mudah disimpan di mana saja. Terdapat pelindung berbahan plastik kuat dengan satu lengkungan yang dapat berfungsi untuk kaitan agar tidak hilang di sisi-sisinya. Sebagai pelindung konektor yang ada. Di tengahnya terdapat slide yang dapat digeser untuk memunculkan salah satu dari dua konektor apabila ingin digunakan. Beratnya pun hanya lima gram! Sophisticated, kan?
Desain Cantik Buat Mata Menggelitik. (Dok. Pribadi)
Beranjak ke sisi konektivitas, kecepatan transfer dari satu perangkat ke perangkat ini mencapai 150 MB/s. Hal ini dikarenakan port USB telah mendukung USB 3.0. Dan kompatibilitas bisa ke  smartphone yang mendukung OTG dan sistem operasi komputer mulai dari Windows Vista hingga keluaran terbaru Windows 10. Tak lupa Mac OSX dan versi terbarunya juga ikut didukung. Dan satu fitur andalan dari #SanDiskAPAC, ada SanDisk Memory Zone yang dapat membantu kita dalam membaca, mengatur, hingga mengelola data yang ada di dalam memori kita. Mudah bukan?
Mudah Menyambungkan Ke Smartphone Pendukung. (Dok. Pribadi)
Kemudahan itu juga kita dapatin saat ingin memindahkan data kita ke perangkat komputer. USB OTG SanDisk ini langsung terhubung dan terdeteksi di perangkat tanpa perlu aplikasi tambahan. Sesederhana itu! Dan untuk garansi sendiri SanDisk memberikan lima tahun garansi yang bisa dipakai bila perangkat bermasalah. Kurang baik apa lagi coba?
Bukan Flash Drive Biasa. (Dok. Pribadi)
Cara memakainya pun praktis. Kita cukup menancapkan perangkat ini ke port micro-USB di smartphone dan perangkat akan otomatis mengenali. Setelah itu, proses transfer data atau back up data dilakukan dengan membuka file manager yang ada di dalam ponsel. Setelah itu, kita bisa langsung melepaskan dengan melakukan ‘save remove’ perangkat melalui notifikasi panel. Dan voila... praktis bukan? Saat memakainya ke komputer pun mudah. Sama saja dengan flash drive standar yang biasa kita pakai.

Bagaimana? Tertarik? Satu hal yang bikin semuanya sempurna adalah harga USB OTG SanDisk ini terjangkau loh. Untuk varian paling murah bisa didapat dengan harga 70 ribuan! Pokoknya bisa cek aja di Official Store-nya di Shopee!

Perkara mencadangkan data memang jadi yang krusial di era teknologi informasi dewasa ini. Apalagi smartphone sudah jadi bagian gaya hidup masyarakat Indonesia. Keberadaan USB OTG SanDisk dapat jadi solusi apalagi bagiku yang malas mem-back up data. Dengan adanya perangkat ini, perkara mencadangkan data menjadi lebih mudah dan praktis. Pekerjaan lancar, data nggak melar!

Jumat, 20 September 2019

Pembiayaan UMi: Bukti Nyata #UangKIta


"Kue... Kue..."

Satu kata itu sering sekali kudengar menjelang akhir pekan. Biasanya, tiap siang hingga petang, suara itu terngiang-ngiang di kompleks perumahanku yang sepi. Ibarat alarm, dengan satu kata itu, semua keluargaku langsung bergerak, memanggil sumber suara, lalu berkumpul di teras rumah. Tak lama, sang pemilik suara pun muncul lalu mengambil tempat duduk di hadapan kami. Dengan cepat, kami ikut duduk melingkari.


Ibu Sri—biasanya kami lebih sering menyebutnya dengan panggilan Bibi Kue—selalu berteriak menjajakan kuenya tiap petang akhir minggu. Sedari aku kecil, ia masih betah berkeliling di daerah sekitar rumahku. Dengan nampan besar yang terlihat lumayan berat, ia membawa pelbagai jajanan pasar di atas kepalanya. Mulai dari pempek hingga klepon. Dari agar hingga jongkong. Semua kue tradisional ada. Pun tak lupa gorengan seperti tahu dan bakwan. Semua tersedia. Tak pernah berubah.

Nah, pada sore minggu lalu, seperti biasa kami bertukar banyak percakapan. Di sela-sela ritual penyantapan jajanan pasar yang ada di hadapan kami, ada lembaran-lembaran kisah yang turut keluar. Beberapa waktu, aku akan cerita mengenai kehidupanku. Kuliah kerja, atau segala macam. Lain waktu ia bercerita tentang keluarganya. Ia dan keluargaku seperti dua orang asing yang sudah nyaman berbagi cerita.


Pada hari itu, ia bercerita tentang hari-harinya. Kisah dibalik nampan besar yang ia bawa di kepala. Aku baru tahu ternyata bahwa selama ini kue-kue yang kami makan bukanlah buatannya. Dari dulu, ia mengambil kue dari pembuat dengan syarat kue tersebut harus habis hari itu juga. Syarat itu cukup menyusahkan karena kadang, bila keadaan tidak mendukung, ia akan kembali tanpa satu kue pun yang terjual. Dan ini berlangsung belasan tahun, dan karena keadaan pula, ia hanya bisa pasrah.

Sempat aku bertanya kenapa ia tidak memilih menjual sendiri kue-kue yang ia buat dan ia hanya tersenyum. Baginya, modal untuk membuat kue-kue tersebut termasuk besar dan ia masih tidak sanggup. Apalagi bila harus kredit ke lembaga keuangan. Bunga besar atau cekikan rentenir menjadi-jadi. Ia tidak sanggup bila menjalani hidup bak cerita orang-orang yang ditagih hutang. Aku mendengarnya saksama lalu diam. Percakapan kami mengambang, tanpa satu solusi yang keluar.

  

Permasalahan itu mungkin terjadi nggak hanya bagi Ibu Sri. Potret usaha yang memiliki akses dana yang terbatas cukup membuat para pelaku ketar-ketir. Dapat dibilang usaha yang dilakukan oleh Ibu Sri adalah jenis usaha mikro. Banyak sekali contoh nyata usaha mikro dan ultra mikro yang ada di sekitar kita. Tengok saja pedagang-pedagang warung hingga pedagang kaki lima. Usaha mikro sendiri menurut Keputusan Menteri Keuangan No. 40/KMK.06/2003 adalah suatu usaha produktif milik keluarga atau perorangan warga negara Indonesia yang memiliki penjualan paling banyak Rp 100.000.000 per tahun. Sedangkan usaha ultra mikro memiliki definisi usaha yang lebih kecil.

Dalam perkembangannya, salah satu permasalahan paling mendasar dari usaha jenis ini adalah ketersediaan modal usaha. Saat ingin memajukan usaha mau tidak mau modal yang dibutuhkan itu besar. Hal ini berpengaruh pada jumlah produksi untuk mendapatkan omzet yang lebih besar. Berbanding terbalik dengan ketersediaan akses dana yang memadai. Hal inilah yang kadang membuat para pelaku usaha mikro mati suri.




Beberapa tahun terakhir, pemerintah sudah sangat fokus dengan kegiatan UMKM sebagai pendongkrak perekonomian Indonesia di skala yang paling kecil. Beragam kebijakan yang menguntungkan sektor ini dibuat. Hal ini bertujuan agar angin segar di bidang UMKM terus ada. Dalam hal akses terhadap pembiayaan pun, pemerintah tidak main-main. Beragam skema kredit program diluncurkan demi menjaga pembangunan ekonomi di sektor prioritas.

Namun, skema tersebut memiliki keterbatasan. Dalam pelaksanaannya, skema tersebut tidak dapat diterapkan pada kelompok usaha yang lebih kecil seperti usaha mikro dan ultra mikro. Kelompok ini meski memiliki usaha yang layak dan produktif, namun tidak cukup ‘bankable’ untuk mengakses pembiayaan perbankan. Nah, menyikapi hal ini, pemerintah melalui Kementrian Keuangan Direktorat SMI dan BLU Pusat Investasi Pemerintah meluncurkan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sebagai solusi bagi pelaku usaha yang membutuhkan dana tak lebih dari Rp 10 juta dengan mudah dan cepat. Melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 95/PMK.05/2018 semua sudah diatur.

Dalam pelaksanaannya, Pembiayaan UMi menggandeng Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) yang dapat memberikan pendampingan dalam kegiatan usaha. Kadang usaha mikro memiliki sumber daya yang terbatas untuk mengembangkan usahanya. Untuk itulah, pendampingan ini bersifat konseling agar terciptanya kemandirian usaha. Pendampingan dapat berupa motivasi, konsultasi usaha, peningkatan sumber daya manusia (SDM), dan pengawasan. Hal inilah yang membedakan pembiayaan UMi berbeda dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selain itu skema dana bergulir dari pemerintah melalui APBN yang disalurkan kepada masyarakat melalui penyalur sebagai Pembiayaan UMi juga berbeda dengan KUR yang mengedepankan subsidi bunga.

Cara mendapatkan pembiayaan UMi pun mudah. Calon debitur hanya perlu NIK, Surat Izin Usaha, dan tidak sedang menerima pembiayaan lain. Dengan begini, pelaku usaha dapat mengaksesnya dengan cepat dan mudah, bukan? Skema pinjamannya pun disesuaikan dengan karakteristik wirausaha mikro yaitu pinjaman grup dan individu. Pada pinjaman grup, semua anggota bertanggung jawab untuk maju bersama-sama dengan membayar anggunan melalui tanggung renteng. Sedangkan untuk individu, lebih dipersiapkan untuk dapat naik kelas meminjam dengan skema KUR.

Pembiayaan UMi adalah bukti nyata bagaimana uang kita disalurkan. Bagi orang-orang seperti Ibu Sri, pembiayaan modal usaha amat dibutuhkan demi melangsungkan usaha mereka. Meski saat ini sudah lebih dari 300.000 usaha yang menerima pembiayaan UMi, ini tidaklah cukup. diperlukan kembali sosialisasi-sosialisasi yang dapat merangkul para pelaku usaha agar dapat berkembang. Dewasa ini, jeratan renternir amat kuat bagi kalangan dengan usaha mikro. Pembiayaan UMi setidaknya mampu membuat dana yang dipakai sebagai modal adalah dana sehat, bukan berbunga yang menjerat. Bila ini terus berjalan, bukan tidak mungkin nanti, pelaku usaha seperti Ibu Sri dapat menjajakan kuenya sendiri.



#UMicroScope #KenaliUMiLebihDekat

Selasa, 10 September 2019

#PucukCoolinaryFestival : Makan, Cerita, dan Jajan di Satu Tempat

Palembang adalah kota kuliner, begitu yang orang-orang bilang. Sebutan ini bukannya tanpa alasan. Sejak dahulu, jika wisatawan baik lokal maupun mancanegara bertandang ke sini, yang pertama mereka cari tentu kekayaan kulinernya. Ada banyak sekali makanan yang ada di kota ini seperti pempek dan turunannya hingga makanan basah manis seperti maksuba hingga delapan jam. Semua tersedia, tinggal pilih yang mana.

Nah, melihat potensi kekayaan kuliner tersebut, Pucuk Harum pun menjadikan kota ini sebagai persinggahan ketiga acara dengan tajuk #PucukCoolinaryFestival. Pada tanggal 5 September 2019, bertempat di Hotel Harper Palembang, Pucuk Harum memperkenalkan gelaran kuliner terbesar di Indonesia ini kepada awak media. Saat itu aku pun termasuk yang diundang untuk melihat apa saja persiapan yang telah dilakukan.

Acara dimulai dengan makan siang bersama, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan dari Pak Kitto Kristanto selaku Junior Brand Manager Teh Pucuk Harum dan Kak Dina Oktaviany pemilik akun kuliner di Palembang yaitu makanpakereceh.plg. Pak Kitto menjelaskan bahwa setelah Yogyakarta dan Medan, kota Palembang dipilih karena perkembangan usaha kuliner di kota Palembang sedang berkembang pesat. Ada banyak pelaku usaha kuliner yang menjamur sehingga memberikan banyak pilihan bagi masyarakat untuk mencoba.

Dengan tagline Temukan Rasa Favoritmu, Pak Kitto ingin memberikan tempat bagi masyarakat Palembang untuk dapat mencicipi semua kuliner yang legendaris hingga kekinian dalam satu tempat saja. Gelaran ini diadakan tanggan 7-8 September 201, di Lapangan Parkir PTC Mall Palembang. Yang menjadikannya yaitu adanya tiga zona: Manis, Pedas, dan Gurih yang bisa masyarakat pilih dengan lebih dari 100 tenant yang berpartisipasi. Pembagian zonasi ini memudahkan penikmat kuliner untuk mencicipi rasa favoritnya. Dan yang paling penting, tiket masuknya gratis!

Kegiatan ini juga disambut baik bagi foodies kota Palembang. Kak Dina dari @makanpakereceh.plg mengatakan bahwa dengan festival kuliner ini, kita dapat mengetahui dan mencicipi kuliner dengan beragam pilihan rasa yang mungkin belum kita ketahui. Selain itu, Pucuk Coolinary Festival juga mendorong para UMKM makanan untuk unjuk gigi untuk menyajikan makanan terbaik.

Dalam paparannya juga Pak Kitto mengatakan selain dapat mencicipi makanan yang banyak di lebih dari 100 tenant, ada banyak promo dan acara juga yang diberikan seperti Spicy King Noodle Contest, Happy Hour, hingga Bagi-bagi 10.000 porsi pempek GRATIS! Keren nggak tuh!
Dari paparan tersebut, rasanya sudah nggak sabar buat ke #PucukCoolinaryFestival Palembang, kan?


IT’S D-DAY!

Tanggal 7 September 2019, aku sudah bersiap pagi-pagi sekali untuk menuju Lapangan Parkir PTC Mall Palembang. Ketika sampai, aku sudah disambut oleh para blogger yang ikutan datang untuk memriahkan #PucukCoolinaryFestival Palembang ini. dari luar aku sudah dapat melihat sebuah gerbang berwarna merah menyalak tinggi menjulang di tengah-tengah lapangan. Dari tempat berdiriku, ada tenan-tenan makanan yang tak berujung. Rasanya seperti lorong merah penuh kenikmatan.

Pukul sepuluh, acara pembukaan pun dimulai.  Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Sumatera Selatan, Ir. Hj. Ernila Rizar, MM mewakili Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, H. Isnaini Madani, dan National Sales & Promotion Head PT. Mayora Indah Tbk., Henry David Kalangie, bertempat di Lapangan Parkir Palembang Trade Center (PTC) Mall sebagai bentuk apresiasi terhadap penyelenggaraan festival kuliner terbesar ini. Bertepatan dengan sirine yang berbunyi nyaring, akhirnya #PucukCoolinaryFestival resmi dibuka! Nggak afdol kalau nggak potong pita kan? Jadilah para pejabat terkait memotong pita lalu mulai berkeliling. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, aku dan teman-teman bloggerku yang datang pun ikut antusias.

Pertama kali masuk, kita akan disambut dengan Zona Gurih. Di sini kurang lebih ada 30 tenan yang berpartisipasi sebut saja makanan legendaris seperti Pindang Burung Bu Romlah hingga makanan kekinian Cilor Jolly! Pempek pun nggak ketinggalan. Untuk yang hobi makanan berat ada pecel lele juga loh. Tak lupa ada Mie Ayam Sari Mulia yang sudah terkenal seantero Palembang. Semuanya kumpul jadi satu!


Berdampingan dengan Zona Gurih, ada Zona Manis yang bikin ngiler. Sajian lengkap sebagai pencuci mulut tersusun rapi di kanan kiri. Mau kue kombinasi khas Palembang? Ada Makojo dari Bunda Rayya yang bisa dicicipin. Atau mau kekinian? Queen Moza ahlinya. Antrian pun panjaaaaaaaaaaaaang sekali. Dan psst.. ada Sang Pisang juga loh di sini!


Sebelum beranjak ke zona terakhir di tengah venue terdapat panggung besar dengan puluhan bean bag berwarna hijau merah yang terhampar. Ini sih pasti bakal jadi tempat favorit buat sore menunggu senja hingga malam saat menonton hiburan. Di sini juga ada Pucuk Harum Centre. Kalian bisa beli pucuk harum di sini loh! Dan surprise! Ada pucuk harum 1,5 Liter!


Zona selanjutnya adalah zona paling menantang. Bagi para pecinta makanan yang panas dan menggelitik, bisa banget ke Zona Pedas. Puluhan tenan menyajikan makanan dengan cabai yang berlimpah. Sebuk saja tahu bakso pentol, hingga asinan. Pedas dari level satu hingga sepuluh ada semua. Cicipi satu per satu menunya.


TEEEEEEEEEET!

HAPPY HOUR DIMULAI!

Eh apa ini? Rombongan berseragam merah Pucuk Harum berkeliling sambil memainkan alat musik serupa drum. Tak ayal aksi itu menyita perhatianku dan pengunjung sekitar. Rupanya ini adalah bagian dari promo Happy Hour yang dicanangkan. Untuk memanjakan para foodies yang datang, #PucukColinaryFestival juga ngadain promo-prmo menarik seperti Happy Hour ini. Jadi, bila pengunjung membeli paket Pucuk Harum tertentu akan ada potongan Rp 10.000 di semua tenan yang ada! Keren kan ya? Bisa belanja dan makan puas!



Eits tak hanya itu. Menggandeng dompet digital Indonesia DANA, Pucuk Harum memberikan cashback hingga 50%! Kenyang-kenyang tuh! Bisa dipakai di mana saja asal dibayar menggunakan DANA. Untuk top up pun mudah. Ada banyak petugas DANA yang tersebar di sekitar venue. Gak mau menyia-nyiakan kesempatan semuanya pun langsung kuserbu!






Saat berjalan mencari makanan lain, mataku mengekori antrian panjang orang-orang di satu tempat. Rupanya pembagian pempek gratis 10.000 porsi dimulai! Wah! Ini adalah acara menarik sekali. Selain memperkenalkan kembali pempek bagi yang belum tahu, acara ini juga bikin semua bersatu. Atas nama pempek. Hahaha.

Tak hanya bagi para foodies, di #PucukCoolinaryFestival ini para tenant pun ikut diajak berpartisipasi loh. Jadi, bila kita membeli di satu tenant struk yang dikasih bisa kita tukarkan dengan hak voting tenant favorit. Kita dapat memilih tenant yang kita sukai. Selain itu, kita juga berkesempatan memenangkan GRAND PRIZE 1 MOTOR NMAX SETIAP HARI! Wuih! *langsung belanja banyak*

Satu hal yang aku sukai dari acara ini adalah tersedianya fasilitas yang mendukung seperti medis yang setia memantau, tempat cuci tangan, hingga WC virtual. Hal ini memudahkan para pengunjung untuk menikmati acara ini lebih lama. Dari pagi hingga malam. Benar saja dalam dua hari, ratusan ribu pengunjung tercatat hadir loh. Gils!

Pada malam terakhir, pengumuman pemenang pun dirilis. Hadiah uang tunai senilai Rp 15,000,000,- diberikan masing-masing kepada tenant RM Samo Raso dari Zona Gurih, Bella Cakes dari Zona Manis, dan Giant Snacks dari Zona Pedas sebagai apresiasi dari Teh Pucuk Harum agar ke depannya bisa mengembangkan bisnis kuliner mereka. Ketiga kuliner tersebut berhasil menjadi tenant terfavorit Pucuk Coolinary Festival di Palembang karena memiliki totalitas rasa pedas, gurih, dan manis yang pastinya disukai oleh para pengunjung. 15 juta! Selesai? Belum dong. Hadiah Rp 3.000.000 juga diberikan kepada pemenang tantangan makan mi pedas dari Pucuk Harum! Masih ada lagi. Undian NMAX menjadi penutup yang manis!

Dua hari aku berkunjung ke #PucukCoolinaryFestival ini dua kali pula aku merasakan atmosfer kebahagiaan. Ya bagiku bahagia emang sesederhana makan, ketemu teman-teman lalu bertukar cerita. Dan di sini, semuanya ada. #PucukCoolinaryFestival adalah festival kuliner yang memberikan pengalaman yang menyenangkan. Dan semoga tahun depan, acara ini dapat mampir lagi ke sini!

Cheers!

Rabu, 04 September 2019

Kepunan Makanan Jepang? HokBen Palembang Bae, Lor!
Ke.pu.nan (n) /bahasa Palembang/ Ingin sekali sesuatu sampai kepikiran terus.
Pernah nggak sih ngerasain pengin banget melakukan sesuatu sampai terus teringat-ingat? Efeknya bila nggak terpenuhi itu jadi bikin susah tidur. Kalau di daerahku, Palembang, keadaan seperti itu dinamakan kepunan. Hal inilah yang terjadi padaku baru-baru ini. Bermula dari seorang kawan, Ndy, yang tiba-tiba update sesuatu di lini masa media sosialnya, aku jadi kepunan.

Saat itu kami berdua sedang berada di jalan menuju rumah ketika tiba-tiba ia berbicara tentang makanan Jepang. Sebagai dua orang yang fanatik dengan makanan Negeri Sakura, kami mengurutkan daftar makanan yang kami suka beserta restoran-restoran rekomendasi. Di Palembang sendiri kebanyakan makanan Jepang yang kami temui adalah restoran sushi. Beberapa lagi mi ramen yang beraneka jenis. Nah, di sanalah Ndy kemudian menyebutkan satu restoran lagi yang buatku bergidik: HokBen.


Nama itu bangkit lagi di ingatan ketika terkubur cukup dalam. Bisa dibilang, hubunganku dengan HokBen adalah hubungan yang unik. Ibarat pepatah, layu sebelum berkembang. Pertemuan pertama yang cukup berkesan namun tidak dapat mengenal lebih dalam. Terkesan berlebihan memang, namun itulah kenyataannya.

Kala itu, aku berkesempatan untuk menonton pembukaan Asian Games 2018 lalu di Jakarta. Setelah euforia bahagia menyaksikan pembukaan, aku beserta rombongan yang terdiri dari bloger dari seluruh Indonesia kembali ke hotel. Aku masih ingat, saat itu pukul 10 malam, dengan suara yang habis berteriak dan badan lunglai, kami masuk ke dalam bis. Sepanjang perjalanan menuju hotel, kami tertunduk lesu. Cacing-cacing di perut sudah konser meminta asupan.

Setibanya di hotel, ada tumpukan kotak berwarna merah-oranye yang langsung menarik perhatian. Melihat kami turun dari dalam bis, mereka dengan sigap membagikan kami satu per satu kotak itu. Dari celah plastik yang terbuka, aku dapat melihat sebuah logo dua anak kecil dengan tulisan jelas di bawahnya: HokBen. Ada rasa senang yang menjalar seketika itu pula. Sepanjang seperempat abad aku hidup, itu adalah kali pertama aku melihat produk HokBen secara langsung di depan mata. Ya, itu adalah kali pertama. Selama ini, aku hanya bisa mendengar dari orang-orang. Saat ke Ibukota pun, aku selalu tidak sempat untuk mencoba. Jadilah, dengan langkah besar aku langsung mengambil dan menuju hotel. Rasa lelah setelah jingkrak-jingkrak tadi mendadak hilang, digantikan rasa excited untuk makan.

Namun, semesta kadang memang suka bercanda. Di depan lorong kamar, di satu meja yang ada, aku perlahan membuka bungkusan kota HokBen tadi. Dan ternyata di dalamnya hanya ada nasi dan salad! Tanpa ada lauk satu pun! Aku pun terduduk lesu. Angan untuk menyantap makanan ini langsung pudar begitu saja. Rasanya seperti patah hati. Sesuatu yang ada di depan mata ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi. Untunglah, ada satu temanku yang baik memberikan makanan kotaknya padaku. Ia bilang bahwa ia tidak menginap di hotel dan mempersilakanku untuk mengambil makanannya.

Dan di situlah aku merasa aku menemukan semua yang kucari. Kombinasi makanan Jepang, rasa lapar, dan malam yang melelahkan ditutup dengan sajian lezat dari sebuah kotak makan yang hangat. Itulah kali pertamaku bertemu HokBen. Dan setiap ada pertemuan, selalu ada perpisahan, bukan? Sensasi yang kurasakan saat itu, bahkan sampai Ndy menyebutkannya lagi belum pernah tercicip kembali. Ya, di Palembang HokBen belum ada. Jadilah selepas perjalanan dengan Ndy aku kepunan. Satu pertanyaan besar mampir di kepala. KAPAN SIH HOKBEN ADA DI PALEMBANG?


Sebulan dari pertemuanku dan Ndy, aku mendapat sebuah kabar yang mengejutkan; HokBen hadir di Palembang! Tak ingin terjebak hoaks, aku memastikan kebenarannya lewat lini masa serta teman-teman lain yang memang terdepan tentang kuliner di Palembang. Dan ternyata benar: HokBen memang akan datang ke Palembang! Akhirnya, setelah sekian lama menunggu panjang, restoran makanan Jepang cepat saji ini akan ada di kotaku tercinta. Aku bisa mencicipi kembali sensasi masakan Jepang yang kurasakan dulu kala.

Bak durian runtuh, satu kabar mengejutkan lagi mampir. Dari Bicik Tika, aku diajak untuk menghadiri langsung peluncuran HokBen ini bersama para bloger Palembang. Keren bukan? Jadilah, hari itu Jumat (30/08/2019), aku sudah menyiapkan diri. Tepat pukul 10, aku sudah berada di tempat yang dijanjikan. HokBen Palembang berada di Palembang Icon lantai 2, bersebelahan langsung dengan eskalator. Tempatnya yang strategis membuat situasi pada saat aku sampai itu sudah penuh dengan orang yang mengantre.
Lokasi HokBen yang strategis mudah dijangkau. (Dok. Pribadi)
HokBen adalah makanan Jepang cepat saji yang pertama didirikan pada 18 April 1985 di Kebon Kacang, Jakarta. Ibu Irma dari HokBen menjelaskan bahwa mulanya Pak Hendra Arifin terinspirasi dari nasi kotak Jepang yaitu bento yang biasa jadi andalan para pekerja kantoran. Lewat PT. Eka Bogainti, HokBen yang dulu bernama Hoka-Hoka Bento mulai beroperasi. Target pasarnya juga sama: para pelajar dan pekerja kantoran di sekitar Kebon Kacang. Namun melihat pesatnya pertumbuhan Jakarta pada waktu itu kebutuhan akan makanan cepat saji dan praktis dilirik sebagai potensi bisnis yang menjanjikan. Untuk itulah, restoran cepat saji makanan Jepang ini dikembangkan.
Ibu Irma menjelaskan sejarah HokBen dari dulu hingga sekarang. (Dok. Pribadi)
Blogger Palembang serius mendengarkan.  (Dok. Pribadi)
Pada tahun 2013, nama Hoka-Hoka Bento kemudian dicetuskan ulang menjadi HokBen. Hal ini melihat bahwa para pelanggan setia HokBen memanggil tempat ini dengan sebutan seperti itu. Dengan maskot yang sama yaitu Taro, si anak laki-laki yang hobi bermain dan Hanako, si anak perempuan yang suka belajar membuat HokBen semakin melesat ke tangga Industri makanan. Lisensi halal pun diraih. Tak lebih dari 153 gerai sudah tersebar di kebanyakan pulau jawa. Dan kini, di gerai ke 154, HokBen membuka gerai kedua di Sumatera yaitu Palembang!

HokBen Palembang mengambil tempat di mal yang tepat berada di pusat kota pempek,  Palembang Icon. DI lantai dua, area seluas 230 m2 disulap menjadi jajaran bangku dan meja dengan aksen oranye yang menyala. Area ini setidaknya mampu menampung hingga 131 kursi. Hal yang paling menonjol adalah aksen pattern khas HokBen yang memenuhi dinding kaca hingga peralatan makan. Pola ini merepresentasi HokBen sebagai restoran keluarga dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi untuk kepuasan pelanggan. Palembang dipilih sebab kecintaan masyarakat terhadap brand ini yang besar dan terus meminta HokBen agar hadir di kota ini. Dan HokBen akhirnya menjawab. Di area ini pula fasilitasnya itu lumayan. Ada colokan listrik di bangku-bangku panjangnya yang dapat dipakai oleh milenials yang gak bisa lepas dari gawai dan wastafel buat sekadar cuci tangan. Top deh! Dengan beragam fasilitas yang seperti itu, ini menandakan bahwa HokBen memang peduli menjadikan gerainya sebagai restoran yang nyaman bagi semua orang.
Antrean yang mulai mengular.  (Dok. Pribadi)
Sampai ke luar!  (Dok. Pribadi)
Colokan is lyfe.  (Dok. Pribadi)


Akhirnya setelah menunggu sekian lama, aku bisa mencicipi HokBen kembali! Kayak ketemu pacar lama yang udah LDR bertahun-tahun. Rasanya itu sukar banget diungkapkan dengan kata-kata. Selepas salat Jumat, aku dan teman-teman bloger lain diberikan kesempatan untuk langsung mencicipi. Yippie! Di tengah barisan panjang yang mengular, kami pun ikut mengantre. Butuh waktu lebih dari satu jam hingga bisa sampai ke depan kaunter pemesanan. Seperti biasa, kita mengambil tatakan terlebih dahulu lalu bilang kepada petugas yang ada di belakang meja konter. Beragam lauk khas Jepang sudah memanjakan mata sebab tersaji di balik kaca bening di meja pemesanan dan bikin ngiler!
Pegawai HokBen sigap menerima pesanan.  (Dok. Pribadi)
Serius memilah porsi.  (Dok. Pribadi)
Memberi pasti tanpa berkurang sedikitpun.  (Dok. Pribadi)
Ada banyak menu yang tertera mulai dari Simple Set, Special Bento, Soup, Side Dish, hingga Dessert. Ada pula paket khusus anak-anak yang berhadia mainan kereta shinkansen. Nah, aku dan teman-teman lalu memesan hampir semua menu yang ada di sana. dan setelah mencicipi, melihat dengan saksama, menimbang dengan sungguh-sungguh, akhirnya aku memutuskan inilah lima menu rekomendasi yang lemak di HokBen Palembang yang mesti banget kamu coba jika ke sini. Menu-menu ini disesuaikan dengan lidahku, ya.

1. Beef Teriyaki
Teriyaki atau Yakiniku? Biasanya orang-orang bakalan bimbang dengan dua rasa daging sapi spesial HokBen. Biasanya, petugas yang menerima pesanan akan memberikan kita penawaran: bila ingin gurih maka yakiniku sedangkan bila ingin daging yang manis maka pilih teriyaki. Aku berkesempatan untuk mencicipi dua menu ini dan aku bisa bilang teriyaki HokBen is one of the best teriyaki yang pernah kumakan. Biasanya saus teriyaki pada daging terlalu menonjol. Namun nggak dengan yang satu ini. daging yang masih lembut dengan tekstur serat yang haus ditambah saus kecap teriyaki yang tidak terlalu manis jadi kombinasi yang lezat. Tambahan irisan bawang bombay semakin memperkaya sensasi umami yang ada di lidah. Belum lagi porsinya yang banyaaaaaak! Bikin kenyang!
Look at my baby!  (Dok. Pribadi)
Paket Teriyaki yang kupesan! Bikin ngiler!  (Dok. Pribadi)
2. Ekkado
Bila mencari kata ekkado di kamus Jepang, maka kita tidak akan menemui artinya. Jadi ekkado ini adalah menu khas yang dibuat oleh HokBen sendiri. Terdiri atas telur puyuh yang dibalut daging dan semacam kulit pangsit garing ini jadi sesuatu yang unik dan enak. Pertama kali gigit, garing dari kulit luarnya langsung menonjok sel-sel perasa. Selanjutnya daging yang gurih dan telur di dalamnya berpadu jadi satu. Salah satu inovasi terbaik! Konon, ekkado ini berarti hadiah yang berisi uang yang membawa kebahagiaan pada orang yang diberi. Kalau begitu ini nama pas dan wajib dicoba!
Kado hangat untuk terkasih.  (Dok. Pribadi)
Garing di luar. Lembut di dalam.  (Dok. Pribadi)
3. Takoyaki
Iya, saya tahu. Takoyaki itu banyak di mana-mana. Aku pun udah sering mencicipi mulai dari pedagang kaki lima hingga yang biasa di mal-mal kota besar. Bola-bola berisi potongan daging gurita ini memiliki pangsanya sendiri. Namun, sangat sulit mencari takoyaki yang nyaman di mulut. Nah, aku menemukannya di HokBen. Takoyaki yang ada di sini mudah sekali digigit. Rasa tepung yang jadi adonannya tak lagi terasa. Asin pada adonannya pun pas. Daging gurita yang jadi isian pun kenyal dan terasa. Perfect! Dan juga taburan katsuobushi dan saus cokelat kentalnya bikin gak enek dimakan. Two thumbs up!
Bulatan-bulatan kasih.  (Dok. Pribadi)
Biasa tapi tidak biasa. (Dok. Pribadi)
4. Sukiyaki
Biasanya kita menyantap sukiyaki di restoran keluarga. Namun jangan salah. Di restoran cepat saji pun kita bisa menikmatinya. Sukiyaki di HokBen berbeda dengan sukiyaki kebanyakan. Yang mencolok tentu warna kuahnya yang cokelat kehitaman. Rasanya juga manis dan gurih—mirip saus teriyaki. Tapi yang menarik tentu isi dalamnya mulai dari tahu, daging yang berlimpah, sayur yang memenuhi wadah, dan mi yang terbuat dari jamur siratake! Ya, kalian nggak salah baca. Tahu kan kalau olahan jamur siratake ini memiliki kandungan gizi yang baik dan sering digunakan sebagai makan nutrisi orang-orang yang lagi diet? Sekarang gak perlu mahal-mahal. Sukiyaki HokBen jawabannya. Belum lagi kandungan tanpa penyedap artifisial itu bikin sehat bagi yang memakannya. Nggak ada alasan buat nggak mencoba!
Siapa bilang makanan fast food nggak sehat? LOOK AT THIS!  (Dok. Pribadi)
Daging sapi berlimpah dengan rasa yang pas!  (Dok. Pribadi)
5. Chicken Tofu Soup
Salah satu favoritku. Bagi masyarakat Palembang yang nggak asing dengan model—makanan khas Palembang dengan daging ikan dan tahu disiram kuah udang—mungkin makanan ini akan cocok bagi kalian. Disajikan hangat, dua porsi besar tahu yang diberi adonan daging ayam ini bikin segar dan menghangatkan badan. Rasanya juga light dengan bumbu yang nggak terlalu nendang. Cocok buat yang pengin makan ringan namun tetap berisi dan bikin kenyang!
Kaldu yang gurih ditambah tahu yang gede. Bikin kenyang!  (Dok. Pribadi)
DIULANGI. Kaldu yang gurih ditambah tahu yang gede. Bikin kenyang!  (Dok. Pribadi)

Sejujurnya daftar ini sulit dipilih sebab sebagai penyuka makanan Jepang, semua makanan yang diberikan oleh HokBen begitu otentik namun tetap sesuai dengan lidah orang Indonesia. Pilihan menunya pun adalah menu-menu yang populr dan mudah dimakan. Minuman yang ada mulai dari jus hingga es sarang burung juga lengkap. Aku belum mencicipi semuanya secara langsung namun ini adalah daftar yang mungkin bisa kalian coba juga. Bimo approved!
Tori No Eba. Salah satu signature dish selain Ekkado. (Dok. Pribadi)
Siapa yang doyan tempura? (Dok. Pribadi)
Yakiniku yang gurih cocok buat yang hobi daging yang sedikit asin. (Dok. Pribadi)
Bawang bombay menambah rasa manis karena terkaramelisasi. (Dok. Pribadi)
Goreng-goreng garing. (Dok. Pribadi)
Ada bento untuk anak juga. Hadiah kereta Shinkansen! (Dok. Pribadi)
Ekkado lagi. lagi. lagi. (Dok. Pribadi)
Melon yang menggoda. (Dok. Pribadi)
Jeruk yang segar menggelegar. (Dok. Pribadi)
Makan makanan Jepang enak? Hokben aja! (Dok. Pribadi)

Rasa itulah yang sama seperti yang kurasakan saat pertama kali mencicipi. Rasa nasi khas HokBen yang bisa mudah dimakan dengan sumpit, salad kubis dan wortel segar dengan mayonais, serta gorengan ebi dan teriyaki bikin memoriku jadi balik lagi. Mungkin benar kata orang, di setiap masakan ada kenangan yang tinggal. Dan kali ini kenanganku saat pembukaan Asian Games 2018 lalu ada di sekotak bento HokBen. Love!


Tahu nggak apa yang paling sulit dari cinta? Bukan diungkapkan, namun menjadikannya nyata. Bagiku, cinta adalah hal yang abstrak. Dan untuk mewujudkannya jadi sesuatu yang riil, maka kita melakukannya dengan tindakan.

Ibu Kartina memberikan penjelasan tentang CSR HokBen (Dok. Pribadi)

Nah, ada satu kegiatan yang menarik perhatianku di acara peluncuran HokBen di Palembang ini yaitu kegiatan donor darah. Biasanya, bila ada peluncuran gerai yang aku datangi, sangat jarang ada kegiatan seperti ini. Dengan menggandeng Palang Merah Indonesia Kota Palembang, acara ini diadakan di lantai 2 Palembang Icon, dekat dengan gerai HokBen. Semunya dapat berpartisipasi. Ibu Kartina yang bertindak sebagai Kepala Divisi Komunikasi HokBen menuturkan kepada kami bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari CSR yang telah dilakukan oleh HokBen lebih dari 15 tahun! Donor darah ini adalah bagian dari pilar utama Hokben Berbagi Bersama. Pada pilar berbagi bersama ini ada pula berbuka puasa bersama yang rutin dilakukan di bulan Ramadan.

Meja registrasi yang tak henti sibuk. (Dok. Pribadi)
Beragam orang dari beragam latar belakang turut ikut berbagi. (Dok. Pribadi)
Semua sudah siap menanti donor darah. (Dok. Pribadi)
Darah untuk sesama. (Dok. Pribadi)
Selain itu ada pilar HokBen Cinta Pendidikan yang fokus memberikan bantuan dana bagi para pendidik, anak didik, hingga infrastruktur pendidikan. Dan aku baru tahu kalau pada peresmian HokBen di Palembang, pihak HokBen memberikan bantuan dana pendidikan ke PA Mahabbatul Ummi. Lewat slogan CSR HokBen Share to Love, Love to Share, HokBen senantiasa konsisten memberikan kembali cinta yang diberikan oleh masyarakat dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Cinta yang nyata! Gak sekadar bualan.
Slogan CSR HokBen. (Dok. Pribadi)
Secara garis besar, kegiatan peresmian gerai HokBen di Palembang adalah kegiatan yang seru. Pembukaan gerai ini mengatasi dahagaku atas makanan Jepang yang enak dan berkualitas. Dengan adaya HokBen ini, aku nggak lagi kepunan. 

Kalian sudah mencicipi? Kalau belum, segera ke HokBen yang ada di Palembang Icon Lt. 2, ya. Masih ada banyak promosi dan produk gratis yang bisa kalian dapatkan hingga 31 Oktober 2019 nanti! Peh ke HokBen, Lor!

Ingin tahu keseruan acara peresmian kemarin, sila liat vlog-ku di bawah ini ya!