Kelebihan dan Kekurangan Samsung J2 Prime


Ketika kita bicara soal smartphone yang simpel dan canggih di zamannya, Samsung Galaxy J2 Prime termasuk ke dalam jajaran smartphone tersebut. Di tahun 2020 ini, Samsung Galaxy J2 Prime masih banyak digunakan oleh beberapa orang yang menggunakan ponsel hanya untuk membantu aktivitas sehari-hari. Meski terkesan jadoel, akan tetapi smartphone ini masih worth buat dicari. Apalagi sekarang, Anda bisa memiliki Samsung Galaxy J2 Prime dengan harga yang sangat terjangkau, baik baru atau bekas. Lalu, apa saja sih kelebihan dan kekurangan dari smartphone satu ini? 




  • Layar Simpel 
Sejak awal kemunculannya, Samsung J2 Prime menawarkan ponsel pintar yang sehari-hari dapat digunakan dengan lebih compact. Jika saat ini kebanyakan layar smartphone berlomba-lomba untuk semakin lebar, Berbeda dengan smartphone ini. Ukuran smartphone ini hanya sebesar 5.0 inch beresolusi 540 x 960 QHD dengan kedalaman warna hingga 16 juta warna. Dengan desain yang simpel dan mudah digunakanSamsung J2 Prome ini sukses menjadi dambaan masyarakat karena nyaman digenggam lengkap fitur canggihnya. 

  • Performa Cukup Baik 
Meskipun fitur dan ukuran Samsung Galaxy J2 Prime kalah jauh dengan smartphone terkini, tetapi J2 Prime masih mampu menemani aktivitas anda sehari-hari. Bagi yang tidak terlalu memiliki mobilitas tinggi, performanya cukup baik. Hal ini berkat prosesor Quad-core 1.4 GHz di dalamnya. Melalui prosesor ini, Galaxy J2 Prime memiliki performa yang baik dalam pengoperasian normal. 

  • Baterai Bisa Lepas 
Sekarang kita sudah sangat jarang menemukan smartphone baru dengan baterai yang dapat dilepas. Terkadang, inilah yang menjadi salah satu kekurangan umum smartphone saat ini. Dan jika Anda menginginkan smartphone dengan baterai yang bisa dilepas, maka pilihannya adalah smartphone keluaran lama seperti Samsung Galaxy J2 Prime. Sehingga jika suatu saat baterai smartphone rusak, maka bisa diganti dengan baterai baru dengan mudah dan efisien. Perawatannya jauh lebih murah dibandingkan smartphone yang baterainya tidak bisa dilepas. 

Selain bisa dilepas, Samsung Galaxy J2 Prime sudah memiliki fitur hemat daya. Sehingga anda bisa mengontrol pemakaian baterai pada aplikasi yang tidak terpakai di latar belakang. Hal ini akan menghemat daya smartphone. Kapasitas baterainya berdaya 2600 mAh, sukup sesuai dengan prosesornya. 

  • Tidak Ada Sensor Sidik Jari 
Kini, sensor sidik jari sebagai fitur keamanan pada smartphone merupakan faktor yang sangat penting. Namun, sebagai ponsel keluaran lama, Samsung J2 Prime tidak memiliki fitur fingerprint sensor tersebut. Keamanan yang bisa dikasih oleh ponsel ini adalah pengamanan manual lewat password. Jika anda memiliki data pribadi yang sangat penting, maka smartphone ini sangat tidak direkomendasikan. Akan tetapi, apabila hanya ingin memakainya untuk kebutuhan sehari-hari, Anda dapat mencobanya. 

  • RAM Kecil 
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa sekarang Samsung Galaxy J2 Prime hanya cocok untuk penggunaan yang sederhana. Anda tidak bisa menggunakan ponsel pintar ini untuk performa yang rumit. Ini karena kapasitas RAM J2 Prime yang begitu kecil. Dibandingkan smartphone modern terkini, RAM 1.5 GB sangatlah kecil. Jadi, pertimbangan terlebih dahulu apa kepentingan Anda ketika mau membeli Samsung Galaxy J2 Prime. 

Pastinya, jika Anda adalah seorang pengguna smartphone yang gemar main game 3D, maka jangan berharap banyak dari Samsung Galaxy J2 Prime. Game yang memiliki ukuran besar dan grafik tinggi tidak akan sanggup dimainkan di J2 Prime, malah akan memberatkan smartphone tersebut. Dengan smartphone ini, anda hanya bisa bermain game biasa dan simpel. 

  • Tidak Tahan Air 
Satu lagi kekurangan dari Galaxy J2 Prime adalah tidak tahan air. Ponsel pintar ini akan sangat mudah kotor karena debu. Smartphone akan mudah rusak jika terkena air. 

Dan demikian itu adalah kelebihan dan Kekurangan yang ada pada Samsung Galaxy J2 Prime. Dengan segala penjelasan di atas, Anda bisa mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas apakah memang perlu membeli Galaxy J2 Prime atau tidak. Ponsel ini cocok bagi Anda yang menginginkan ponsel sederhana untuk kebutuhan sehari-hari dengan mobilitas rendah ke sedang. Sementara untuk Anda yang memiliki mobilitas tinggi, Anda dapat mencoba mencari yang lain. 



Cheers!

Semua yang Diperlukan Didapat di 2020 dan Harapan di 2021


Selamat datang bulan Desember!

Nggak kerasa ya tahun 2020 udah sampai di penghujung. Rasanya kemarin masih sibuk buat susun resolusi-resolusi yang harus dicapai di tahun ini. Eh sekarang tiba-tiba udah di ujung aja. Belum lagi dengan situasi pandemi seperti saat ini.

Bagi sebagian orang pastinya waktu berjalan amat cepat. Tahun 2020 berhenti di bulan Maret 2020 lalu langsung skip ke Desember 2020. Tapi bagi yang lain, tahun 2020 jadi ajang healing dan memperbaiki diri. Kita diberi waktu untuk mendekatkan satu sama lain, menyemangati di tengah pandemi, lalu menjalin kembali tali silaturahmi.

Bagiku sendiri, tahun 2020 adalah tahun yang serba baru. Seakan-akan tahun 2020 membuatku kembali untuk mencari, memperbaiki, dan mengasihi. Di tahun ini aku ‘dipaksa’ beradaptasi. Bukan hanya dalam lingkungan, namun juga di keluarga, dan terutama untuk diri sendiri.

Jika pada akhir tahun 2019 kemarin, aku membuat resolusi untuk pergi ke luar negeri, rencana itu terpaksa batal akibat pandemi. Seharusnya aku berulang tahun sembari duduk menikmati angin sepoi-sepoi di sebelah patung Merlion dan melihat lampu kerlap-kerlip di tengah danau, namun hal ini nggak terjadi. Kecewa? Pasti. Siapa sih yang nggak pengin melaksanakan salah satu bucket list wajib yang udah disusun dari jauh-jauh hari?

Akan tetapi, kegagalan itu membuatku melihat ke belakang lagi. Kayaknya, aku terlalu sering bersenang-senang sendiri. Sementara kadang aku lupa, ada orang lain yang juga harus aku bikin bahagia. Apalagi saat pandemi ini terjadi. Di saat semuanya serba sulit. Satu-satunya yang dapat ‘dipegang’ adalah keluargamu sendiri. Ya, salah satu pencapaianku di tahun ini adalah sadar akan hal ini.

Tahun 2020 juga membuatku mencoba hal-hal yang baru. Aku pindah kota, berusaha meninggalkan kota Palembang lalu berlabuh ke ibukota Jakarta. Sulit? Ya. Siapa sih yang nggak kaget? Biasa hanya leha-leha, kini dituntut untuk bergerak cepat. Bisa dibilang juga, keputusan untuk pindah ini adalah hal yang sama sekali nggak aku duga. 

Aku tidak pernah membayangkan hidup di kota besar seperti Jakarta. Namun, seperti kata pepatah, manusia yang berencana, Tuhan yang menentukan. Atau dalam kasusku, aku tidak mempunyai rencana, eh Tuhan langsung kasih tunjuk untuk pindah.

Kehidupanku di Jakarta banyak berubah. Ini membuatku seperti menemukan diriku sendiri lagi. Aku yang dulu ogah-ogahan ternyata dapat melakukan semuanya sendiri. Hal-hal yang dulu kuanggap menyusahkan malah berbalik jadi hal yang memudahkan. Pola hidupku berubah 180 derajat. Seperti menemukan harta karun, kejutan itu jadi hal yang menyenangkan.

Di tahun ini juga aku dapat bertumbuh. Siapa yang menyangka aku dapat ber-partner dengan adikku sendiri untuk membuat toko kue daring? Rasanya sama sekali nggak pernah aku bayangkan. Namun, untuk memanfaatkan peluang, semuanya kami jabanin. Dengan obrak-abrik resep, akhirnya kami mantap berjualan. Salah satu keputusan besar dalam hidupku.

Tahun 2020 juga mengajarkanku untuk ikhlas. Di tahun ini, aku gagal mengikuti salah satu tes untuk pekerjaan. Kegagalan paling besar dalam hidupku. Butuh waktu lama untuk bangkit dan move on. Namun pada akhirnya pula, kita harus merelakan, bukan? Ini yang aku pelajari.

Jadi jika ditanya tahun 2020 aku dapat apa aja, jawabannya aku mendapat semua yang aku butuhkan. Jika di tahun sebelum-sebelumnya, pencapaianku terbatas hanya pada apa yang aku raih dari luar, di tahun ini aku seperti kembali ke dalam. Aku seperti mendapatkan reward untuk diriku sendiri. Meski banyak cobaan yang menimpa, kegagalan yang ada, tapi aku juga memperoleh banyak kebahagiaan.

 

2021?

 

Seperti yang sudah-sudah, biasanya tiap akhir tahun aku selalu membuat rencana apa yang akan aku lakukan di tahun berikutnya. Yap, berkaca dari tahun 2020 yang variabelnya selalu berubah-ubah, aku nggak mau hanya fokus pada lingkungan sekitar. Setidaknya aku ingin fokus pada pengembangan diriku sendiri.

Pertama, aku akan kembali mencoba melamar satu pekerjaan impian orang tua. Ya, jika dulu aku ogah-ogahan, sekarang aku akan benar-benar berusaha. Di tahun depan, aku harap usaha yang kulakukan nggak jadi sia-sia. Semoga. Pokoknya #2021JadiAbdiNegara! Bismillah! Resolusi wajib!

Di penghujung 2020 aku dan keluarga mendapatkan cobaan yang cukup berat. Namun di sinilah kami tahu, kami sama sekali nggak boleh menyerah. Makanya di tahun 2021, aku ingin sekali membuat keluargaku kembali tersenyum terlepas apapun keadaan yang ada. Bagiku sendiri, mereka yang akan jadi prioritas. Karena bagi merekalah, aku ada.

2021 juga bakal jadi ajang pembuktian. Aku berencana untuk membangkitkan lagi jiwa bisnis yang kupunya. Sembari menunggu dan belajar jadi abdi negara, aku ingin kembali membuka bisnis jualan sendiri. Kali ini yang bisa diurus dari rumah. Rencana sih mau balik bisnis tas. Semoga di saat semua sudah stabil, toko ini bakal mulai beroperasi.

Dengan dari rumah juga, aku jadi lebih punya banyak waktu untuk terus bersama keluarga. Dan juga banyak belajar. Segalanya kan mudah diurus. Tinggal pesan dan packing. Selesainya tinggal kirim-kirim pakai JNE ke seluruh Indonesia, pastinya barang bakal cepat sampai tanpa kendala. Lagian nggak susah cari counter JNE. Wong ada di depan lorong rumah ada. Jadi mudah, kan?

Dan terakhir, aku ingin jadi lebih sehat. Ya, kalau orang bilang kurusin aja badan… aku sih lebih memilih jadi sehat. Ya, aku akan mulai mengatur pola makan, mulai menerapkan healthy lifestyle. Semoga ini nggak bakal jadi sekadar wacana. Aku merasa tubuhku sudah butuh perbaikan. Aku ingin kembali mensyukuri diriku sendiri yang telah bertahan sejauh ini. 

Jadi, jika tahun 2020 adalah tahun yang serba unexpected di mana semua resolusi nggak tercapai, tahun depan… adalah tahun pembuktian. Aku ingin benar-benar mewujudkan semua resolusi untuk tahun depan. Aku akan berusaha sekuat tenaga agar semua itu dapat terwujud.

Semoga, ya!