Prolog

Sinar matahari pagi melewati sela-sela jari-jari ventilasi yang sudah kelihatan tua, masuk ke sebuah ruangan dengan cat kusam yang hampir mengelupas. Di dalam ruangan itu, seorang lelaki dengan wajah yang pucat pasi dan bibir yang membiru, menggigil.

Dia kemudian mengejang, bicara tidak jelas. Sesaat lalu dia mengamuk, mancari-cari barang di lemari kayunya yang sudah berlubang dimakan rayap. Setelah memastikan benda yang dicarinya tidak ada, dia frustasi.  Berbekal sebuah cutter yang berkarat, dia menyayat nadi di tangannya. Darah keluar dari pergelangan tangannya, dan setelah itu dihisapnya darah itu lekat-lekat, seperti anak bayi yang ingin minum ASI pertamanya.

Hampir lima menit dia menghisap darah dari tangannya sendiri, terdengar suara dobrakan dari arah luar. Pintu terbuka, lalu dilihatnya seorang laki-laki berkacamata dengan kemeja biru muda. Dia roboh dengan samar-samar mendengar orang itu berteriak.

"RAKA!!!!!!!"

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar