Sabtu, 06 April 2019

Hutan Lestari untuk Bumi Nanti

Apa sih yang ada di pikiran kalian ketika mendengar kata ‘Hutan’? Kalau saya sih Mama. Loh kok? Tenang, kalian nggak salah baca kok. Selama ini, kata hutan selalu terpatri erat dengan Mama di benak saya. Mama adalah seorang pegawai negeri sipil di lingkungan kehutanan Provinsi Sumatera Selatan. Jadi, sudah tentu kata itu selalu menempel pada dirinya. Dengan pekerjaannya sebagai abdi negara, sedari dulu ia kerap pergi ke luar kota bahkan daerah terpencil. Saya memang tidak tahu apa yang ia kerjakan namun yang pasti saya selalu menantikannya kembali. Biasanya, ia akan membawa banyak sekali bawaan. Suatu waktu, ia membawa madu hutan yang pahitnya bikin saya mual. Lainnya ia membawa bumbu-bumbu masakan. Bahkan terkadang kain beraneka rupa warna yang ia sodorkan. Jika ditanya dari mana, Mama akan selalu menjawab dengan dua kata, “Dari hutan!”

Semakin beranjak dewasa, saya semakin mengerti pekerjaan Mama. Ia bernaung dalam Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) yang memiliki tugas untuk memfasilitasi pengelolaan hutan produksi baik perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi hutan produksi dan industri hasil hutan. Mungkin karena itulah Mama sering membawa produk-produk hasil hutan sekembalinya ia dari dinas. Tak hanya itu, saya pun juga sering berdiskusi dengan Mama mengenai hutan. Tengok saja ketika kasus kabut asap parah yang melanda Sumatera Selatan tahun 2015 silam, Mama selalu memberikan jawaban atas pertanyaan saya lalu menjelaskan panjang lebar mengenai bagaimana itu dapat terjadi. Sewaktu SMA pun saat saya mendapatkan tugas membuat karya ilmiah, saya tidak segan bertanya dengan Mama apa yang harus saya buat. Darinyalah ide membuat obat nyamuk elektrik berbahan minyak atsiri durian saya buat. Dan itu membuat saya lulus menjadi anggota Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) di SMA.
Banner Forest Talk with Blogger di Palembang
Nah, Sabtu (23/3) lalu, saya kembali teringat percakapan-percakapan saya dengan Mama mengenai hutan. Berkat undangan dari Yayasan Doktor Sjahrir (YDS) dan Climate Reality Indonesia, saya hadir di acara Forest Talk with Blogger Palembang. Jadi, sang penyelenggara Yayasan Doktor Sjahrir adalah organisasi nirlaba yang fokus pada pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Sedangkan Climate Reality Indonesia adalah organisasi nirlaba yang fokus pada perubahan iklim global. Acaranya diadakan di Kuto Besak Theater Restaurant (KBTR) dan menghadirkan tema yang nggak main-main “Menuju Pengelolaan Hutan Lestari”. Saat mendapati tema ini di pamflet pendaftaran pun saya sudah amat tertarik. Belum lagi melihat deretan narasumber yang akan mengisi, otomatis saya tidak pikir dua kali untuk ikutan. Narasumber kece tersebut yaitu:

1. Dr. Amanda Katili Niode (Manager Climate Reality Indonesia)
2. Dr. Atiek Widayati (Tropenbos Indonesia)
3. Ir. Murni Titi Resdiana, MBA (Asisten Utusan Khusus Presiden Bidang Perubahan Iklim)
4. Janudianto (Head of Social Impact & Community Development APP Sinar Mas)
5. Amril Taufik Gobel (Moderator)

Jadilah, hari itu pagi-pagi sekali saya bersiap. Berbekal kamera untuk mengabadikan dan buku catatan untuk menulis materi yang akan disampaikan, saya memacu kendaraan saya menuju KBTR. Kurang lebih tiga puluh menit saya menembus jalanan kota Palembang, akhirnya saya sampai di kawasan wisata Benteng Kuto Besak. Saya pun langsung memarkirkan kendaraan di venue acara lalu berjalan menuju pintu masuk. Dalam hati, jantung saya berdebar nggak karuan. Bukan hanya karena tema acara yang menarik minat saya, namun juga bertemu dengan blogger-blogger kece se-Palembang bikin kayak reuni kecil-kecilan.
Venue Acara di Kuto Besak Theater Restaurant (Dok. Pribadi)
Setelah mengisi daftar kehadiran di depan pintu masuk, saya pun melangkahkan kaki memasuki ruangan acara. Di kanan dan kiri ruangan itu, sudah berdiri stan-stan yang amat memanjakan mata. Saya pun bergegas menghampiri satu per satu stan yang ada. Di sebelah kiri dekat dari pintu, ada stan Galeri Wong Kito. Stan ini berisi produk-produk kain ecoprint yang menggunakan bahan pewarna alami. Di sebelahnya ada produk-produk makanan seperti keripik, beras, abon, dan bubuk minuman hangat yang berasal dari stan Desa Makmur Peduli Api (DMPA) binaan APP Sinar Mas. Beranjak menuju sebelah kanan, ada produk oleh-oleh bernuansa Palembang seperti pajangan kipas, pajangan jembatan Ampera, gantungan kunci, dan rumah limas dari Mellin Galery yang dibuat dari limbah kayu yang tidak terpakai! Kece bukan? Dan tepat di tengah ruangan, kursi-kursi tersusun rapi. Setelah puas berkeliling, saya pun mengambil tempat duduk bersama teman-teman lain. Pukul 09.00 pagi, para narasumber siap di tempatnya masing-masing. Acara pun bergulir...


Suasana Saat Masuk Ke KBTR (Dok. Pribadi)

Para Pembicara Sudah Berada Di Tempat (Dok. Pribadi)


Pernah nggak kalian merasa kalau akhir-akhir ini cuaca jadi sama sekali nggak menentu? Kadang saat siang hari, keadaan sekitar panas terik. Berbanding terbalik saat malam, hujan deras mengguyur tidak ingin berhenti. Atau pernah nggak berpikir bahwa periode musim-musim yang ada sudah berubah. Bila saat sekolah dasar kita diajarkan musim hujan terjadi saat Oktober hingga Maret dan musim kemarau saat April hingga September namun kenyataannya saat ini musim-musim itu tak dapat diprediksi. Ini membuktikan bahwa bumi kita sudah mulai berubah. Namun kebanyakan orang-orang masih belum sadar.
Tahukah Kalian? (Dok. Pribadi)
Hal itu tentunya adalah salah satu ciri dari perubahan iklim yang sedang terjadi. Dr. Amanda Katili Niode selaku Manager Climate Reality Indonesia membuka diskusi pagi ini dengan menyodorkan fakta-fakta perubahan iklim yang ada di dunia. Beliau menuturkan bahwa ada 60 juta orang yang terdampak cuaca ekstrem dari seluruh dunia. Sebut saja turunnya suhu dingin yang melanda Amerika hingga -40o Celcius sementara di Australia, gelombang panas mengantarkan suhu +50o Celcius. Keduanya membuat masyarakat sekitar sulit untuk melakukan kegiatan sehari-hari secara normal.
Dr. Amanda Katili Niode Memberikan Paparannya (Dok. Pribadi)
Di Indonesia sendiri, perubahan iklim yang ekstrem menyebabkan banyak bencana hidromereorologi terjadi. Bencana yang diakibatkan parameter meteorologi seperti curah hujan, temperatur, angin, maupun kelembaban membuat Indonesia rentan akan bencana kekeringan, banjir, puting beliung, kebakaran hutan, hingga gelombang panas dan gelombang dingin. Dari 2481 bencana yang terjadi di Indonesia hingga akhir-akhir ini, kurang lebih 97% yang berasal dari hidrometeriologi. Dampaknya ke 10 juta orang lebih yang menderita dan mengungsi. Mengerikan, bukan?

Nah, seperti kata pepatah, ada sebab ada akibat. Bencana-bencana itu terjadi juga karena ada campur tangan kita, sebagai manusia. Kegiatan sehari-hari yang berlebihan dan kadang tidak kita sadari turut andil dalam kerusakan lingkungan. Menyalakan AC, berlebihan mengonsumsi daging, atau berkendara walau dengan jarak yang dekat menyumbang emisi gas rumah kaca yang dapat mengakibatkan pemanasan global. Belum lagi industri-industri dalam jumlah besar seperti pertambangan, pabrik, industri, hingga pembakaran hutan untuk membuka lahan semua adalah aktivitas yang dilakukan oleh manusia.
Kegiatan Manusia yang Merusak Lingkungan. (Dok. Materi Forest Talk)
Dan bila ini terus berlanjut, dampaknya sudah tentu bencana yang semakin sering hingga mengganggu hidup kita pula seperti berubahnya musim panen dan tingkat keberhasilannya yang mengakibatkan jumlah pangan yang semakin lama semakin menipis, sumber air bersih yang ada di dunia semakin sulit ditemukan, banyaknya penyakit-penyakit yang timbul bahkan penyakit baru akibat rusaknya lingkungan, hingga bagi negara kondisi politik dan sosial jadi rentan dan tidak stabil.
Dampak perubahan Iklim Global. Ngeri euy! (Dok. Materi Forest Talk)
Jadi, apa yang bisa kita lakukan? Dr. Amanda menjelaskan ada dua upaya yang harus kita lakukan segera yaitu upaya mitigasi dan adaptasi. Adaptasi sendiri diartikan sebagai upaya mengembangkan berbagai cara untuk melindungi manusia dan ruang dengan mengurangi kerentanan terhadap dampak iklim yang ada. Sedangkan mitigasi dapat diartikan sebagai upaya untuk memperlambat proses perubahan iklim global dengan mengurangi gas-gas rumah kaca yang ada di atmosfer. Contoh perilaku mitigasi yang dapat kita lakukan adalah:

1. Mengurangi konsumsi daging dan memperbanyak konsumsi sayuran dan buah
2. Mengurangi penggunaan plastik dalam kegiatan sehari-hari
3. Menggunakan alat transportasi massal untuk mengurangi emisi gas kendaraan
4. Menyalakan AC seperlunya saja
5. Mengusung konsep recycle dalam memperlakukan sampah
6. Beralih ke barang-barang yang eco-friendly

Nah dengan data dan fakta yang seperti itu, kita tahu bahwa perubahan iklim nyata adanya. Bukan hanya bualan semata. Dan solusinya pun telah diberikan. Pertanyaannya adalah, apakah semua ini bisa kita lakukan? Jawabannya tentu saja bisa! Yang penting adalah komitmen dari dalam diri kita. Seperti Pulau Sumba yang menargetkan tahun 2025 menggunakan 100% energi terbarukan atau kondisi Pulau Bali saat perayaan nyepi, penggunaan segala bentuk produk yang dapat merusak lingkungan dapat kita minimalkan. Sekarang pertanyaannya bukan lagi bisa atau tidak, melainkan mau atau tidak.

Karena gawat! Bumi sekarat! Kita harus merawat!

Video Dr. Amanda Katili Niode Memberikan Paparan (Dok. Pribadi)


Sebagian dari kalian mungkin pernah tahu ungkapan bahwa Indonesia adalah paru-paru dunia. Dengan hutan terluas kedua di dunia dapat dibilang Indonesia adalah penyumbang gas kehidupan yang ada di seluruh dunia. Namun apa jadinya jika hutan tersebut semakin lama semakin berkurang bahkan cenderung hilang? Masih bisakah kita bertahan? Terus bila kita ingin menjaga hutan, apakah kita tidak boleh mengolahnya?

Bahasan mengenai hutan dan segala macam pengelolaannya disampaikan oleh Dr. Atiek Widyawati dari Tropenbos Indonesia. Sebelum membahas panjang lebar mengenai segala macam istilah yang menggantung dari hutan, Beliau memberitahukan definisi hutan terlebih dahulu agar semua yang hadir memiliki presepsi yang sama definisi hutan itu seperti apa. Menurut Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) 2018, hutan adalah wilayah dengan pohon dewasa yang ukurannya lebih tinggi dari 5 meter tutupan kanopi lebih besar 30% dengan luasan lebih dari 6.25 Ha. Berbicara tentang hutan tentu kita juga harus memperhatikan bentang alamnya termasuk manusia, hewan dan kondisi yang ada di sekitarnya.
Berbicara Hutan Juga Berbicara Lansekap Di Sekitarnya. (Dok. Materi Forest Talk)
Berbicara tentang hutan di Indonesia, saat ini sudah banyak sekali berubah. Deforestasi, degradasi, bahkan konversi hutan menjamur tanpa bisa dicegah. Deforestasi merupakan perubahan wajah hutan yang dari areal berhutan menjadi tidak berhutan sama sekali. Biasanya deforestasi terjadi akibat ulah manusia yang menebang pohon tanpa memperhatikan lingkungan. Sementara degradasi adalah penurunan kualitas hutan. Hal ini dapat disebabkan karena adanya tutupan, biomassa, atau aspek lainnya. Dan terakhir konversi adalah alih fungsi/status hutan yang digunakan untuk berbagai kepentingan. Dalam skala besar, konversi dilakukan dengan pembalakan lahan menjadi hutan tanaman seperti sawit. Skala kecil mencatat perlakuan masyarakat yang memiliki kebiasaan lahan berpindah dengan cara menebang pohon untuk perkebunan. Nah, dengan perubahan-perubahan itu, hutan yang rentan dirusak dapat menimbulkan banyak bencana seperti kabut asap, banjir bandang, hingga penyerapan gas racun CO2 yang menurun. Yang kena imbasnya tentu manusia!
Dr. Atiek Widyawati Menjelaskan Dampak Hutan yang Semakin Lama Menghilang. (Dok. Pribadi)
Ibarat sebuah penyakit, sebelum bertambah parah kita harus segera mengobatinya. Mengembalikan fungsi hutan sebagaimana mestinya mutlak diperlukan. Dr. Atiek mengungkapkan konsep pengelolaan hutan dan lanskap yang berkelanjutan menjadi salah satu upaya. Restorasi dan rehabilitasi lahan akibat pembalakan liar dapat menjadi langkah awal untuk pemanfaatan menjadi perkebunan. Selain itu, kita sebagai masyarakat pun dapat ikut berkontribusi seperti:

1. Mendukung pelestarian hutan dengan berhenti melakukan buka tutup lahan dengan membakar atau menebang pohon sembarang
2. Mendukung hasil hutan non kayu seperti madu, minyak atsiri, rotan, dll
3. Memanfaatkan jasa ekosistem hutan seperti pemandian air panas, air minum dari sumber mata air pegunungan, ekowisata, dll
4. Mendukung produk-produk masyarakat tepi hutan seperti kerajinan rotan atau pelepah
5. Mendukung produksi kayu yang berkelanjutan namun tetap sesuai dengan lingkungan

Kita sebagai masyarakat sudah seharusnya ikut membantu dan berkontribusi nyata dalam upaya pengembalian fungsi hutan seperti sediakala. Karena, hutan adalah tameng terakhir kita untuk hidup di bumi. Jika hutan menghilang, maka kita pun lama kelamaan ikut menghilang. Dengan lestarinya hutan kita, maka hidup kita juga terjaga.

Video Dr. Atiek Memberikan Pemaparannya Tentang Konsep Hutan (Dok. Pribadi)


Apa kita sama sekali nggak boleh memanfaatkan hutan? Pertanyaan itu pasti mampir di kepala kalian ketika membaca dua penjelasan narasumber di atas. Jawabannya tentu tidak. Kita dapat memanfaatkan hutan namun tetap tanpa merusaknya. Seperti yang saya ceritakan di awal, Mama dalam hal ini bertugas untuk mengawasi kawasan hutan-hutan yang memang ditujukan sebagai hutan industri. Namun, apakah hanya kayu hutan yang dapat dimanfaatkan? Menurutmu?
Dr. Murni Titi Resdiana, MBA Memberikan Pemaparan tentang HHBK (Dok. Pribadi)
Pernahkah kalian dengar istilah HHBK atau Hasil Hutan Bukan Kayu? Tahukah kalian jika hutan kita bukan hanya menghasilkan kayu sebagai produk utama melainkan banyak produk lain yang ada dan berguna. Nah, Dr. Murni Titi Resdiana, MBA selaku Asisten Utusan Khusus Presiden Bidang Perubahan Iklim memaparkan potensi dari sebuah pohon yang ada di hutan untuk pengembangan ekonomi kreatif masyarakat. Dalam menanam sebuah pohon, kita harus tahu terlebih dahulu tujuan kita menanam pohon tersebut. Sebut saja seperti:

1. Pohon sebagai sumber serat seperti serat bambu, serat pelepah pisang, serat Eucaliptus, dll
2. Pohon sebagai pewarna alam seperti daun jati, kulit secang, indigofera, akar mengkudu, dll
3. Pohon sebagai bahan kuliner seperti daun jati, kelapa, nipah, indigofera, kulit secang. dll
4. Pohon sebagai sumber furniture seperti rotan, kelapa, dll
5. Pohon sebagai barang dekorasi seperti lontar, rotan, daun nipah, dll
6. Pohon sebagai sumber minyak atsiri seperti kayu putih, cengkeh, cendana, merica, dll
7. Pohon sebagai energi terbarukan seperti nipah, kaliandra merah, dll

Contoh Pemanfaatan Pohon Sebagai Banyak Produk (Dok. Materi Forest Talk)

Konsep pemanfaatan hutan ini amat sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) yang dicanangkan oleh pemerintah lewat Peraturan Presiden No. 59 Tahun 2017. Nah, untuk mencapai TPB tersebut  kita dapat mengandalkan budaya seni Indonesia namun tetap berasal dari pohon seperti kain tenun, celup ikat, dan batik. Juga dengan anyaman yang banyak kita temui baik tikar, topi maupun tas. Dengan budaya seni yang dimanfaatkan untuk TPB ini, masyarakat dapat diberdayakan hingga menghasilkan nilai ekonomi bagi mereka sendiri. Bagi desanya pun, produk hasil jadi dapat menjadi produk unggulan desa sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat banyak.

Di Palembang sendiri, ada sebuah kain tradisional bernama Jumputan yang menggunakan banyak pewarna ketika membuatnya. Proses mengikat kain kemudian mencelupkannya ke pewarna berulang kali agar mendapatkan motif mungkin dapat memanfaatkan pewarna alami dari alam sehingga bisa menambah nilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.
Jumputan, Kain Tradisional Palembang Menggunakan Pewarna (Dok. Pribadi)
Dengan makin banyaknya manfaat pohon bagi kehidupan masyarakat, sudah seharusnya kita juga berperan aktif untuk mewujudkan ekonomi kreatif yang tidak merusak lingkungan. Karena kalau bukan kita, siapa lagi, kan?

Video Pemaparan Dr. Murni Titi Resdiana, MBA tentang Hutan dan Ekonomi Kreatif. (Dok. Pribadi)


APP Sinar Mas adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan kertas dan tisu. Di Sumatera Selatan sendiri, APP Sinar Mas terletak di Sungai Baung, Ogan Komering Ilir. Nah, sebagai perusahaan yang tidak jauh dari kayu dan hutan, APP Sinar Mas memiliki CSR berupa Desa Makmur Peduli Api. Desa Makmur Peduli Api (DMPA) bukanlah hal baru yang saya dengar. Sejujurnya, saya sudah dua kali meliput tentang bahasan ini dalam beberapa kesempatan ke belakang. Terakhir, saya beserta beberapa blogger Palembang terjun langsung menuju Jalur 29, tempat salah satu DMPA binaan APP Sinar Mas berada.
Mencoba Air Hasil dari DMPA APP Sinar MAs di Jalur 29. (Dok. Pribadi)
Pak  Janudianto, Head of Social Impact & Community Development APP Sinar Mas menuturkan bahwa perubahan iklim juga merupakan isu penting bagi perusahaan ini. APP Sinar Mas berkomitmen untuk berkontribusi langsung untuk menangani perubahan iklim global. Pada tanggal 5 Februari 2013, APP Sinar Mas mengumumkan peraturan konservasi hutan yang meliputi perlindungan terhadap hutan alami, manajemen lahan gambut, komitmen sosial, dan rantai suplai global. Nah, DMPA termasuk dalam peraturan yang ketiga.
Pak Janudianto Menjelaskan Komitmn APP Sinar MAs terhadap Lingkungan. (Dok. Pribadi)
Per 2018, ada 284 desa yang menerima manfaat dari program ini. Dana yang digelontorkan dikelolah oleh bumdes setempat, koperasi, bahkan gapoktan. Bentuk pengelolaannya pun berbeda tergantung jenis kebutuhan di masing-masing desa. Selain memberi bantuan, DMPA juga membina masyarakat agar menjadi garda terdepan dalam menangani kebakaran hutan. Dengan DMPA, masyarakat diberikan edukasi agar tidak kembali membakar lahan untuk pertanian dan perkebunan namun memaksimalkan lahan yang ada agar lebih produktif.
Program Permberdayaan DMPA APP Sinar Mas. (Dok. Materi Forest Talk)
DMPA hingga saat ini mampu memberikan dampak yang positif. Sekitar 68% dari desa penerima target memiliki pendapatan yang meningkat. Kejadian pembakaran lahan pun minim. Produk yang dihasilkan oleh masyarakat menjadi bervariasi. Dan yang jelas, dengan DMPA, lingkungan menjadi lebih lestari.

Video Bapak Janudianto dari APP Sinar Mas Menjelaskan tentang DMPA. (Dok. Pribadi)


Setelah mendengarkan paparan dari keempat narasumber yang ada, para blogger akhirnya diberikan kesempatan untuk mengenal secara langsung bagaimana bahan-bahan yang didapatkan dari alam dapat dijadikan produk kreatif yang bernilai jual tinggi. 

Yang pertama tentu dari Galeri Wong Kito. Galeri ini fokus kepada produk tekstil yaitu kain yang pewarnaannya berasal dari alam! Keren! Founder dari Galeri Wong Kito lalu menjelaskan mengenai kain ecoprint—sebuah kain yang menggunakan daun-daunan sebagai motifnya. Kali ini, kami diajak untuk langsung membuat kain ini dengan motif daun jati. Cara membuatnya bisa dibilang susah-susah gampang. Daun direndam terlebih dahulu di cairan tawas sebelum digunakan. Setelah itu barulah ditaruh di atas kain kemudian membentuk pola. Ambil sejenis palu dari kayu kemudian pukul-pukul di bagian daun dengan pelan mulai dari bagian tulang, sisi terluar, kemudian masuk ke dalam. Setelah dirasa cukup, lepaskan daun yang menempel dan voila... kain telah tercetak! Beliau menjelaskan bahwa pewarnaan alami ini sengaja dipilih sebab lebih ramah lingkungan lalu target yang ingin dicapai adalah pangsa luar negeri. Hebat euy!
Kain Eco-Print yang Dibuat Blogger Palembang. (Dok. Pribadi)

Pengaplikasian Warna Alami Dapat Digunakan Di Berbagai Kain. Blogger Palembang Menunjukkannya. (Dok. Pribadi)


Video Penjelasan Galeri Wong Kito tentang Eco-Print dan Proses Workshop oleh Blogger Palembang. (Dok. Pribadi)

Kedua ada Mellin Galery yang memanfaatkan kayu limbah untuk dipakai sebagai pajangan khas Palembang. Sang pemilik bilang bahwa pemanfaatan limbah kayu masih minim dan melihat peluang itu, ia berpikir untuk memanfaatkannya menjadi barang yang lebih bernilai. Saya pun terkagum-kagum melihat hasilnya. Jembatan Ampera yang ia replika sedemikian rupa tampak kokoh dan bagus dipandang. Jika Beliau nggak bilang ini dari limbah kayu, mungkin saya sama sekali nggak percaya! Iya, sekeren itu!
Mellin Galery yang Fokus Pada Pajagan Khas Palembang. (Dok. Pribadi)


Video Penjelasan Mellin Galery tentang Bahan Baku Limba Kayu yang Digunakan. (Dok. Pribadi)

Selanjutnya ada produk-produk dari Desa Makmur Peduli Api. Keripik-keripik, beras, dan produk lain terpajang apik di meja.
Stand DMPA dengan Berbagai Produk. (Dok. Pribadi)

Suasana Stan DMPA yang Menawarkan Hasil Olahannya. (Dok. Pribadi)

Dan terakhir adalah sesi yang paling ditunggu teman-teman: demo masak! Kami pun dibawa ke samping KBTR. Di sana sudah ada chef Taufiq dari 40 Avenue Restaurant yang sudah menunggu. Kami pun langsung bergerombol mengelilingi tempat memasak. Kali ini ada dua menu yang dimasak oleh chef Taufiq: Mushroom Paradise dan Korean Spicy Chicken Wings. Keduanya dipilih bukan tanpa alasan. Chef Taufiq bilang bahwa hasil-hasil pertanian, peternakan, dan hutan kita sama sekali tidak kalah dengan negara lainnya. Jika kita mampu mengolah sumber pangan lokal menjadi lebih berkelas, tentu itu akan menambah nilai ekonomisnya.
Chef Taufiq yang Akan Demo Masak Hari Ini. (Dok. Pribadi)
Nah, jamur-jamur yang digunakan untuk memasak Mushroom Paradise merupakan jamur lokal yang mudah didapat di pasar-pasar terdekat. Sedangkan pada Korean Spicy Chicken Wings, ada madu yang ditambah sebagai pemberi rasa manis yang bikin ketagihan di sausnya. Dan nggak perlu panjang lebar, chef Taufiq pun mulai memasak. Dengan cekatan, ia memasukkan jamur-jamur untuk di deep fried. Setelah berwarna kecokelatan, ia lalu meniriskan minyak kemudian dimasukkan ke dalam wadah yang berbentuk troli. Saus keju pun disajikan sebagai pelengkap dan Mushroom Paradise pun siap disantap. 
Mushroom Paradise yang Menggugah Selera. (Dok. Pribadi)
Perlakuan yang sama juga dilakukan pada sayap ayam. Beliau melumurinya dengan tepung lalu menggorengnya dengan minyak panas. Setelahnya, ia meniriskan kemudian mulai membuat bubu. Bahan-bahan dimasukkan hingga menghasilkan warna merah yang menggugah selera. Ayam yang tela digoreng kemudian dimasukkan ke dalam saus untuk diselimuti. Setelah merata lalu diangkat dan diberi taburan wijen dan pemanis. Korean Spicy Chicken Wings yang enaknya kebangetan pun siap dibabat.
Korean Spicy Chicken Wings yang Bikin Ngiler. (Dok. Pribadi)

Video Cooking Class Bersama Chef Taufiq. (Dok. Pribadi)

Acara pun dilanjutkan dengan pemberian hadiah kepada pemenang lomba instagram dan twitter. Setelahnya yang nggak boleh terlewatkan adalah berfoto bersama. 
Pemenang Lomba IG. (Dok. Forest Talk)
Pemenang Lomba Twitter. (Dok. Pribadi)
Acara ini adalah acara yang membangkitkan memori saya terhadap percakapan-percakapan kecil saya dengan Mama tentang hutan. Bila dulu saya hanya bertanya iseng, namun sekarang semuanya ternyata berubah. Dengan iklim yang tidak menentu akibat kegiatan manusia yang berlebihan, sudah saatnya kita bertindak. Mungkin kita merasa belum ada dampak langsung yang kita rasakan, akan tetapi percayalah... ini adalah nyata. Sebagai manusia sudah saatnya kita menyelamatkan lingkungan dan hutan kita apapun caranya. Sebab, hutan lestari adalah kunci untuk masa depan kita semua. Bila ini terus terjaga, bukan tidak mungkin bumi kembali berubah. Menjadi lebih baik tentunya. Semoga.
Berfoto Bersama Setelah Acara Selesai (Dok. Forest Talk)
Video lengkap kegiatan dapat ditonton di sini:


Senin, 25 Maret 2019

Sore Lega Bersama All New Suzuki Ertiga Sport

Sabtu sore bagi sebagian orang adalah waktu-wakru yang sakral. Pada saat ini, orang-orang seumuran saya telah bersiap untuk pergi menjemput sang dambaan hati untuk pergi malam mingguan. Tak terkecuali Sabtu (23/3) kemarin. Jalanan Palembang sudah padat merayap menandakan orang-orang telah berjibaku ke tempat wisata terdekat.

Minggu, 20 Januari 2019

Jakarta dan Transportasi Umum: Sebuah Perubahan


Pernah nggak sih kalian dengar sebuah kutipan bahwa semua yang ada di dunia ini terus berubah? Manusia-manusia, mimpi-mimpi, bahkan lingkungan sekitar kita. Saya masih ingat, dulu ketika mengunjungi Jakarta saat mudik beberapa tahun silam, saya amat terpukau dengan deretan jalan-jalan layang yang ada. Nah, kemarin saat saya berkesempatan menonton pembukaan Asian Games 2018, mulut saya nggak berhenti menganga. Deretan gedung-gedung tinggi pencakar langit dan kendaraan-kendaraan ramai memenuhi seluruh sudut kota. Jakarta berubah. Setiap tahun, jumlah gedung tinggi di Jakarta meningkat, jumlah populasi penduduk meningkat, gaya hidup masyarakat meningkat, begitu pula dengan jumlah kendaraan di Jakarta.

Rabu, 14 November 2018

ASUS ZENFONE MAX PRO M1, SMARTPHONE POWERFULL UNTUK BERMAIN TANPA BATAS

Pernah nggak kalian jatuh cinta pada sesuatu hal yang sama sekali tidak pernah kalian bayangkan sebelumnya? Jika pertanyaan itu diberikan kepada saya, saya akan dengan cepat menjawab ‘Ya’. Bahkan, sampai saat ini, saya masih jatuh cinta.

Bermula dari akhir tahun lalu, sahabat saya Daan mengenalkan saya kepada salah satu permainan survival di smartphone. Sebelumnya saya tidak pernah berpikir untuk memainkan apapun di ponsel pintar saya. Bagi saya, ponsel pintar itu hanya sekadar untuk mendukung kegiatan saya sehari-hari seperti mengecek hal yang perlu dikerjakan, fotografi, atau sekadar berselancar di media sosial. Jika diurutkan dalam daftar prioritas, mobile gaming pasti berada di dalam daftar terbawah saya. Namun, malam itu, berawal dari coba-coba, akhirnya saya malah jadi ketagihan. Sekarang pun bukan hanya satu permainan survival saja, ada permainan-permainan lain yang saya unduh. Pandangan saya akan game mobile pun jadi semakin lebar.



Sebagian orang mungkin menganggap game adalah satu hal yang sia-sia belaka. Namun bagi saya sendiri, game adalah sarana untuk menghilangkan kejenuhan terhadap rutinitas sehari-hari. Apalagi dulu, sebagai mahasiswa tingkat akhir yang terancam DO, saya disibukkan membuat tugas akhir. Permainan di smartphone adalah satu ‘pelarian’ dari pusingnya koding-koding yang harus diotak-atik, jurnal-jurnal yang harus dibaca, dan laporan-laporan yang harus diotak-atik. Permainan-permainan apapun mulai dari perang hingga permainan ringan seperti tetris terbukti ampuh bikin otak saya lebih fresh. Banyak sekali permainan baik gratis maupun berbayar yang dapat diunduh di pasar aplikasi smartphone masing-masing.

Dalam laporan Newzoo, sebuah organisasi yang mengumpulkan data dan riset tentang Gaming, yang dipublikasikan dalam Global Games Market, terdapat 23 miliar pemain game yang ada di seluruh dunia. Peningkatan sebesar 13 % dari tahun 2017 akan menghabiskan US$ 137,9 miliar hanya untuk game! Keren, kan? Seiring berjalannya waktu, industri permainan ponsel pintar tidak lagi dipandang sebagai pelengkap namun sebagai lahan menjanjikan bagi para pengembang. Nah, berbanding lurus dengan industri gaming yang terus maju, mau tidak mau para pordusen smartphone juga dituntut untuk memenuhi kebutuhan dan spesifikasi untuk menunjang para pemain karena saat ini smartphone bukan hanya sebatas alat komunikasi.



SAYA VERSUS SMARTPHONE

Saya ingat pertama kali saya memegang ponsel ketika duduk di kelas satu SMP. Ponsel pertama saya adalah ‘warisan’ dari papa saya. Dulu, ponsel hanya saya gunakan untuk sekadar menelpon untuk minta dijemput. Sinyal yang ada pun hanya GPRS. Membuka mesin pencari pun susahnya minta ampun. Nah, ponsel itu kemudian berevolusi jadi macam-macam. Rasanya saya sudah mencoba segala jenis ponsel. Kebutuhan saya pun akan sebuah ponsel semakin lama semakin banyak.

Seiring berjalannya waktu, ponsel yang semula hanya sebagai media komunikasi berubah menjadi bagian dari gaya hidup. Jika ditanya apa barang bawaan yang paling penting bagi saya ketika bepergian, saya akan menjawab smartphone. Tidak perlu memikirkan sampai dua kali. Tanpanya saya seolah mati gaya. Semua hal penting ada di dalam smartphone saya. Bahkan uang sekalipun.

Kebutuhan itu pula yang membuat saya menerapkan standar ganda ketika bermain mobile game. Dulu, tak terhitung rasanya berapa kali saya menghapus data yang ada di ponsel demi mendapatkan pembaharuan game yang saya inginkan. Saya juga rela mata saya memicing karena grafik rendah dan jalan patah-patah ketika bermain game survival. Saya pun bagai tikus mencari colokan demi baterai sekarat saat game pemain tinggal sepuluh besar. Semua itu saya lakukan biar bisa makan malam pakai ayam (baca: Winner Winner Chicken Dinner). Pertarungan saya versus smartphone itulah yang abadi.

Nah, jika ditanya seperti apa smartphone  yang ideal bagi saya untuk bermain, saya akan menjawab yang bisa buat saya nggak merasakan pengalaman pahit seperti di atas. Tentunya tidak menghilangkan fitur-fitur lainnya dari sebuah smartphone.

  • PROSESOR KEKINIAN, GRAFIS TINGGI
Yang paling penting dari sebuah smartphone gaming adalah prosesor dan grafis. Prosesor mengatur segala hal sistem operasi yang ada di dalam ponsel. Sementara grafis bertugas untuk mengolah tampilan grafis seperti gambar dan video. Semakin bagus kedua komponen ini maka pengalaman bermain bakal jadi hal yang menyenangkan. Lancar tanpa kendala dengan tampilan yang gak bikin menerka-nerka di mana musuh berada. Belum lagi permainan smartphone saat ini menghendaki grafis yang tinggi. Bagi saya, Snapdragon adalah standar bagi ponsel gaming dengan grafis Adreno.

  • RAM BESAR, MEMORI PENYIMPANAN LEGA
Hal kedua tentu adalah RAM dan Memori. Seumpama komputer, keduanya berfungsi mengendalikan proses multitasking dan performa dari perangkat. Nggak bisa dipungkiri bahwa aplikasi-aplikasi saat ini memakan memori yang cukup besar. Tak terkecuali game. Dengan adanya RAM yang besar, ponsel jadi dapat memproses banyak aplikasi sekaligus tanpa perlu membukanya dari awal. Dan dengan adanya memori yang lega, kita nggak perlu khawatir saat game favorit mengalami pembaharuan. Nggak perlu lagi hapus-hapus file sana-sini. Enak bukan? Melihat kebutuhan saat ini, RAM 3 GB dan memori 32 GB adalah standar bagi sebuah ponsel untuk gaming buat saya.

  • BATERAI GEDE DAN GAK BIKIN BOROS
Gak bisa dipungkiri, sebagus apapun sebuah ponsel namun jika daya baterainya kecil, bakal sia-sia belaka. Dengan baterai besar, kita nggak perlu pusing memikirkan daya ketika sedang bermain. Yang penting bisa tahan seharian dan nggak perlu repot-repot bawa powerbank atau cari colokan! Keren bukan? Standar baterai ponsel bagi saya sih 4.000 mAh. Makin besar makin bagus!

  • LAYAR HD, UKURAN MUMPUNI
Rasa-rasanya percuma jika grafis bagus namun tidak didukung oleh resolusi layar yang baik. Jadinya malah bikin mata sakit. Dengan layar yang bagus, maka warna-warna dalam permainan akan lebih keluar jadinya bikin memanjakan mata. Ukuran layarnya pun harus compact di tangan agar lebih enak digenggam. Bagi saya, 1.080p adalah wajib dengan ukuran 5.5 inch – 6 inch! Nggak lupa rasio layar kekinian 18:9!

  • HARGA PAS GAK BIKIN KANTONG BOLONG
Sebut saya serakah tapi harga memang paling menentukan sebuah smartphone gaming pilihan saya. Meski dengan komponen top, harga bagaimanapun jugalah yang akhirnya membuat saya memutuskan untuk membeli sesuatu atau tidak. Ada yang sepemikiran? Saya nggak terlalu menghendaki harga yang semurah-murahnya karena saya tahu komponen smartphone idaman saya itu nggak murah. Mungkin di kelas mid-end Rp 2.000.000 – Rp 4.000.000 adalah harga yang masuk akal bagi saya.



BERTEMU ASUS ZENFONE MAX PRO M1, BERMAIN TANPA BATAS

Pertemuan saya dengan smartphone ini cukup unik. Saat baru pertama kali muncul, adik saya Dhimas meminta tolong dibelikan ponsel yang bisa ia pakai nanti saat ia bersekolah di Jepang. Sebagai seorang kakak yang baik ditambah paksaan orang tua, saya pun menyempatkan waktu satu hari untuk mencari. Nah, dari awal saya sudah kepikiran dengan ASUS Zenfone Max Pro M1 ini karena saya tahu dia adalah seorang fans ASUS sejati. Namun saya sedikit sangsi. Hari itu adalah hari pertama ponsel ASUS Zenfone Max Pro M1 diluncurkan di toko-toko offline. Dan karena saya tinggal di Palembang, saya sedikit hopeless bahwa ponselnya akan datang di toko-toko resmi kota kami. Benar saja, selama dua jam mencari, dari satu konter ke konter lain, dari satu mal ke mal lain, jawabannya tetap sama: belum muncul! Akhirnya, ada satu toko yang bilang bahwa mereka ada, namun harus diambil terlebih dahulu di gudang ASUS. Saya pun langsung mengiyakan. Selama tiga puluh menit saya menunggu, akhirnya hilal itu datang. Pelayan toko membawakan kotak biru dengan desain minimalis itu ke hadapan saya dan saya pun langsung mengambilnya.




Nah, mungkin banyak yang bertanya, kenapa sih harus smartphone itu? Apa sih istimewanya? Kenapa nggak cari yang lebih mudah saja?




Jadi, buat yang belum tahu, pertengahan tahun lalu ASUS meluncurkan smartphone baru yaitu ASUS Zenfone Max Pro M1. Berbeda dengan ponsel lainnya yang diluncurkan sebelumnya, kali ini ASUS menargetkan industri gaming untuk menjadi fokus segmennya. Hal ini tidak berlebihan mengingat tren industri gaming yang semakin besar. Nah dengan ASUS Zenfone Max Pro M1, ASUS melabeli smartphone ini dengan tagline ‘Limitless Gaming'.

Membawa desain dinamis yang ditunjang dengan ukuran compact 5,5 inch, Zenfone Max Pro M1 hadir di Indonesia dengan rasio layar kekinian 18:9 inch infinity display. Pengalaman bermain game juga didukung dengan layar beresolusi 2.160 x 1.080 Full HD+. Dengan dua warna body: Meteor Silver dan Deep Sea Black, smartphone ini sukses mencuri perhatian masyarakat yang menghendaki smartphone yang trendi. Tak hanya itu, body metal dan layar lengkung (curved display) 2,5D dengan bezel tipis di sisi kanan dan kirinya membuat nyaman dipegang. Dan yang pasti, sensor sidik jari disematkan di bagian belakang yang letaknya mudah untuk dicapai. Dua kamera dengan konfigurasi berbeda sudah siap untuk digunakan. Bobotnya pun hanya 180 gr dengan dimensi 159 x 76 x 8.46 mm.



Dari segi performa pun, ASUS tidak main-main. CPU Snapdragon 636 yang menjadi kelas premium dari versi sebelumnya ditanam dengan didampingi Adreno 509 pada segi grafisnya. Dikutip dari Jagat Gadget, Snapdragon 636 menggunakan custom core Kyro 26 yang memiliki 8 core yang terbagi menjadi dua cluster sehingga menawarkan performa lebih tinggi 50-55% lebih tinggi dari versi Snapdragon 625. Duet maut dengan Adreno 509, meski tidak berbeda dengan versi sebelumnya, namun terbukti dapat meningkatkan performa gaming yang mulus lancar dengan resolusi yang tinggi sekitar 45%. Hal inilah yang menjadikan pengalaman bermain di Zenfone Max Pro M1 menjadi lebih mengasikkan dan gak bikin emosi setara dengan HP premium kelas atas.

ASUS pun menghadirkan tiga varian untuk mengimbangi performa yang menawan. RAM 3 GB + ROM 3 GB, RAM 4 GB + ROM 64 GB, bahkan hingga RAM 6 GB + ROM 6 GB! Ketiganya hadir untuk memenuhi kebutuhan multitasking  dan kemampuan menyimpan perangkat. Gak ada lagi ceritanya memori penuh ketika akan mengunduh permainan. Meski ketiganya membawa RAM dan ROM berbeda, namun semuanya memiliki spesifikasi yang sejenis. Kurang apa lagi coba? Zenfone Max Pro M1 juga dilengkapi dengan slot memori yang bikin makin lega untuk menyimpan data. Sangat wajar bila skor AnTuTu Benchmark v.7.1.0 mencapai angka 115..277.




Satu perubahan mencolok dari Zenfone Max Pro M1 ini adalah ketiadaan UI andalan ASUS ZENUI. Smartphone ini menggunakan sistem operasi pure android Oreo yang bikin ponsel jadi ringan, tidak ada iklan, dan cepat memproses perintah. Powerful dan efisien! Tidak lupa, ASUS membekali baterai yang besar 5.000 mAh yang sudah didukung dengan fitur quick charge yang mampu bertahan buat main hingga 12 jam! Bayangkan, berapa banyak Chicken Dinner yang bisa didapat?

Jika dikira dengan spesifikasi di atas ASUS mengorbankan fitur lainnya, kayaknya salah besar deh. Dari segi kamera, ASUS memberikan dua kamera belakang dengan konfigurasi kamera utama beresolusi 13 MP untuk varian 3/32 dan 4/64 dan 16 MP untuk varian 6/64 ditambah lensa wide 5MP untuk menciptakan fitur bokeh yang halus. 






Untuk kamera depannya sendiri, ada 8 MP untuk varian 3/32 dan 4/64 dan 16 MP untuk varian 6/64 yang keduanya memiliki softlight LED flash. Jadi, buat foto-foto, Zenfone Max Pro M1 bisa diadu dengan ponsel sejenis! Dan juga ada berbagai fitur kamera seperti HDR, Auto, Potrait, hingga Flower yang otomatis dapat menyesuaikan pengaturan kamera ketika mengambil gambar. Nggak perlu repot-repot! Untuk segi pengambilan video sendiri, Zenfone Max Pro M1 sudah dapat merekam dengan resolusi sampai 4K! Gokil kan?





Dari segi harga, Zenfone Max Pro M1 nggak bikin kantong menjerit-jerit. Berikut harga yang berada di pasaran Indonesia:
  • ZenFone Max Pro M1 (3GB/32GB) di harga Rp2.199.000
  • ZenFone Max Pro M1 (4GB/64GB) di harga Rp2.599.000
  • ZenFone Max Pro M1 (6GB/64GB) Rp3.299.000 tersedia secara khusus didistribusikan oleh Erajaya.

Untuk paket penjualan standar yang akan didapat meliputi Unit ASUS Zenfone Max Pro M1, Charger, Kabel Data, Silicone Case, SIM Ejector, dan Buku Panduan. Semuanya sama untuk ketiga jenis varian.



SPESIFIKASI UMUM


Model
ZenFone Max Pro M1 (ZB602KL)
Display, Resolution
Full HD+ 2.160 x 1.080 pixel, 18:9 Full View Display
2.5D curve glass with 450nits
SoC Processor
CPU
Powerful 14nm Qualcomm Snapdragon 636 Octa Core Processor with  1.54x Antutu CPU score than SD625
GPU
Qualcomm® Adreno™ 509 GPU             
Memory
RAM / Storage
LPDDR4 3GB RAM, 32GB ROM
LPDDR4 4GB RAM, 64GB ROM
LPDDR4 6GB RAM, 64GB ROM
Supports up to 256GB MicroSD, 100GB Google Drive (free 1 year)
Camera System
Rear (main)
Camera
16MP (6G/64GB), 13MP (3G/32GB, 4GB / 64GB), PDAF
Rear (wide)
Camera
5 Megapixel for bokeh mode
Front camera
16MP (6G/64GB) , 8MP (3G/32GB , 4GB / 64GB), softlight LED flash
Camera feature
PixelMaster 4.0 camera mode:
Beauty, Auto (with HDR features), Selfie Panorama, GIF Animation
Wireless
WLAN 802.11 b/g/n, Bluetooth 4.2, Wi-Fi direct
Sensor
Rear fingerprint sensor (0.3 seconds unlock, supports 5 fingerprints), Face Recognition, Accelerator, E-Compass, Proximity, Ambient Light Sensor, Gyroscope
SIM card and SD slot
Triple Slots: dual SIM, one MicroSD card
Slot 1: 2G/3G/4G Nano SIM Card
Slot 2: 2G/3G/4G Nano SIM Card
Slot 3: Supports up to 256GB MicroSD card
Both SIM card slots support 3G WCDMA / 4G LTE network band. But only one SIM card can connect to 4G LTE service at a time.
Network
FDD-LTE, TD-LTE, WCDMA, GSM
Data rate:
DC-HSPA+ (DL/UL): 42/5.76 Mbps; LTE CAT 7 (DL/UL): 300/150 Mbps, 3CA support
GPS
GPS, AGPS, Glonass, BDS
OS
Pure Android 8.1 Oreo
Battery
5.000mAh capacity
Audio / Microphone
Loud speaker, PMIC internal amplifier, Dual internal microphones with ASUS Noise Reduction Technology, FM Receiver
Size / Weight
159 x 76 x 8.46 mm / 180 grams
Color
Deepsea Black and Meteor Silver



FITUR MENARIK YANG ADA DI ZENFONE MAX PRO M1

Selain spesifikasi monster di atas, ada pula fitur-fitur menarik yang disematkan di ponsel ini dan menjadi fitur kesukaan saya. Fitur-fitur ini mendukung fungsional dari Zenfone Max Pro M1.

  • Life Saver

Fitur ini memungkinkan daya tahan baterai menadi lebih panjang, meskipun digunakan untuk berbagai keperluan. Sangat berguna bagi orang-orang yang punya mobilitas tinggi.

  • Google Play Protect 

Fitur ini mampu mendeteksi dan mengamankan aplikasi yang berbahaya dari ponsel. Seperti yang kita tahu, kadang kita iseng melihat satu aplikasi atau permainan yang tampilannya menarik namun nggak sadar akan bahaya yang mengintai. Jadi fitur ini sangat berguna bagi para pemakai.



  • Picture in Picture (PIP)

Fitur ini memungkinkan untuk menjalankan dual aplikasi sekaligus. Kita dapat bermain game sambil mengecek pesan penting yang masuk. Fitur ini sangat penting agar kita dapat multitasking. Gak perlu keluar masuk aplikasi

Nah, dengan spesifikasi di atas, wajar nggak sih kalau saya merekomendasikan smartphone ini ke adik saya? Yang pasti, sampai saat ini di Jepang, ia masih setia memakai Zenfone Max Pro M1! Saya sendiri pengin banget memiliki Zenfone Max Pro M1 karena bagi saya smartphone ini adalah a whole package. Seperti kantong ajaib Doraemon, kalian bisa menemukan semua spesifikasi yang menunjang kebutuhan sehari-hari dan gaming di ponsel ini. Tanpa batas!