Kamis, 16 Januari 2014

[Review] Tears in Heaven - Angelia Caroline

Judul Buku         :    Tears in Heaven
Penulis               :    Angelia Caroline    
Penerbit             :    Gagasmedia    

ISBN                  :    978-979-780-661-3     
Tanggal Terbit      :    September 2013   
Halaman             :    352   
 
 Blurb:  

Aku akan merindukanmu.
Tak sedetik pun hatiku luput dari denyut perih karena kehilanganmu.

Kau tinggal terlalu sebentar, pergi terlalu cepat. Seperti rahasia ilahi lainnya yang tak benar-benar kumengerti, terkadang aku bertanya-tanya mengapa Tuhan hanya memberi waktu sedikit untuk kita. Tapi aku tidak menyesalinya. Karena sejak awal pun aku tak pernah berusaha menghindari kebersamaan kita.

Aku akan merindukanmu.
Dan aku tahu, mulai hari ini, perasaan ini akan senantiasa menyiksaku. Tapi tak apa, sungguh tak apa. Sakitnya masih tak seberapa... ketimbang harus melupakanmu.


***
Novel ini adalah noverl perdana Angelia Caroline. Berkisah tentang cerita anak SMA yang gagas banget. Artinya, yang gak cuma sekadar cerita SMA. Dari cover, sangat sweet. Tapi, menurutku, blurb yang dipakai agak gak nyambung sama isinya. Pun dengan judul. 

Masuk ke ceritanya tentang seorang laki-laki bule yang terpaksa pindah ke Jakarta, Nathan. Bertemu dengan teman-teman baru. Mengenal cinta baru dari Kayla. Ceritanya akan berpusat pada hubungan Nathan dengan teman-temannya, juga dengan keluarganya sendiri. 

Pertama kali baca buku ini, kepikiran sama novel Let Go karya Windhy Puspitadewi. Mungkin karena tokoh utamanya bernama Nathan dan mengidap penyakit yang sama yaitu kanker. Keseluruhan, ceritanya cukup baik. Mengalir. Walaupun banyak istilah kedokteran dalam novel ini, tapi gak terkesan menggurui.

Tapi, mungkin, terlalu banyak yang memakai plot kayak gini. Jadi kesannya nggak menarik. Meskipun mungkin yang pengin ditonjolkan adalah twist yang terletak di akhir, menurutku, itu nggak berhasil. Malah ngebuat cerita fiksi ini menjadi semakin jadi fiksi.

Mengingat penulisnya masih sangat muda, aku yakin pasti bisa lebih baik lagi. Menantikan buku keduanya! :D

3/5 stars
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: