That Kind of Person

Apakah kamu orang yang seperti itu?

Yang asal saja datang lalu pergi tanpa permisi.

Yang tiba-tiba mengucapkan apa kabar lalu menghilang tanpa jejak.

Yang membuat setitik harapan lalu dengan cepat memusnahkannya.

Apa kamu orang yang seperti itu?

***

Satu waktu, bulan sudah memanjat pohon langit, berada di puncak bumi. Tidak ada apa-apa. Tidak ada pertanda apa-apa. Yang kutahu, ada satu badai yang datang. Jauh lebih hebat dari perkiraanku. Jauh lebih besar dari semua badai yang pernah ada di benakku.

Satu pesan. Tiga kata. Hai, apa kabar?

Menerima pesan itu ibarat berada di pinggir jurang. Di sisi depan, ada segerombolan serigala lapar. Di belakang, ada sebuah jurang yang entah berdasar. Kedua-duanya mati. Tapi kita tetap diharuskan untuk memilih.
Entah sudah berapa lama, entah juga sudah berapa tahun. Serigala-serigala itu tetap lapar akan makanan bernama sapaan. Mereka kelaparan. Mereka menginginkan itu. Mereka rindu. Tapi, entah mengapa kau tidak datang. Entah kenapa kau hilang. Entah kenapa kau seperti ditelan monster lalu dimakan dan kemudian di bawanya entah ke dunia apa. Kau tidak lagi jadi duniaku. Kau tidak lagi jadi 'aku'. 

Sejak itu dunia berubah. Aku berusaha bertahan dengan rasa kelaparan seperti serigala tadi. Aku baik-baik saja. Setidaknya begitu yang aku pikir. Aku baik-baik saja. Setidaknya itu yang selalu aku yakini.

Lalu pesanmu datang. Menjebakku dan menyudutkanku ke pinggir jurang. Serigala-serigala itu melolong panjang, menemui makanan yang selama ini mereka rindukan.

Aku takut di jurang itu, aku kembali tenggelam. Jurang itulah yang selama ini membuatku seperti orang gila. Jurang yang sekali melenakan, membuat bebas, namun pada akhirnya sakit yang kembali mendera. Parah. Dan aku kembali serigala yang memilukan.

***

Apa kamu orangnya memang seperti itu?

Tidak bisakah kamu tetap tinggal?

Tidak bisakah kamu ada?
 



 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar