Jumat, 14 Agustus 2015

[Review] Vampire Flower - Shin Ji Eun

Gambar diambil dari sini

Judul: Vampire Flower
Penulis: Shin Ji Eun
Genre: Fantasy romance
Kategori: Fiksi, young adult
Harga: Rp. 69.500
Tebal: 518 halaman
Terbit: Agustus 2015
Blurb :

“Warna kelopak bunga itu lebih merah dibanding darah, wanginya begitu kuat sehingga mampu memikat vampir mana pun. Jika seseorang memiliki bunga itu, maka ia akan menduduki posisi paling tinggi di antara vampir-vampir yang lain.”

Akhir-akhir ini santer terdengar adanya pembunuhan oleh para vampir. Kang Seo Yeong  tahu ia seharusnya tidak berkeliaran di malam hari. Namun suatu malam, ia melihat temannya dibunuh oleh vampir tepat di depan matanya.

Seorang vampir lain bernama Louvrei yang berwujud seperti remaja laki-laki, menawarkan bantuan pada Seo Yeong. Hanya satu syarat yang Louvrei minta: Seo Yeong harus membantunya mencari ‘Bunga Vampir’.

Di tengah ketakutannya, Seo Yeong terpesona pada Louvrei. Apalagi saat vampir berumur ratusan tahun dalam wujud pemuda itu berjanji, “Aku akan selalu menjagamu. Jadi, jangan percaya pada siapa pun kecuali aku.”

Bisakah mereka berdua menemukan ‘Bunga Vampir’?


*
Banyak manusia yang tidak peduli dan mengira hanya merekalah yang hidup di dunia ini. Akan tetapi, sebenarnya ada dunia lain yang tersembunyi di ruang yang disebut 'bumi' ini. - hlm 30
[Review] The Dead Returns - Akiyoshi Rikako
gambar diambil dari sini

Penulis      : Akiyoshi Rikako
Penerbit    : Haru
Harga        : Rp.55.000
Tebal        : 252 halaman
Terbit       : Agustus 2015
Genre       : Thriller Misteri
Blurb :
Suatu malam, aku didorong jatuh dari tebing. Untungnya aku selamat.
Namun, saat aku membuka mataku dan menatap cermin, aku tidak lagi memandang diriku yang biasa-biasa saja.
Tubuhku berganti dengan sosok pemuda tampan yang tadinya hendak menolongku.
Dengan tubuh baruku, aku bertekad mencari pembunuhku.
Tersangkanya, teman sekelas.
Total, 35 orang.
Salah satunya adalah pembunuhku.
*

Finally, Akiyoshi-sensei is back!!!

Sejak awal aku membaca novel Girls in The Dark tahun lalu, aku sudah bertekad di dalam hati. Jika Akiyoshi Rikako kembali menerbitkan novel, aku pasti akan beli. :") Nyatanya, hal itu terwujud tahun ini. Malah beruntungnya, aku dipilih Penerbit Haru sebagai satu reviewernya. Yey!^^

The Dead Returns adalah novel terjemahan dari bahasa Jepang yang ditulis oleh Akiyoshi Rikako dan diterbitkan oleh Penerbit Haru. Secara garis besar, seperti yang terlihat di blurb, The Dead Returns bercerita tentang 'jiwa' Koyama Nobuo yang masuk ke dalam raga Takahashi Shinji. Hal itu bermula dari sebuah surat yang tertempel di meja kelas Nobuo. Berbekal rasa penasaran, Nobuo akhirnya pergi ke tebing Miura Kaishoku. Namun, saat berada di sana, ia didorong oleh seseorang. Saat sadar, ia terbangun di raga yang lain--lebih tampan dan sempurna. Dengan raga baru itu, ia kembali ke sekolah lama dan bertekad mencari pembunuh dirinya--raga Koyama Nubuo.

Seru, kan?

Pertama, aku memuji pembuat sampulnya--Kana Otsuki yang juga pembuat sampul Girls in The Dark tahun lalu (dan dicetak ulang sekarang). Sampulnya keren. Misterius, namun ringan dengan tone warna biru keabu-abuan. Aku sangat suka. :D

Secara penokohan, perkembangan karakter Nobuo dalam raga Shinji tersampaikan dengan baik. Memang, dengan POV pertama, semua kegalauan seorang Nobuo dapat terasa langsung ke pembaca. Kita seperti 'dirangkul' oleh sang tokoh untuk menyelesaikan teka-teki ini bersama-sama. Dan itu menurutku sangat menyenangkan.

Secara plot, aku bisa bilang plotnya menipu. Hahaha. Kesal sendiri. :p Bukan karena buruk, akan tetapi, aku merasa sangat WAW dengan twist khas Akiyoshi-sensei. Gila. Hahaha. Meski di bab-bab awal alur cerita berjalan lambat dan penuh tanda tanya yang membuat kita bertanya-tanya siapa pembunuhnya, namun menjelang akhir, kejutan bertubi-tubi diberi oleh penulis. Puncaknya, aku ternganga. Sial. Keren sekali. :p

Satu hal lagi yang kusukai dari novel ini adalah karena pesan moralnya. Novel ini menyajikan isu-isu yang ada di Jepang, misalnya suasana kelas yang dingin, hubungan orang tua dan anak, idola, hubungan remaja, terlebih kepercayaan kepada diri sendiri untuk berbaur. Pesan-pesan itu membuat novel setebal 250 halaman ini tidak sekadar novel thriller biasa sehingga terasa ringan.

Kekurangan novel ini (alasan personal sebenarnya) adalah fokus utamanya yang agak kabur. Sebenarnya aku mengharapkan sebuah cerita yang intens seperti drama detektif Jepang sehingga aku sedikit kecewa. Namun, kekurangan itu tidak membuat novel ini menjadi tidak layak untuk dibaca. The Dead Returns tetap menjadi bacaan yang menarik untuk orang yang suka membaca cerita thriller-misteri yang ringan dan personal. :D

Intinya, aku rekomendasikan buku ini kepada orang-orang yang suka membaca sebuah novel dengan ending yang tidak terduga. :D

4/5 bintang.