Sabtu, 14 November 2015

[Review] Cinder - Marissa Meyer


Judul: Cinder
Penulis: Marissa Meyer
Penerbit: Penerbit Spring
Halaman: 373 halaman
Terbitan: Januari 2016
Blurb : 
Humans and androids crowd the raucous streets of New Beijing. A deadly plague ravages the population. From space, a ruthless lunar people watch, waiting to make their move. No one knows that Earth’s fate hinges on one girl. 

Cinder, a gifted mechanic, is a cyborg. She’s a second-class citizen with a mysterious past, reviled by her stepmother and blamed for her stepsister’s illness. But when her life becomes intertwined with the handsome Prince Kai’s, she suddenly finds herself at the center of an intergalactic struggle, and a forbidden attraction. Caught between duty and freedom, loyalty and betrayal, she must uncover secrets about her past in order to protect her world’s future.
*


Pernah nggak kalian kepikiran dongeng Cinderella diceritakan kembali menjadi sebuah novel? Mungkin sebagian dari kalian bakal bilang bahwa ceritanya akan itu-itu aja. Nggak menarik. Pasti ketebak.

Tapi, pernah nggak kalian kepikiran Cinderella yang ada di dalam dongeng itu sosoknya jauh dari pikiran kalian--gadis cantik, berambut panjang, memakai gaun berwarna biru menjadi sosok yang amat berbeda--seorang cyborg?
Tertarik?

Begitulah yang aku pikir. Saat Penerbit Spring bilang mau menerbitkan buku ini, dalam hati aku skeptis--bakal dibawa seperti apa cerita Cinderella yang itu-itu aja. Tapi ternyata, just like a quote, "Don't judge a book before you open it", ternyata aku salah. Cinder itu berbeda.

Cinder bercerita tentang Cinder Linh, seorang gadis cyborg--seseorang yang memiliki beberapa bagian mekanik di tubuhnya dan bekerja sebagai mekanik. Dan layaknya kisah Cinderella, ada Adri--wali yang memperlakukannya tidak baik serta kedua anaknya: Peony dan Pearl. Cerita dimulai ketika pangeran Persemakmuran Timur, Kaito datang berkunjung ke bengkel Cinder. Tak lama kemudian, adiknya Peony terjangkit letumosis, sebuah penyakit mematikan yang menyerang bumi. Sementara itu, penghuni bulan yang dipimpin oleh Ratu Levana merencanakan pernikahan agar terjadi perdamaian aliansi bumi dan bulan.

Dua kata yang terpatri di otakku ketika membaca ini adalah: LUAR BIASA. Maksudku, bisa-bisanya penulis menceritakan kembali dengan imajinatif seperti ini. Adegan-adegan yang terasa familier ternyata mampu diceritakan dengan nuansa yang baru. Latar yang mengambil tempat di New Beijing, ketika bumi sudah melalui perang dunia keempat menjadi hal menarik tersendiri di novel ini.

Konflik yang dibangun pun bikin ceritanya jadi menegangkan. Plotnya juga rapi. Meskipun terkesan lambat sih awalnya tapi worth it, kok. Mungkin karena ini adalah buku pertama dari serial Lunar Chronicle sehingga latar belakang Cinder dikorek sebegitu detail. Ceritanya juga seru dan menegangkan dan plot twist pun tersebar. Endingnya pun dibuat menggantung sehingga bikin penasaran untuk membaca lanjutannya. Dan yang paling penting, terjemahannya juga bagus! :")

Nah, buat yang mau ikutan baca, Cinder akan terbit Januari, 2016 melalui penerbit Spring! Yuhuu~~ Lanjutannya pun -Scarlet (Red Riding Hood), Cress (Rapunzel), dan Winter (Snow White), akan terbit bulan-bulan berikutnya dengan estimasi satu bulan satu buku. Buat kalian yang pengin cerita young adult fantasi yang berbeda, Cinder cocok buat kamu. Rekomendasi buku bagus! ^^


Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: