Jumat, 24 Februari 2017

#LawanNeuropati; Si Diam-Diam Membahayakan dengan Neurobion



Ada satu hal yang sering saya alami bila terlalu lama mengetik di layar ‘laptop’. Hal tersebut terkadang datang tiba-tiba tanpa pemberitahuan dan bertahan beberapa menit kemudian hilang. Lalu datang lagi kayak mantan yang tiba-tiba sms ‘Hai’. Hal tersebut adalah: kesemutan.

Sebagai mahasiswa tingkat akhir di jurusan komputer, mau nggak mau urusan saya harus terus berkutat dengan laptop dalam waktu yang lama baik untuk ngoding atau menulis artikel di blog. Mulanya, saya menganggapnya biasa saja. Namun, belakangan gejala itu sering terjadi. Barulah setelah mencari tahu, saya menemukan gejala itu mirip dengan neuropati.
Duh!





Neuropati? Apa itu?

Sama seperti saya, mungkin sedikit orang tahu apa itu neuropati. Bahkan mungkin pertama kali mendengar. Dilansir dari sarafsehat.com, Neuropati adalah kerusakan saraf yang ada di seluruh tubuh. Banyak hal yang bisa menyebabkan neuropati seperti pertambahan usia dan riwayat penyakit. Namun, penyebab paling sering adalah mengenai pola hidup yang tidak sehat.


Selama ini, bisa dibilang gaya hidup saya itu nggak cukup baik. Banyak kebiasaan buruk yang saya lakukan yang bisa menjerumuskan saya kepada kerusakan syaraf. Karena hobi mengetik, baik tugas akhir atau posting blog, saya lebih sering ‘bekerja’ dengan posisi duduk dan terus berulang melakukannya di depan laptop. Kadang pula, bila kerjaan lagi seabrek, saya sering sekali tidur malam padahal keesokan harinya saya harus pergi pagi untuk mengurusi banyak hal. Makan pun kadang nggak teratur. Dan satu-satunya cara buat mendapat asupan energi, saya memakan makanan yang manis-manis. Ternyata, gaya hidup seperti itu bisa menyebabkan neuropati.

Kesemutan seperti yang saya alami itu bisa jadi salah satu tanda kita sedang mengalami kerusakan syaraf. Memang, dari data yang ada, hanya 90% dari masyarakat Indonesia yang tahu tentang penyakit satu ini padahal sering merasakan gejalanya. Gejala neuropati ini pun lebih sering diartikan sebagai hal yang biasa sehingga tidak terlalu dianggap serius oleh kita. Padahal, bisa sangat berbahaya loh. Selain kesemutan, terdapat berbagai gejala lain yang tak kalah umum sehingga sering dianggap.








Banyak sekali mitos yang ada seputar neuropati misalnya penyakit ini hanya menjangkit orang-orang yang diabetes, hanya menyerang orang-orang kantoran, atau hanya menjangkiti orang-orang yang berusia lanjut. Dan yang paling parah, neuropati tidak bisa disembuhkan?

Mitos-mitos tersebut nggak sepenuhnya benar. Semua orang bisa terjangkit kerusakan syaraf baik penderita diabetes, orang kantoran yang sering melakukan kegiatan berulang, maupun anak-anak muda seperti saya. Kalau begitu, apa semua orang pasti kena neuropati?

Salah. Neuropati bisa kita cegah sebelum menjadi serius. Bisa disembuhkan tapi bukan hanya dengan obat-obatan.

Seperti kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati. Neuropati pun begitu. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penyakit ini paling banyak bersumber dari gaya hidup kita yang tidak sehat. Nah, pencegahannya pun dapat dimulai dengan mengubah kebiasaan kita sedikit demi sedikit agar menjadi lebih sehat. Hal yang paling sederhana yang perlu dilakukan adalah dengan menyelipkan olahraga sederhana ketika kita sudah terlalu lama mengetik atau melakukan rutinitas yang berulang. Streching dan berjalan sebentar bisa menjadi contoh agar saraf kita bisa lemas dan enak kembali dipakai lanjut bekerja. Kedua tentunya menyempatkan diri untuk berolahraga. Hal inilah yang sangat jarang saya lakukan.

Ketiga tentu mengatur pola makan dan pola tidur. Pola makan yang baik membuat asupan gizi kita terjamin dan sehat. Sedangkan pola tidur membuat badan kita beristirahat agar saraf pusat tidak menjadi lemah. Keempat yaitu menghilangkan kebiasaan buruk seperti merokok atau minum-minuman keras. Kedua kebiasaan ini tidak baik untuk kesehatan syaraf.

Dan kelima, tentu perbanyak konsumsi vitamin B kompleks. Vitamin ini sangat mudah larut dalam air sehingga sulit diserap oleh tubuh padahal kekurangan vitamin B ini dapat menyebabkan kerusakan pada sistem syaraf. Kekurangan vitamin B kompleks dapat merusak syaraf tubuh kita.

Vitamin B dapat ditemukan di banyak makanan seperti telur, ikan, telur, daging, atau susu. Tapi, karena sifatnya yang mudah larut dalam air, seringkali vitamin ini jadi sedikit dan bahkan rusak ketika makanan itu dimakan. Untuk itulah, sebagai penggantinya kita bisa meminum suplemen vitamin untuk memenuhi kebutuhan vitamin B tubuh kita.






Berbeda dengan neuropati, vitamin neurobion sudah sering saya dengar. Sewaktu kaki papa cedera dulu, suplemen ini sudah ada di daftar obat yang wajib diminum oleh Papa. Dulu, saya sering membelikan obat ini untuk Papa saat dia dalam tahap penyembuhan. Nah ternyata, saya baru tahu kalau neurobion ini adalah suplemen vitamin yang baik sekali buat pencegahan neuropati!

Neurobion adalah suplemen vitamin yang memiliki kandungan tinggi vitamin neurotropik (B1, B6, dan B12) yang bisa memperbaiki sel-sel saraf agar kita nggak lagi kebas dan kesemutan. Karena bentuknya sebagai vitamin, maka neurobion sangat aman buat dikonsumsi sesuai dosis dan nggak berlebihan. Amannya sih 1 tablet tiap hari setelah makan agar vitamin bisa diserap maksimal. Neurobion juga mudah larut dalam air tapi tetap tidak menghilangkan atau merusak vitamin yang dibawanya.



Ada dua jenis neurobion yang dijual di apotek yaitu Neurobion Putih dan Neurobion Forte. Keduanya sama penting untuk mencegah dan membantu mengobati neuropati. Bedanya hanya terletak dari komposisi vitamin B6 dan B12-nya. Bila gejala yang kita alami masih ringan maka dianjurkan mengonsumsi Neurobion Putih. Tapi, bila sudah mengganggu kehidupan sehari-hari, sebaiknya yang meminum Neurobion Forte.




Yang perlu diingat, nih, neurobion berfungsi sebagai pendamping untuk membantu penyembuhan kerusakan sel-sel yang disebabkan oleh neuropati, bukan sebagai obat utamanya. Jika penyakit syarafnya sudah terlalu parah, segera temui dokter yang bisa menanganinya. ^^





Tidak dapat dipungkiri, saat ini gaya hidup kita cenderung bersikap praktis sehingga kita lebih suka bersikap semaunya tanpa memedulikan kesehatan. Padahal, kesehatan adalah barang mahal yang nggak dapat dibeli dengan uang. Seperti syaraf di tubuh kita, kesehatan adalah hal yang paling penting agar kita bisa bergerak menjalani hidup. Banyak bahaya yang mengintai bila gaya hidup kita sembarang. Salah satunya adalah neuropati yang diam-diam mengintai karena gejalanya kita anggap biasa.

Tapi, seperti kata pepatah. Tak ada kata terlambat untuk mulai berubah. Mulai dari sekarang untuk ke depannya. #LawanNeuropati cukup mudah dilakukan. Jika kita bisa konsisten untuk terus hidup sehat dan meminum vitamin yang berguna bagi tubuh, bukan hal yang nggak mungkin kita tidak terkena neuropati sama sekali.

Karena, kesehatan kita ada di tangan kita sendiri.


*


Yuk ikut #LawanNeuropati lewat akun media sosial Neurobion:
Facebook : InspirasiNeurobion
Twitter : Neurobion_Indo

Referensi:
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: