Rabu, 25 September 2019

Gigit Jari Data Lari, USB OTG SanDisk Datang Gak Jadi #DibuangSayang



Tahu nggak apa notifikasi paling menyebalkan yang ada di ponsel pintarku? Biasanya ketika notifikasi itu muncul, hari-hariku akan berubah jadi sibuk. Pilah dan pilih. Memikirkan mana yang harus tinggal dan menetap. Dan mana yang harus aku eliminasi. Ya, sedrama itu. Notifikasi itu akan hadir tiba-tiba. Muncul begitu saja di puncak pemberitahuan lain. Dan bila ini muncul, fungsi ponsel pintar akan terganggu.

Gimana? Udah tahu apa notifikasinya?
Notifikasi Menyebalkan. (Dok. Pribadi)
Yap. Notifikasi di atas! Look! Apa nggak belingsatan?

Sebagai seorang blogger dan konten kreator, ponsel pintar adalah perkara penting. Semua konten yang kubuat kulakukan hanya lewat smartphone ini. Mengedit foto, membuat video, mengunggah ke media sosial semua kulakukan lewat alat satu ini. Permasalahannya, semakin ke sini, aplikasi ponsel memerlukan memori yang tidak sedikit. Pembaruan selalu ada tiap hari. Sedangkan, untuk menghasilkan konten yang bagus pun, besaran file-nya nggak sedikit.

Sebagai contoh, aku selalu mengambil gambar atau video lewat kamera mirrorless yang kubawa. Selanjutnya, aku akan memindahkan semua file tersebut ke dalam smartphone lalu memilih yang mana yang bagus dijadikan konten. Lalu, aku akan mengeditnya lewat aplikasi yang kadang satu dan dua aplikasi saja. Hasil dari sana akan aku cek ulang untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Selanjutnya tentu aku meng-upload ke ssial media atau blog. Ribet? Tentu. Yang jadi masalah adalah kadang ada file-file yang #DibuangSayang. Meski aku masih bisa mengaksesnya lewat laptop, tapi mobilitas yang tinggi kadang bikin gigit jari.

Nah, itu baru masalah file buat konten. Buat entertainment? Beda lagi. Dengan memori smartphone yang hanya 32GB mau nggak mau aku terpaksa mengesampingkan hal ini. sebagai fans drama Korea yang vivid, tahu sendiri kalau satu episode drakor bisa mencapai 300MB. Itu pun yang kualitasnya 480P. Mau yang lebih besar? Ya jangan mimpi. Mana tiap hari. Alhasil, aku hanya bisa streaming. Kuota melarat makin sekarat. Fiuh. Main game pun demikian. Jangan harap bisa install game battleroyale kekinian. Wong satu file aja udah sampai lima giga! Mana cukup buat ngapa-ngapain.


MEMORI SAYANG MEMORI MALANG, DATA HILANG PUSING MENERJANG

Pentingnya memori ini juga buatku jadi khawatir. Ketika memori smartphone terbatas, salah satu jalan biar nggak kehilangan data tentu mem-back up data. Akan tetapi, permasalahannya adalah kadang pekerjaanku yang memerlukan mobilitas tinggi bikin perkara mem-back up data jadi sedikit rumit. Bayangkan berapa banyak waktu yang harus kusiapkan untuk menyalakan laptop atau komputer, menyambungkan kabel data ke smartphone lalu memilah dan memilih data yang harus di-back up? Ribet kan ya?

Padahal sesungguhnya kehilangan data bukan jadi hal yang asing bagiku. Sehabis pulang dari liburan ke Singapura akhir tahun lalu, aku sempat mengalaminya. Kala itu aku memang lebih sering mengambil gambar dan video lewat ponsel yang kupakai. Dan pada suatu pagi, aku sedang menonton layanan streaming lewat ponsel, tiba-tiba saja smartphone-ku mati. Semula kukira hanya kehabisan baterai—meski aku yakin sudah mengisi daya semalaman. Saat kucoba untuk menghidupkannya, smartphone-ku mentok di logo. Saat itu aku memilih berpikir jernih. Namun makin lama pikiran negatif menghampiri.

Alhasil karena nggak kunjung menyala, aku mencoba mencari upaya. Aku membawanya ke tempat servis ponsel dan tahu kabar apa yang kudapat: semua data harus hilang! Yap. Tahu nggak rasanya patah hati? Kayak semua dunia tiba-tiba runtuh begitu saja. Dunia mendadak abu-abu. Rasanya di kepala banyak kenangan yang ikut memutar. Momen-momen yang kuabadikan lewat ponsel terpaksa hilang begitu saja secara tiba-tiba. Dan karena nggak ada alternatif lain, aku terpaksa mengiyakan.
Chat Maut Bikin Kalang Kabut. (Dok. Pribadi)
Rupanya bukan hanya aku yang mengalami demikian. Menurut survei yang dilakukan oleh Western Digital melalui Indonesian Consumer Habit and Data Management Survey, sekitar 67 persen responden pernah mengalami kehilangan data dan hanya sepertiga yang melakukan back up data. Padahal 80 persen dari responden yang berjumlah 1.120 responden menyadari pentingnya pencadangan data tersebut! Menurut Amy, Direktur Sales Regional Western Digital salah satu alasannya karena pikiran mencadangkan data adalah sesuatu yang rumit dan sulit. Terlebih memakan banyak sekali waktu. Padahal saat kita sibuk menghasilkan gambar, video, atau konten apapun, kerap kali kita lupa melindungi pentingnya data tersebut. Sama banget kan denganku. Ups! Hahaha!
Hasil Survei Western Digital. (Dok. Sandisk)

Padahal smartphone bisa dibilang udah jadi bagian dari hidup masyarakat Indonesia. Survei mencatat bahwa 97 persen masyarakat Indonesia mengandalkan smartphone sebagai gawai utama dalam keseharian mereka seperti gaming, navigasi, streaming, hingga belanja online! Sedangkan smartphone yang dipakai kebanyakan memiliki memori 16 GB dan 32 GB. Hal ini menyebabkan para pemakai harus menghapus data agar notifikasi menyebalkan ‘memori penuh’ nggak muncul. Aku pun melakukan demikian.
Kurang Satu Giga. (Dok. Pribadi)
Untuk penggunaan memori penyimpanan pun kebanyakan orang Indonesia hanya memiliki 1-3 GB memori di pnsel pintarnya. Aku pun demikian. Kadang saat membuka aplikasin tertentu, notifikasi muncul. Hal ini berpengaruh dengan jalannya aplikasi lain yang ada di simartphone. Otomatis kerjaan jadi terganggu karena memori penyimpanan semakin sedikit.
Bisa Bikin Pusing. (Dok. Pribadi)
Lantas, bagaimana solusinya?


USB OTG PENYELAMAT, DATA TAK JADI TAMAT

USB On The Go atau biasa dikenal dengan USB OTG mungkin nggak asing lagi di telinga kita. Mulai populer pada tahun 2016 awal hingga sekarang, kemunculannya bak angin segar di bidang back up data. USB OTG adalah fitur yang dimiliki oleh ponsel pintar yang memungkinkan para pengguna smartphone untuk mengakses flash drive tanpa menggunakan perangkat komputer. Dewasa ini, fitur USB On The Go telah tersedia hampir di semua ponsel pintar. Dengan fitur ini, kita dapat membaca, mengedit, hingga memindahkan data dengan mudah ke dalam perangkat penyimpanan flash drive. Untuk menggunakan fitur ini, kita diharuskan memiliki OTG Adapter—kabel penghubung ponsel dengan Flash drive. Setelah tersambung, kita dapat melihat dan mengaksesnya lewat smartphone kita. Mudah bukan?

Namun, seperti sifat dasar manusia yang nggak pernah puas, keberadaan OTG Adapter pun dinilai sulit. Hal ini karena sifatnya yang hanya mentransfer—bukan menyimpan, jadi mau nggak mau membutuhkan ‘memori tambahan’ berupa flash drive. Dan ini membuat proses penyimpanan data menjadi tidak efektif. Bayangkan kalau tiba-tiba lupa bawa flash drive, ujung-ujungnya data tetap nggak bisa di-back up. Melihat tren itu, Western Digital Corp. melalui brand SanDisk® adalah memberikan solusi kepada para pengguna dengan mempermudah dan mempercepat proses penyimpanan dan back-up data di perangkat mobile. Dan itu adalah USB OTG SanDisk.

SI KECIL MEMORI GEDE, SIMPAN DATA MAKIN PEDE

Bisa dibilang USB OTG SanDisk adalah cara praktis bagi kita untuk mem-back up data. Dengan data yang semakin banyak dengan besaran yang berbeda di smartphone perangkat USB flash drive ini jadi penyelamat. Adanya dual konektor: konektor ponsel di satu sisi dan konektor USB 3.0 di sisi lainnya membuat kita dapat menyimpan data secara real time dari satu perangkat ke perangkat lainnya tanpa perlu khawatir. Konektor pnsel dapat disesuaikan dengan tipe ponsel yang kita miliki apakah Micro USB dan Type C untuk perangkat android hingga lightning untuk pengguna iPhone. Lengkap!
SanDisk Ultra Dual Drive m3.0 (Dok. Pribadi)
Berbeda dengan adapter OTG kita bisa langsung menyimpan file dengan si kecil ini, loh. Karena memang fungsi utamanya adalah flash drive maka terdapat kapasitas memori yang beragam di alat ini mulai dari varian 16 GB, 32 GB, 64 GB, hingga 128 GB. Semuanya tersedia sesuai dengan yang kita butuhkan.

Dari sisi desain sendiri, kesan praktis dan minimalis terbaca dari alat ini. Untuk varian yang kupunya: SanDisk Ultra Dual Drive m3.0, ada dua warna menarik yang bisa dipilih: emas dan abu gelap. Dengan dimensi yang compact bikin mudah disimpan di mana saja. Terdapat pelindung berbahan plastik kuat dengan satu lengkungan yang dapat berfungsi untuk kaitan agar tidak hilang di sisi-sisinya. Sebagai pelindung konektor yang ada. Di tengahnya terdapat slide yang dapat digeser untuk memunculkan salah satu dari dua konektor apabila ingin digunakan. Beratnya pun hanya lima gram! Sophisticated, kan?
Desain Cantik Buat Mata Menggelitik. (Dok. Pribadi)
Beranjak ke sisi konektivitas, kecepatan transfer dari satu perangkat ke perangkat ini mencapai 150 MB/s. Hal ini dikarenakan port USB telah mendukung USB 3.0. Dan kompatibilitas bisa ke  smartphone yang mendukung OTG dan sistem operasi komputer mulai dari Windows Vista hingga keluaran terbaru Windows 10. Tak lupa Mac OSX dan versi terbarunya juga ikut didukung. Dan satu fitur andalan dari #SanDiskAPAC, ada SanDisk Memory Zone yang dapat membantu kita dalam membaca, mengatur, hingga mengelola data yang ada di dalam memori kita. Mudah bukan?
Mudah Menyambungkan Ke Smartphone Pendukung. (Dok. Pribadi)
Kemudahan itu juga kita dapatin saat ingin memindahkan data kita ke perangkat komputer. USB OTG SanDisk ini langsung terhubung dan terdeteksi di perangkat tanpa perlu aplikasi tambahan. Sesederhana itu! Dan untuk garansi sendiri SanDisk memberikan lima tahun garansi yang bisa dipakai bila perangkat bermasalah. Kurang baik apa lagi coba?
Bukan Flash Drive Biasa. (Dok. Pribadi)
Cara memakainya pun praktis. Kita cukup menancapkan perangkat ini ke port micro-USB di smartphone dan perangkat akan otomatis mengenali. Setelah itu, proses transfer data atau back up data dilakukan dengan membuka file manager yang ada di dalam ponsel. Setelah itu, kita bisa langsung melepaskan dengan melakukan ‘save remove’ perangkat melalui notifikasi panel. Dan voila... praktis bukan? Saat memakainya ke komputer pun mudah. Sama saja dengan flash drive standar yang biasa kita pakai.

Bagaimana? Tertarik? Satu hal yang bikin semuanya sempurna adalah harga USB OTG SanDisk ini terjangkau loh. Untuk varian paling murah bisa didapat dengan harga 70 ribuan! Pokoknya bisa cek aja di Official Store-nya di Shopee!

Perkara mencadangkan data memang jadi yang krusial di era teknologi informasi dewasa ini. Apalagi smartphone sudah jadi bagian gaya hidup masyarakat Indonesia. Keberadaan USB OTG SanDisk dapat jadi solusi apalagi bagiku yang malas mem-back up data. Dengan adanya perangkat ini, perkara mencadangkan data menjadi lebih mudah dan praktis. Pekerjaan lancar, data nggak melar!

Previous Post
Next Post

post written by:

6 komentar:

  1. Sedih pasti kalau data-data penting hilang begitu saja, kayak ada yang hilang gitu dalam hidup hahha. Untungnya sekarang ada USB OTG SanDisk ya, ukurannya kecil praktis dibawa kemana-mana.

    BalasHapus
  2. udah nggak khawatir lagi kalo udah bawa usb otg sandisk

    BalasHapus
  3. back up data emang penting banget ya. antisipasi kalo tiba2 ngeblank dan memory full

    BalasHapus
  4. Paling kesel emkang kalo memori smartphone udah penuh
    satu-satunya jalan ya backup data ke flash drive aplagi klo pake USB SanDisk OTG.

    BalasHapus
  5. Gagal fokus sama judulnya, mas hehehe
    Setelah gunain USB OTG SanDisk misal storageku hampir penuhh, selalu dapat notifikasi dari aplikasi SanDisk Memory Zone, kak hehee. Insyyaallah ga akan gigit jari deh hehee

    BalasHapus
  6. Emang OTG Sandisk ini sangat membantu. Terbaiklah pokoknya

    BalasHapus