Selasa, 31 Juli 2012

Me + Vaio = COOL and CREATIVE !
Setiap orang memiliki kepribadiannya sendiri-sendiri. Gue pun gitu. Gue gak sama dengan orang lain. Gue bangga dengan diri gue sendiri. Tapi, jika gue bisa mendeskripsikan diri gue dalam dua kata, gue milih *jengjengjeng* COOL and CREATIVE!
Mengapa?
Mari gue jelasin.

Creative

Salah satu anugerah terindah dari Tuhan yang gue syukuri adalah bahwa gue dikasih pikiran yang kreatif. Terlalu PD? Tentu tidak, gue ngerasa kalo gue orangnya bener-bener kreatif. Dari gue SMP, gue sudah megang tim kreatif design kelas saat tujuh belasan. Otak kreatif gue semakin keliatan saat gue SMA. Gue yang notabene tergabung dalam kelompok ilmiah remaja di sekolah ngebuat gue semakin kreatif. Di sana gue dituntut untuk berpikir kreatif ngeliat permasalahan di lingkungan sekitar. Yang pertama gue buat adalah Obat Nyamuk Cair Elektrik dari Minyak Atsiri Durian. Setelah itu gue mulai intens nyalurin ide-ide di otak gue dengan tulisan. Misalnya waktu ada Olimpiade APBN, gue ngasih saran permasalahan pajak di Indonesia yaitu sosialisasi yang harus intens. Selain itu juga, gue dan temen gue memberi saran pengelolahan energi panas bumi di Indonesia yang berhasil mengantarkan kami jadi juara 3 se-kota Palembang. Tak berhenti sampai situ, gue juga ikut olimpiade kedokteran dari UGM dan berhasil mewakili Sumbagsel ke tingkat nasional di Yogyakarta. 

Tak hanya sebatas tulisan. Gue juga suka menuangkan ide-ide gue lewat lukisan. Gue berhasil meraih juara 1 lomba design poster lingkungan hidup. Saat itu, gue membuat tagline Satu Pohon, Sejuta Jiwa. Hal yang paling membanggakan, gue dan temen-temen gue memuat rancangan kompor berbahan bakar air. Prototype ini kami lombakan dalam teknologi tepat guna STT MUSI dan menyabet juara 1. :D


(1)Salah satu design cover buku buatan gue :D

(2) SONY VAIO versi gue :D

Bagi gue yang suka nulis, kreativitas sangat dibutuhkan untuk menciptakan tokoh-tokoh, konflik, latar dan lainnya. Contoh-contohnya bisa kamu lihat di blog ini. :)

Dan menurut gue, gue ini kreatif dengan cara gue tentunya. :)

Cool

Menurut gue, momen-momen saat gue ngerasa cool itu adalah saat gue nulis. Ya, writing is cool. Gue ngerasa kepercayaan diri gue meningkat 1000%. Kenapa menulis itu ngebuat gue ngerasa cool? Karena saat-saat itulah otak gue bekerja menciptakan kreatifitas-kreatifitas yang bakal gue tuang di novel atau artikel yang gue buat. Gue juga dituntut konsentrasi dan fokus terhadap tulisan gue sehingga gue bisa ngehabisin waktu berjam-jam untuk buat sebuah tulisan. Dan itu saat-saat gue ngerasa seksi. Cool. Selain saat nulis, gue juga ngerasa cool saat gue mulai mencoba buat program tertentu. Gue adalah mahasiswa Teknik Informatika di Universitas Sriwijaya. Mau gak mau, gue bakal tetep, selalu berkutat sama urusan programming. Dan jujur, bagi gue, buat program itu lumayan sulit. Ada algoritma-algoritma yang harus dilakuin, logika-logika penyelesaian masalah, dan proses eksekusi yang gak boleh ada error sedikitpun. Perhitungan yang tepat. Dan dengan alasan itulah gue ngerasa kalo gue udah buat satu program setelah berkutat dengan syntax-syntax yang memusingkan itu, gue ngerasa cool! I did it, man! I can make it! B)
(3) Lagi buat peta konsep untuk lomba Sony Vaio

(4) Saat-saat gue ngerasa keren.. B)

Jadi, urusan keren itu sebetulnya relatif, bukan cuma tergantung dari penampilan, tapi cara kita berpikir, cara menyelesaikan masalah, dan juga cara bersikap. Dan menurut gue, I’m a cool guy, with all of what I do. I do what I love and I love what I do!! 
Ngomongin masalah love, gue orangnya susah buat jatuh cinta. Gue juga gak percaya sama love at the first sight. Masalah gadget pun gue pakai prinsip itu. Gue gak mau pakai gadget yang gak gue suka. Gue biasanya lama buat nyari gadget yang sesuai sama selera gue. Apalagi dengan kesibukan gue buat nulis atau ngotak-atik program, gue berpikir mestinya, kudu, harus punya gadget canggih yang bisa menampung kebutuhan gue untuk programming, browsing, gaming, watching, listening, and sure, writing! Dan gak boleh sembarangan! Gue harus suka dan kalau bisa cinta, biar gadget itu bisa jadi partner gue dan sahabat gue tentunya.
Dan kayak gayung bersambut, gue ngelihat dia. Semua prinsip gue tadi luntur seketika, ditelan bumi, dimakan hiu, diserep tanah trus tumbuh dan berbunga jadi rasa kagum, pengen, ngiler, dan exited!  Gue jatuh cinta. Yes, you may laugh to me. I’m falling in love. And this is love at the first sight! Gue ngeliat dia, memandanginya terus, dan akhirnya yakin. Ini yang gue cari. Ini jodoh gue. INI JODOH GUE!! AND PROUDLY I PRESENT TO YOU..

SONY VAIO E14P

Jadi  cuma netbook nih?
Eitss, tunggu dulu. Ini bukan netbook biasa. Sony Vaio E14P adalah netbook seri baru dari produsen elektronik yang sudah mendunia, Sony.
                
Apa hebatnya?
Gue kasih tahu, netbook ini dibuat dengan lima design yang sesuai dengan kepribadian kamu. Sony Vaio E14P ini mengambil tema Because it’s me. Ada design kombinasi tegas antara garis merah dan warna hitam yang melambangkan energi dan keberanian. Design ini cocok buat kamu yang powerful & Energetic! Selanjutnya, buat kamu yang cool dan kreatif, design perak metalik yang unik dan garis ungu yang inspiratif sangat cocok jadi temanmu. Ada pula bagi kamu yang lembut dan ceria, design semburat warna merah ceria dengan kelembutan pink cocok untuk orang-orang berjiwa muda. Bagi yang menyukai kebebasan, mandiri, dan tenang, coba lihat design putih dan semburat biru yang menenangkan. Dan terakhir, bagi kamu yang elegan, design smoky gun dengan garis-garis emas sangat cocok menampilkan kemewahan.
(5)Variasi Sony Vaio E14P

                
Trus?
Ya gue jatuh cinta sama salah satu designnya. Dan tebak, gue pilih yang mana? Yup, gue suka design perak metalik dengan garis ungu! Gue langsung jatuh cinta sama designnya. Mengapa? Because, I’m cool and creative!!! And I know it. B)

(6) Sony Vaio E14P Silver Purple

(7) Cool & Creative

Eitss, jangan salah. Gue gak cuma cinta sama cover saja. Gue juga cinta sama performa dari Sony Vaio E14P ini. Gue udah bilang kalo gue nyari netbook yang menunjang semua kebutuhan gue. Dan gue lihat ini semua ada di Sony Vaio E14P ini. Dengan layar besar 14 inchi membuat nyaman saat dipakai, baterai yang tahan 5 jam. Wuiihhh! Serta prosesor Core i7 dikombinasikan dengan AMD Radeon HD 7670M GPU diskrit dan VRAM 1 GB yang membuat kinerja Sony Vaio E14P ini menjadi mudah dan cepat. Canggih gak tuh?
(8)Tampak depan dan belakang :D
Teknologi xLOUD dan Clear Phase memungkinkan Sony Vaio E14P ini mampu meningkatkan volume tanpa adanya gangguan serta menghasilkan kualitas suara yang tidak diragukan lagi. Jernih dan tajam. Dan kecanggihan lainnya yaitu fitur Gesture Control. Fitur ini memungkinkan kamu yang mungkin malas menyentuh touchpad dapat mengoperasikan Sony Vaio E14P ini dengan hanya menggerakkan tangan di depan kamera dengan sapuan ke kanan atau ke kiri. COOL AND CREATIVE, RIGHT?

Dan masih banyak lagi kecanggihan teknologi Sony Vaio E14P ini yang membuat gue sebagai mahasiswa gak mati gaya! Gue jatuh cinta. Dan gue ngerasa, Sony Vaio E14P design perak metalik dengan semburat garis ungu ini mewakili kepribadian gue. Gue sebelumnya gak nyangka kalo perak bisa dikombinasikan dengan ungu dan ini kreatif menurut gue. Out of the box! Ungu yang inspiratif memang menghasilkan inspirasi yang tiada batas. And I like it! I love it!
               
Kenapa kamu jatuh cinta seperti ini? Tell me, Why?
BECAUSE IT’S ME! I’m VAIO’s COOL AND CREATIVE PRINCE!
This is my Vaio Design, You? Take your personality with your Vaio in here.





*tulisan ini diikutsertakan dalam lomba SONY VAIO E14P - Because It's Me yang diadakan oleh SonyIndonesia dan FemaleDaily :D


sumber review : pusatteknologi
sumber gambar : (1)(2)(3)(4) Dokumentasi Prbadi (5)(6) laptopcentro  (7) FemaleDaily (8) ngobrolaja

Minggu, 29 Juli 2012

Cinta (Sampai) Mati
Ini posting lama tapi kayaknya cocok buat ikutan #cerpenpeterpan Hehe. Enjoy!


Waktu terasa semakin berlalu
Tinggalkan cerita tentang kita
Akan tiada lagi kini tawamu
tuk hapuskan semua sepi di hati

***

Ada banyak alasan sibuk bagiku untuk tidak mengaktifkan ponsel malam ini. Entahlah, rasanya malam ini aku hanya ingin sendiri. Sendiri dari hiruk pikuk kota yang ketika malam pun tidak akan pernah mati. Aku memilih untuk menepi ke tempat dimana aku dapatkan damai, tenang, dan tidak diganggu siapapun. 

Tapi ternyata aku salah.

Nyatanya aku masih terus saja terganggu olehmu. Kemanapun aku menjauh, nyatanya bayangmu selalu saja berdiri di situ. Di tempat yang sama. Di dalam saraf-saraf otakku. Aku sampai bertanya-tanya, terbuat dari apakah kamu sehingga aku tidak mampu menepikan segalanya tentangmu? Makhluk Tuhan seperti apakah kamu sehingga aku tidak ingin kamu hilang, bahkan barang sedetik saja lenyap dari pikiranku?

Entahlah, aku tidak tahu.
Dan aku tidak berusaha untuk tahu.

Aku mengambil tempat, berdiri di dalam tepian jendela. Aku menongak ke atas langit yang berwarna abu-abu kemerahan. Tidak sengaja, aku melihat sesuatu yang terang di balik hitamnya langit malam ini. Bulan purnama. Dan aku lihat wajahmu di bulan itu.

Dalam aku melihat bulan itu. Tidak terasa, perlahan demi perlahan, sudut mataku berair. Sial, gerutuku. Mengapa semua yang aku lihat di sini selalu mengingatkanku tentang dirimu? Harus seberapa besar lagi aku meletakkanmu di tempat itu, tempat bernama masa lalu? Mengapa kamu selalu mencoba untuk kembali?

Aku memang menginginkanmu kembali, sangat ingin.
Jika itu mungkin.
Tapi aku tidak ingin kamu kembali dengan bentuk yang seperti ini. Bayang-bayang. Samar.

Air mataku semakin deras mengucur. Aku terduduk lemah di bawah tepian jendela kamar tingkat 13, tempatku menginap sekarang. Aku rasakan remuk. Dadaku sesak. Leherku tercekik oleh kenangan-kenangan yang kembali berputar di otakku.

***
Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka, saat kita tertawa

***

Aku melihatmu datang ke tempat dudukku. Membawakanku sekuntum mawar merah yang segar, bunga kesukaanku. Kamu duduk di hadapanku. Malam ini, malam milik kita. Kita bersantap malam dengan ditemani cahaya lilin yang tidak begitu terang. Ya, tidak seterang kobaran api cinta kita berdua. Saat itu juga, kamu mengeluarkan kotak merah berbentuk hati. Aku sudah bisa menebaknya, pikirku. Di dalamnya terdapat sepasang cincin bertahtakan satu berlian mungil yang sangat cantik. Ditemani iringan lagu romantis, kamu.. melamarku. Tidak bisa aku bayangkan betapa bahagianya aku saat itu. Rasanya, tidak ingin ku sudahi malam itu. Namun, waktu jua yang tega memakan kebersamaan kita. Kamu mengantarku pulang dengan masih tertawa bahagia. Pun aku jua.

Kenangan itu menari-nari di hadapanku. Memutar kembali film masa lalu.

“Kali ini biar kamu yang duluan pulang ya. Aku ingin ngeliat punggung kamu yang menjauh. Selama ini kan aku terus.”  

Dia menganggukkan kepala lalu menyunggingkan senyum. Perlahan akhirnya dia menjuh. Ada rasa aneh yang berdesir saat itu, rasa seperti aku tidak akan melihat senyumannya lagi. Perasaan gelisah. Buru-buru aku menangkis semua praduga tersebut.

Dan dari jauh terdengar suara gemuruh.

Aku bergegas menuju kamar, berharap dia cepat menelepon. Lama-lama aku tunggu, tak jua ponselku berdering. Mungkin dia lelah lalu tertidur, pikirku. Dan aku pun terlelap penuh kebahagiaan.

Keesokan harinya, hari ini, sebuah pesan singkat masuk ke ponselku.

"Turut berduka cita ya, Nggi. Gak nyangka Dito pergi secepat ini. Yang sabar ya."

Aku tidak mengerti apa maksud dari pesan singkat itu. Aku pun langsung mencari tahu. Aku turun ke bawah, dan mendapati ibuku tertunduk lesu dan menangis. Lalu, kata-kata yang ibu ucapkan membuatku mual, "Nak, Dito sudah meninggal. Kecelakaan tadi malam."
***

Teringat disaat kita tertawa bersama
Ceritakan semua tentang kita

***
Dan tibalah aku di sini. Di sudut kamar yang sepi. Jendela kamar yang sedari tadi terbuka meniupkan angin malam yang seolah-olah menyenandungkan namamu. Membelai-belai rambutku dengan manja. Aku berusaha bangkit. Berdiri tegak dengan topangan bingkai jendela yang terbuka. Tapi aku terlalu rapuh.

Dan dengan cepat
Aku
Terjatuh

Mati..


(fin)

Terinspirasi (lagi) dari lagu : Semua Tentang Kita - Peterpan :D



Jumat, 06 Juli 2012

IRI.
Well, hari ini adalah pengumuman SNMPTN tulis. Gue inget, dulu, setahun yang lalu, hidup gue dipenuhi dengan kata "iri". Pertama taraf iri yang ngeganggu dan negatif itu saat masuk kelas 3 SMA. Selanjutnya, iri-iri lain menyusul, ngebuat masa kelas 3 SMA dan semester awal perkuliahan gue bisa dibilang "suram". Gue pernah berpikir, apa salah gue? Gue selama ini baik-baik aja. Kenapa gue gak bisa kayak temen-temen gue? Gue ngeliatin kalo mereka semua, baik-baik saja. Semua yang gue pengen, mereka dapetin. Gue pengen suatu barang, mereka dengan mudah dapetin, tinggal minta lalu dikasih. Sedangkan gue, harus minta dan kebanyakan gak dikasih. Temen pun gitu. Gue bukan tipe orang yang mudah deket sama orang. Gue bisa dibilang gak punya temen. Dan sebagai laki-laki, pria, karakter gue yang seneng jadi penonton drama kehidupan dan bukan lakon ini ngebuat gue jadi ansos, sulit beradaptasi, dan cenderung bisa melihat karakter orang dari mukanya. Dan itu semua ngeganggu.

Dan yang paling gue iri adalah tentang nasib. Gue sadar, semua nasib itu di tangan Tuhan. Tapi kadang gue pikir, kenapa nasib gue gini amat, ya? atau Bisa gak Tuhan ngubah nasib gue? Gue capek kayak gini

Tapi pikiran-pikiran itu berubah, tepatnya setelah gue kehilangan BB yang baru gue beli sebulan. BB itu sebenernya buat gantiin E63 gue yang juga hilang. Gue ngerengek minta dibeliin BB biar jadi kayak temen gue. Bokap gak setuju, gue minta nyokap. Nyokap akhirnya setuju setlah gue diemin seminggu. Beli BB yang masih gak direstui bokap pun terjadi.

Dapet BB ternyata gak sekeren yang gue pikir. Malah gue harus pusing mikirin paket yang sebulannya bisa sampe 80 ribu. Gue dapet darimana uang segitu? Selanjutnya, gue yang orangnya sensitif ini cenderung lebih mudah tersinggung dengan PM yang seolah-olah nyindir gue. Belum lagi BM yang ngeganggu. Gue pusing. Dan tetep gue masih gak nyadar ini, dulu.

Peristiwa hilangnya BB terjadi dan gue cuma bisa terdiam. Gue sadar, apa yang dilakuin terburu-buru dan gak mikir itu bakal jelek hasilnya. Gue bertekad berubah, tapi tetep masih "nyalahin" Tuhan atas "nasib" yang gak baik itu. Dari hal itu, bokap cuma diam dan diam. Gue bertahan dengan ngemis HP dari adek-adek gue. Dan sungguh gak enak.

Semua berubah kala gue dapet beasiswa. Gue ngerasa, inilah tujuan gue kuliah. Dapetin uang dari hasil gue sendiri. Dari hasil itu gue bisa beli HP yang lebih layak dari sebelumnya. Dan gue gak bersyukur, karena ini gue anggap kerja keras gue, bukan Tuhan. 

Hari ini, gue disadarkan kembali sadar karena SNMPTN tentunya. Selama ini gue yang kurang bersyukur. Gue terlalu pengen seperti mereka, sehingga gue gak bisa nikmatin hidup gue sendiri. Cari apa yang bener-bener gue PENGEN CAPAI, dan bukan ikut-ikutan orang. Di titik ini gue nyerah. Gue kalah. Gue jatuh. Kecewa? Jelas, tapi gue masih bisa ketawa. Ketawa karena kenapa baru kali ini gue sadar. Gue ketawa lihat nasib gue dan berusaha gak nyalahin siapapun. 

@farenfaqod bilang "Semoga Allah cepat nunjukkin hikmahnya." Dan gue sadar itu. Hikmah datang ke setiap orang berbeda-beda. Di @farenfaqod hikmah dateng cepet, dan di gue kali lagi pending. Dan gue bakal berusaha buat nanti hikmah bakal cepet dateng dan gue berusaha untuk itu. :)

Sekarang, gue udah lega. Gue tahu, barang, temen, dan nasib itu bisa datang dan pergi. Ada baik dan buruk. Gue bakal lewatin itu. Sekarang gue bakal nikmatin, jalan apa yang Allah kasih ke gue. Dan gue bakal jalanin juga dengan sungguh-sungguh. Bisakah? Gak tahu. Yang penting usaha. Haha. Dan gue dapet quote keren dari @robihaflah :

Yes, I really don't understand. Especially how life works. @robihaflah

Gue emang gak mengerti gimana "hidup" itu bekerja, tapi yang harus gue mengerti gimana cara kerja gue untuk hidup :p

Selasa, 03 Juli 2012

Gue Editor Seharinya Gagas Media Lho! [Bimo Rafandha]
Judul : GreyLove

Tagline : Antara Dua Cinta

Aku berada di ruang abu-abu.

Kamu adalah pangeran sempurna dalam dongeng-dongeng yang sering aku baca. Kamu ada di semua jejak hidupku. Saat kapanpun itu. Saat terang dan gelapku. Harus dengan apa aku membalas semua kebaikanmu, mencintaimu mungkin jawaban yang paling tepat, dulu.

Namun, nyatanya aku salah. Aku tidak bisa benar-benar mencintaimu, selama masih ada dia. Aku tidak bisa berkelak, kamu hanya ada di pikiranku, tidak dengannya yang selalu ada di dua ruang, pikiran dan hatiku.

Kini, pertanyaannya jelas, 
bukankah, cinta tak bisa dipaksakan? 
Kini, ruang abu-abu sudah tersingkap jelas,
dan meninggalkanmu adalah satu-satunya jawaban.



Yuk Rangkai 99 Kata Bersama Gagasmedia - Alasan Langit

Dear you, wanita penyuka langit..

Aku selalu iri pada langit kesukaanmu. Tentang caranya membuatmu jatuh cinta. Tentang caramu memandangnya dengan sempurna. Aku selalu bertanya-tanya, seandainya langit itu aku, apakah kau akan tetap seperti ini? Bisakah aku memilikimu? Bisakah aku percaya bahwa kelak kau juga mencintaiku?

If you were mine, how this story will end?
*** 
Di gundukan tanah merah ini, aku terduduk lemas sambil terisak. Di tanganku tergenggam sebuah surat yang sudah usang. Memori tentang Bimo kembali membayangiku. Ingin rasanya aku katakan, Jika kau tahu, Bim, selama ini, kaulah alasanku mencintai langit. I always love you, now and then..