[Review] Heart and Soul - Windhy Puspitadewi

Heart and Soul
Penulis : Windhy Puspitadewi (@Windhy_Khaze)
Ukuran : 13 x 19 cm
Tebal     : viii + 336 hlm
Penerbit: GagasMedia
ISBN      : 979-780-750-9

Blurb:
Bagi Erika, harapan telah lama menjelma luka. Saat Ayah pergi, meninggalkan ia dan Ibu, Erika tahu, tak boleh lagi menggantung harap—bahkan untuk sekadar menunggu. Ayah tak pernah kembali. Ia buang jauh-jauh cinta dari semua sisi hati.

Cinta datang dengan luka. Itu yang ia pelajari. Namun, ketika seseorang dengan lagu kenangan itu datang, ada resah yang Erika rasakan. Membuat ia mulai bertanya-tanya, benarkah hidup tak melulu tentang luka dan kesedihan?

Benarkah cinta bukan hanya tentang akhir bahagia, melainkan juga bagaimana kita menemukannya?

Erika tak ingin mencari jawabnya, tetapi laki-laki itu datang dan memberikan bukti nyata. Namun, Erika tahu ia harus bisa memastikan, benarkah dirinya tak akan lagi terluka.
***

Sebelum masuk ke ceritanya, aku mau komen dulu tentang cover-nya. Jujur, aku nggak begitu suka sama cover-nya. Mungkin Gagasmedia sedang berusaha membuat novel-novel terbitannya 'serasa' novel luar negeri dengan cover yang 'realistis' akhir-akhir ini. Akan tetapi, menurutku, itu malah menghilangkan 'identitas' dari Gagasmedia yang memiliki cover unik dan sangat 'niat'. Di heart and Soul ini cover sejenis itu sudah banyak banget yang bertebaran. Jadi nggak 'menonjol' dibanding dengan novel lain kalau ke Gramedia. :3

Oke... Selesai bahas cover. Sekarang, let's review!

Seperti yang udah ditulis di blurb-nya, Heart and Soul ini bercerita tentang Erika--the last survivor of her family-- yang tinggal di rumah tetangganya, keluarga Aro dikarenakan oleh satu hal yang jika dijelaskan akan jadi spoiler. :p Same like the other novel, Erika has Linda, her BFF and a 'hero' Leo. Novel ini berfokus pada bagaimana Erika akhirnya memandang hidupnya dan cinta menjadi sesuatu yang nggak sama lagi.

Banyak yang bilang Heart and Soul sama seperti Let Go, aku mungkin cukup setuju. Walaupun gaya berceritanya beda (Let Go memakai POV 3 sementara Heart and Soul memakai POV 1) 'rasa'-nya masih sama. Mungkin ini pengaruh gaya bercerita kak Windhy yang memang begitu jadi novel apapun itu jadi terasa ada dengan napas yang sama. Ada baiknya ada nggaknya, sih. Baiknya, bisa jadi ciri khas tulisannya, sementara nggaknya mungkin sebagian orang akan bilang monoton. :p

Tokoh-tokoh di Heart and Soul ini kuat banget. Inilah khasnya kak Windhy. Walaupun banyak tokohnya, setiap tokoh itu masing-masing 'bercerita' sehingga bisa buat aku simpati dan merasa kenal jadi nggak sekadar selipan. Yang aku suka dari novel kak Windhy juga karena konfliknya itu bener-bener terjadi dan juga adanya selipan pengetahuan. Apalagi di sini, kak Windhy menyelipkan pemikirannya yang unik dan segar. Jika di Let Go itu dari karya tulis Sarah, maka di Heart and Soul ini dari ide madingnya. Menurutku brilian! ^^

Dengan tebal lebih dari 300 halaman, kak Windhy bisa membuat aku menyelami kehidupan Erika yang bisa dibilang agak 'dark'. Kelihatan dari pemikirannya. Tapi, pemikirannya inilah, apalagi ditambah dengan POV 1, membuat aku seperti agak nggak masuk sama karakternya. Kasusnya sama seperti Gelombang - Dee. Mungkin karena mereka sama-sama mempunyai luka masa lalu jadi agak tertutup sama pembaca. Jika memang alasannya seperti itu, bisa dibilang kak Windhy berhasil :p

Saat membaca, sejujurnya, aku sudah bisa menebak konfliknya dari awal, saat Leo datang, namun, ternyata ada akhir yang nggak terduga. Plot twist. Kak Windhy sangat rapi menyelipkan clue-clue-nya sehingga aku nggak nyangka endingnya bakal gitu. :p 
Hanya ada beberapa catatan sih. Ada typo nggak ada tanda petik di depan sebuah dialog. Terus juga agak nggak masuk logikanya kalau Leo memberi bunga Edelweiss. Bisakah ke gunung dalam sehari? Bolekah Edelweiss dipetik? Kalau nggak boleh, mungkin Leo beli di bawah kaki gunung, ya? :p

Overall, aku suka sama Heart and Soul. Pokoknya suka. Suka. Suka. Buat yang hobi baca teenlit, Heart and Soul sangat aku rekomendasikan. Buat yang nggak suka baca teenlit,  mulailah dari Heart and Soul. Itu akan jadi awal yang baik. ^^

4 of 5 stars

P.S. Saya laki-laki tapi suka karakter Aro. :3

1 komentar:

  1. Setuju banget. Aku kurang suka sama cover-nya. Kakakku aja sampe bilang, "Novel apa tuh? kok covernya kyk gitu?", yang hanya bisa kujawab, "yah, kalo bukan karena penulisnya Kak Windhy, aku gak bakal beli." hehehe :D

    BalasHapus