Selasa, 13 Agustus 2019

Asus VivoBook Ultra A412DA: Jawaban Atas Segala Kebutuhan Milenial


Percaya nggak kalian dengan yang namanya kebetulan?

Bisa dibilang masuk ke jurusan Teknik Informatika di salah satu universitas di Palembang adalah sebuah kebetulan bagiku. Ketika mengisi lembar SNMPTN, Mama dengan seenaknya mengubah jurusan yang kupilih menjadi jurusan ini. Padahal, bila harus jujur, aku sama sekali tidak tertarik dengan dunia komputer. Memegang komputer pun hanya pada saat pelajaran komputer di SMA. Ada tugas? Warung internet adalah solusinya. Nah, rida Tuhan kadang rida orang tua juga. Saat pengumuman kelulusan, aku ternyata masuk jurusan Teknik Informatika.

Masuk ke dalam jurusan ini adalah dunia baru yang sama sekali tidak aku tahu. Jurusan ini amat kental dengan segala pemrograman yang sudah tentu memerlukan ‘alat tempur’ yang nggak sembarang. Jadilah, di hari kedua masuk kuliah, aku bersama orang tuaku memutuskan untuk membeli laptop. Keputusan ini didasari karena kebutuhan yang mendesak untuk dipakai selama perkuliahan. Namun, perkara memilih laptop adalah perkara yang tidak mudah. Dapat dikatakan, ini adalah laptop pertamaku. Maksudku, aku tidak pernah benar-benar memiliki barang elektronik pribadi kecuali ponsel. Dan laptop kini masuk ke dalam jajaran itu.

Aku masih ingat, sore hari itu, aku dibonceng oleh Ayah menuju pusat elektronik yang terletak di pertengahan Kota Palembang. Tempat itu luas, dengan berbagai merek yang tumpah ruah di kanan kirinya. Ketika masuk, aku sama sekali tidak memiliki bayangan apapun. Pun Ayah. Keluarga kami adalah keluarga yang buta dengan teknologi. Meski ada di kota besar macam Palembang, jalur takdir kami tidak bersinggungan.

Jadilah, rencana hari itu hanya sederhana: masuk ke setiap toko yang ada, ingat mereknya, lihat harganya, tanya keunggulannya, catat spesifikasinya, lalu pulang. Ya, pulang. Bukannya kami tidak ingin langsung membeli, namun seperti yang kubilang, ini adalah laptop pertamaku. Sudah seharusnya dipertimbangkan dengan matang, bukan? Lama kami berada di sana. Dan semakin banyak pula pilihan yang ada. Hingga tiba saatnya kami memasuki sebuah toko yang sangat elegan.

Dindingnya berwarna abu-abu dengan deretan laptop berjajar di sisi kanan kirinya. Di tengah ruangan itu, ada kursi-kursi tinggi dengan meja sama tingginya bagi para pengunjung yang ingin duduk. Ketika kami masuk, penjaga yang ada di sana langsung melayani kami dengan ramah. Aku melihat sekeliling. Mataku pun terpaut dengan satu laptop berwarna putih gading yang sedang menyala. Tanpa tedeng aling-aling, aku langsung menanyakan laptop itu. Gayung bersambut. Dengan saksama aku pun mendengarkan setiap detail informasi yang diberikan oleh penjaga toko. Semakin mendengarkan, ada perasaan yakin yang menjalar. Dan saat itulah aku membatin: ‘Inilah yang kucari!”

Nah, kebetulan saat masuk kuliah itulah akhirnya membawaku ke cinta pertamaku: ASUS A43S!
ASUS: Cinta Pertama (Dok. Pribadi)



Selama proses perkuliahan, sudah tentu si putih gading ini selalu menemani. Dimulai dari kata ‘hello world’ yang diketik di bahasa pemrograman C hingga bikin skripsi semua aku lalui bersama dengan laptop ini. Selama periode delapan tahun tersebut, aku pun mencoba berbagai hal—selain kuliah tentunya. Awal-awal masa kuliah, aku jadi tertarik menyambangi dunia fiksi. Berawal dari kesukaanku membaca novel, perlahan-lahan aku mulai memberanikan diri untuk belajar menulis. Tiap malam, jika tidak ada tugas yang mengintai, aku akan membuka lini masa media sosialku lewat laptop kemudian berinteraksi dengan teman-teman maya yang memiliki renjana yang sama.

Saat diadakannya lomba menulis cerpen oleh salah satu penerbit besar yang ada di Indonesia, aku memutuskan untuk ikut. Aku masih ingat rasanya. Setiap malam aku membuka si putih gading, meriset semua hal yang kuperlukan sebagai penunjang dalam menulis cerpen. Biasanya aku melakukannya hingga pukul satu pagi. Hal ini kulakukan hingga tujuh hari ke depan. Dan selama itu, di antara mengerjakan tugas kuliah dan menulis cerpen aku selalu memakai laptop ini. Akhirnya kerja keras itu terbayar. Saat pengumuman pemenang, aku termasuk ke dalam tulisan terpilih.
Beberapa contoh buku yang aku hasilkan. (Dok. Pribadi)
Tahu nggak rasanya apa yang kamu inginkan terwujud di depan mata? Ada rasa yang membuncah keluar begitu saja. Rasa yang sulit terdeskripsikan. Apalagi, beberapa bulan kemudian, buku hasil karyaku dapat kulihat di seluruh toko buku di Indonesia. Pastinya ada rasa bangga karena dapat dibaca semua orang. Nah, itulah kali pertama produktivitasku dengan ASUS A43S. ‘Kerja sama’ kami berdua pun berlangsung bertahun-tahun. Beberapa karya kuhasilkan lengkap dengan jejaring yang semakin banyak. Satu per satu buku pun terbit. Semua kulalui bersama temanku si putih gading.

Kuliah pun begitu. Karena tuntutan pelajaran, semakin lama banyak aplikasi pemrograman yang harus aku pasang demi menjalani hari-hari perkuliahan. Untunglah si putih gading masih tangguh. Turbo, Borland, Netbeans, Eclipse, Weka, Notepad++, xampp, semua berhasil berjalan dengan tidak mengecewakan di laptop ini. Tak hanya itu, pada saat mengerjakan mata kuliah lain yang memerlukan program berat yang memerlukan grafis tinggi untuk mengedit video seperti Adobe Premier dan Sony Vegas untuk mata kuliah multimedia saat pembuatan film pendek pun semua laptopku setia menemani.

Salah satu film pendek yang aku dan temanku buat untuk tugas kuliah. (Dok. Pribadi)

Produktivitas itu semakin meningkat ketika aku memutuskan untuk terjun lebih serius ke ranah non fiksi. Platform blogger kupilih karena itu yang paling dekat dengan keseharianku. Biasanya blog hanya kupergunakan untuk menulis cerita pendek atau hal berbau fiksi lainnya. Namun, seiring waktu berjalan, berkat dukungan dari teman-teman, aku mulai belajar nge-blog. Dan ternyata menyenangkan!

Nah, seiring perjalananku nge-blog, si putih gading yang selalu jadi andalan. Ketika terpilih menjadi salah satu peserta kompetisi menulis di Puspiptek Tangerang, si putih gading inilah yang kubawa. Bukan hanya itu, satu per satu kegiatan dari yang bersifat lokal hingga ke nasional semua itu terjadi berkat konten yang kutulis menggunakan laptop ASUS ini. Jadi, dapat dikatakan bahwa ASUS ini menjadi saksi hidup kegiatanku yang ada di masa perkuliahan dan dunia tulis-menulis. Aku pun mulai sedikit-sedikit belajar untuk membuat konten kreatif berupa foto dan video. Dan selama ini juga, ASUS A43S ini yang jadi oncak.
Pertama kali ikut lomba nasional dan diundang ke Puspiptek Tangerang. (Dok. Bitread)
Di sela kegiatan tetap bikin konten ditemani ASUS. (Dok. Pribadi)
Berpartisipasi dalam kegiatan menulis untuk Asian Games 2018. (Dok. Bitread)
Kini, usia laptopku menginjak tahun ke delapan. Lama bukan? Aku sebenarnya sama sekali nggak menyangka bila laptop ini dapat bertahan sedemikian lama. Namun, makin ke sini, kebutuhan akan performa yang baik pun tampaknya semakin besar. Apalagi dengan semakin meningkatnya jenis-jenis program dan intensitas aku dalam beraktivitas. Si putih gading tampaknya sudah lelah. Beberapa kali laptop ini terjatuh. Puncaknya sekarang, layar yang ada di hadapanku memiliki intensitas berbeda kanan dan kirinya.

Kegiatan programming ditambah bikin konten kreatif jadi alasan utama mengapa selama satu bulan ini aku memikirkan untuk membeli teman baru. Aku membutuhkan sebuah laptop dengan performa yang tinggi, spesifikasi andal, dan tentunya tampilan yang menarik untuk dapat dibuat konten. Dan yang pasti ringan dan kuat buat dibawa ke mana saja. Saat itulah, mataku kembali tertuju kepada si warna-warni dari ASUS: ASUS VivoBook Ultra A412DA.




Ketika tahu ASUS meluncurkan seri premium ASUS VivoBook Ultra A412DA terbaru dengan harga terjangkau, aku sama sekali nggak menyia-nyiakan kesempatanku untuk mengulik lebih dalam mengenai laptop ini. Seperti yang kubilang sebelumnya, semakin hari, kuantitas pekerjaanku juga semakin bertambah. Dan untuk menghasilkan pekerjaan yang juga berkualitas, aku memerlukan alat tempur baru, menggantikan lama yang nyatanya sudah harus pensiun. Dan ASUS VivoBook Ultra A412DA ini menarik perhatianku. Dengan tagline ‘The World’s Smallest 14” Colorful Ultrabook’ kurasa laptop ini menjawab semua kebutuhanku dengan spesifikasi yang tak kalah gahar. Berikut yang dapat kucatat:




Love at the first sight, begitulah pepatah yang kadang mengagungkan kata-kata romantis. Dalam kenyataannya, kita amat mudah jatuh cinta ketika melihat sesuatu yang menarik dari mata kita. Mau tidak mau kita harus mengakui bahwa penampilan itu penting. Dalam bidang apapun. Termasuk untuk laptop.
Cocok dibawa karena tampilan modern. (Dok. Pribadi)
Logo ASUS yang terkesan berkelas. (Dok. Pribadi)
Secara tampilan, ASUS VivoBook Ultra A412DA ini amatlah menarik. Dengan desain kotak yang sudut sikunya khas ASUS memberikan kesan dinamis dan modern. Di tampilan depannya, terdapat logo ASUS yang premium. Untuk mempercantik tampilannya pula, terdapat empat warna yang dapat kita pilih. Warna-warna ini mewakili personal kita, loh.

Bagi para pengguna warna klasik, ASUS VivoBook Ultra A412DA memberikan pilihan warna Transparent Silver dan Slate Gray. Warna laptop dengan aksen perak di Transparent Silver memberikan kesan mengkilap dan yang berkelas sementara Slate Gray lebih cocok untuk tampilan yang klasik namun tidak menonjol.
Empat pilihan warna yang bisa kamu pilih sesukamu! (Dok. ASUS)
Nah, untuk yang lebih menyukai tampilan yang unik dan lebih memanjakan mata, ada dua varian warna yang harus dilihat: Coral Crush dan Peacock Blue. Warna merah—oranye yang menyalak paling terlihat di Coral Crush yang merepresentasi energi yang membuncah. Sedangkan Peacock Blue memberikan tampilan yang unik. Warna di laptop ini yang dominan biru dapat berubah tergantung dari mana sudut kalian melihat layaknya burung merak. Unik bukan?

Ketika membuka laptop ini, hal yang menarik perhatian tentu bagian layar. Tahu nggak apa tren dari layar saat ini? Yap, bezel-less (tanpa bingkai). Tidak hanya ponsel pintar, para produsen laptop pun berlomba-lomba untuk memakai tren ini di perangkat mereka. Layar dengan bingkai tipis seperti ini memberikan tampilan luas bagi para penggunanya. ASUS VivoBook Ultra A412DA dibekali ukuran layar 14 inch dan mengusung tampilan NanoEdge Display yang memiliki ukuran bingkai 5.7mm di sisi kanan kirinya. Sedangkan bagian bawah sebesar 11.4mm dan bagian atas 8.8 mm dengan satu kamera webcam kualitas HD yang tersemat di tengahnya. Dengan ukuran yang seperti itu, perangkat ini menghasilkan perbandingan screen-to-body mencapai 87%! Lebih luas dari para pendahulunya.
NanoEdge Display yang bikin tampilan layar besar.
Webcam HD tersemat di bezel atas. (Dok. Pribadi)
Dibandingkan pendahulunya, ASUS VivoBook Ultra A412 series memiliki rasio lebih luas. (Dok. Asus)
Layar ini dibekali dengan panel IPS kualitas FHD (1920 x 1080) yang memberikan pengalaman wide-view sebesar 178o. Dengan bezel tipis, ukuran layar jadi lebih maksimal dan dimensi laptop dapat berkurang sehingga ukuran laptop pun bisa jadi lebih ringkas. Hal ini juga berpengaruh dengan tebal dan berat laptop yang jadi lebih kecil. Terbukti ASUS VivoBook Ultra A412DA ini termasuk kategori ultrathin dengan ketebalan kurang dari 1 inch dan memiliki bobot 1.5kg jadi mudah dibawa ke mana-mana. Mau masuk ke ransel atau tas selempang sekalipun, mobilitas kita sama sekali tidak terganggu. Apalagi bagi orang-orang yang hobi berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya untuk mencari konten buat blog atau meeting untuk kerja, laptop ini bisa jadi pilihan yang sangat baik!
Pakai tas besar tetap ringan. (Dok. Pribadi)
Dibawa di totebag pun tetap ringan. (Dok. Pribadi)



Bagi sebagian orang, mengetik lama adalah sebuah pengalaman yang tidak menyenangkan. Sama sepertiku. Permasalahannya, dengan semakin meningkatnya durasi mengetik, mau nggak mau tubuh kita akan dipaksa duduk dalam waktu yang lama pula dengan posisi seperti itu. Belum lagi pergelangan tangan menjadi pegal sehingga kegiatan mengetik jadi nggak nyaman. Padahal, perkerjaan kreator konten untuk bikin skrip, mengetik blog, atau mengedit video dan foto itu bukan perkara sebentar. Apalagi berkutat dengan coding yang dapat makan waktu seharian. Bikin pusing nggak?

Nah, berkaca pada hal itu, sejak tahun lalu, ASUS menganggap serius perkara sederhana itu lalu menemukan solusi keren: Ergolift Hinge. Ergolift Hinge ini adalah teknik mahakarya eksklusif ASUS yang dirancang untuk secara otomatis memiringkan posisi papan ketik ke posisi yang nyaman. Di ASUS VivoBook Ultra A412DA ini, sudut kemiringan yang diimplementasikan adalah 2o dengan sudut membuka maksimum 141o loh. Posisi ini dipercaya memberikan kenyamanan untuk mengetik lama. Selain itu, kita pun dapat memilih sudut layar terbaik dari kita.
Sudut 2 derajat yang signifikan kegunaannya. (Dok. Pribadi)
Tampilan Engsel Ergolift ciri khas ASUS. (Dok. Pribadi)
Teknik Ergolift ini bukan hal baru di laptop-laptop bikinan ASUS seperti seri Zenbook, loh. Selain itu, ada fungsi lain dari Ergolift ini yang sering nggak kita sadari. Pernah nggak ketika sedang memakai laptop, papan ketik akan terasa panas. Dan bla kita cek, bagian alas laptop pun sama panasnya? Hal ini dikarenakan uap panas yang berasal dari mesin tidak keluar sempurna karena terhalang alas yang padat. Ergolift ini memberikan ruang udara atau ventilasi yang bikin aliran udara dapat mengalir dari bagian bawah tanpa terhambat. Celah kecil yang dihasilkan ini juga terbukti dapat memberikan pengalaman audio yang jernih dan lebih mendalam dengan respons bass yang lebih baik. Cocok sekali buat orang yang suka riset dari menonton film atau seru-seruan main game sepertiku!




Siapa di sini yang laptopnya pakai kata kunci ketika baru dinyalakan? Mungkin sebagian besar orang akan jawab ‘ya’. Di era digital seperti sekarang, keberadaan laptop saat ini memang sudah menjadi bagian dari perangkat privasi. Kita terbiasa menyimpan data-data penting di dalam perangkat ini. Oleh sebab itu, keamanan jadi hal mutlak yang perlu ada di setiap laptop. Namun, tahukah kalian kalau kata sandi pun ternyata memiliki banyak kekurangan seperti rentan diretas bahkan sulit diingat?

Untuk itulah sekarang kita mengenal autentikasi berupa biometrik. Kunci paling aman adalah yang berada di diri kita sendiri kan? Pola biometrik ini unik sehingga antara satu orang dengan orang lainnya tidak mungkin sama, bahkan kembaran sekalipun. Biometrik yang kita kenal sekarang dapat berupa sidik jari, iris mata, bahkan wajah. Ketiganya bahkan sudah tidak asing lagi di kehidupan kita karena kebanyakan perangkat mobile sudah menggunakannya duluan.

Sekarang, mengingat pentingnya keamanan sebuah perangkat, maka ASUS VivoBook Ultra A412DA dibekali sensor sidik jari yang terintegrasi langsung dengan Windows Hello. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, laptop ini memiliki sistem operasi asli dari Windows 10. Nah, Windows Hello adalah fitur autentifikasi biometrik khusus yang tersemat di Windows 10 melalui pengenalan wajah dan sidik jari. Dengan fitur ini, pengguna dapat dengan mudah mengakses perangkat Windows 10 hanya dengan menyentuhkan jari ke sensor yang terletak di dekat petak tetikus.
Masukkan sidik jari. (Dok. Pribadi)
Tampilan Windows Hello (Dok. Adventurose)
Tentunya cara ini lebih aman dan cepat dibandingkan harus mengetik kata sandi melalui papan ketik. Untuk menggunakannya pun mudah. Kita cuma butuh mengakses menu pengaturan di Windows 10 kita. Cara kerja dari Windows Hello ini yaitu dengan mengambil data biometrik kita kemudian disimpan ke dalam sistem dengan bentuk grafik. Nantinya, bila kita ingin menggunakannya, data kita pun akan dicocokkan dengan data yang tersimpan. Tenang saja. Cara ini terbukti aman kok. Jadi nggak perlu takut untuk memakainya. Dan menu ini pun bersifat optional. Kita bisa menghidupkan dan mematikannya pula.  Dengan Windows Hello ini, kita dapat menghemat waktu yang lebih banyak, bukan?




Tahukah kalian bahwa hal yang dibaca dari sebuah mesin adalah data? Data dapat berupa banyak hal, tulisan yang kalian baca, gambar yang kalian lihat, bahkan video yang kalian tonton. Data-data itu tak ubahnya bilangan yang harus dikomputasi agar dapat menjadi bentuk-bentuk lainnya. Nah inilah tugas dari prosesor. Dengan adanya prosesor, data dapat diolah menjadi keluaran yang kita inginkan. Ibarat manusia, prosesor adalah otak kita. Prosesor adalah pusat dari segala aktivitas. Untuk menghasilkan sebuah perangkat yang bagus, maka diperlukan pula prosesor dengan kualitas yang baik.

Di ASUS VivoBook Ultra A412DA kali ini disematkan prosesor AMD terbaru yaitu AMD Dual Core R3-3200U dan AMD Quad Core R5-3500U  Loh kok? Meski tidak sepopuler Intel, namun kualitas prosesor AMD tidak perlu diragukan lagi. Biasanya prosesor ini dipakai buat komputer konvensional karena performanya cocok dipakai buat perangkat yang lebih besar. Dan kini, ASUS mengadaptasi keunggulan AMD ke dalam seri VivoBook terbarunya.

AMD Dual Core R3-3200U dan AMD Quad Core R5-3500U bisa dibilang prosesor baru yang dikenalkan oleh AMD dan ASUS VivoBook Ultra A412DA ini adalah satu dari tiga laptop AMD mobile pertama yang masuk ke Indonesia. Keduanya memiliki reputasi baik untuk menjalankan program multitasking yang pastinya amat berguna bagi para pemakainya yang menghendaki perangkat yang cepat. Untuk prosesor AMD Ryzen 3200U, konfigurasi 2 core-nya dapat berlari dengan kecepatan 2.6GHz hingga 3.5Ghz. Sedangkan pada AMD 3500U, dengan konfigurasi 4 core dan 8 thread pada pemrosesan dapat dilakukan hingga kecepatan 3.8 Ghz! Secara berurutan, keduanya pun diperkuat dengan memori RAM sebesar 4GB dan 8GB. Tersedia pula slot SODIMM kosong untuk upgrade RAM hingga 12GB. Apik, kan?
AMD Ryzen memiliki performa powerful bagi laptop. (Dok. AMD)
Nah, dari segi grafis pun, RadeonTM RX Vega 6 buat Ryzen 3 dan RX Vega 8 buat Ryzen 5 terbaru memberikan pengalaman multimedia yang sangat mumpuni. Chip grafis ini dapat menghadirkan performa layaknya laptop dengan chip grafis terpisah. Kombinasi yang seperti ini menghasilkan kombinasi yang tangguh. Ngedit video? Mudah. Menonton film resolusi tinggi? Jangan ditanya. Main game dengan gambar ultra? Bisa! Kartu grafis ini andal dalam kegiatan multimedia. Apalagi aktivitas kita sehari-hari! Sangat cocok bukan bagi orang-orang yang berkutat di bidang konten kreator kreatif plus programmer sepertiku? Lancar tanpa halangan.
Pekerjaan apapun terbukti  jauh lebih baik. (Dok. AMD)
Untuk menunjang performa, laptop ini dibekali sistem operasi Windows 10 resmi yang telah terpasang ketika dihidupkan. Langsung dari detik pertama. Windows 10 memiliki fitur-fitur yang beragam dan modern. Keberadaan fitur-fitur ini semakin memanjakan pengguna yang ingin perangkat yang ingin memiliki perangkat yang lebih praktis. Selain itu, Windows ini menjamin keamanan yang lebih baik dibandingkan pendahulunya. Sistem operasi ini juga diyakini lebih stabil untuk dipakai. Dengan adanya Windows 10, nggak perlu lagi kan beli bajakan?
Menonton resolusi 4K tanpa halangan. (Dok. Pribadi)



Perkara papan ketik (keyboard) selalu jadi hal yang penting dari perangkat laptop. Mulai dari jarak antar huruf hingga lampu belakang yang senantiasa hadir di laptop-laptop premium. ASUS VivoBook ultra A412DA ini didesain secara khusus dengan memperhatikan konsep ergonomi di keseluruhan keyboard-nya. Dengan jarak antar huruf sebesar 1.3 mm maka pengalaman mengetik menjadi lebih nyaman. Konstruksi per hurufnya pun kokoh sehingga tidak terkesan biasa. ASUS mengklaim bahwa tiap key caps-nya telah diuji hingga 10.000 kali!
Huruf-huruf lembut ditekan. (Dok. Pribadi)
Yang juga tak kalah penting adalah tersedianya lampu yang ada di bawah papan ketik (backlit). Lampu ini memiliki tingkat kecerahan yang bisa diatur hingga 3 kali! Jadi, kita tidak perlu bingung jika ingin mengerjakan sesuatu dalam lingkungan apapun. Mau redup hingga mati listrik pun, semua aman terkendali!
Jarak antar huruf pun diperhitungkan. (Dok. Pribadi)
Selain keyboard, peran touchpad pun amat signifikan. Selain sebagai sarana buat tetikus, touchpad ini juga berfungsi sebagai NumberPad. Bila kita menekan sensor yang terdapat pada kanan atas dari touchpad ini, maka NumberPad dengan nyala LED akan terlihat. Dengan fitur ini, kita dapat memasukkan angka dengan lebih produktif. Biasanya, di laptop kebanyakan, NumberPad dieliminasi untuk memberikan laptop yang lebih ringkas. Nah di ASUS VivoBook Ultra A412DA ini, fungsi ini kembali.

Selain itu, touchpad lembut dengan lapisan kaca ini juga mendukung Windows Gesture Support. Di Windows 10, fitur ini meliputi masukan multi-gestur yang dapat digunakan sebagai jalan pintas untuk mengganti aplikasi atau tampilan layar yang sedang kita kerjakan. Canggih!
Touchpad kaca dengan sidik jari di ujung kanan atas. (Dok. Pribadi)
Dalam membuat konten kreatif ataupun coding, sudah tentu kita nggak bisa menyepelekan perangkat luar. Untuk menyimpan data-data yang banyak kadang kita juga memerlukan memori eksternal. Atau pada saat memindahkan file kamera dan file kerjaan yang penting, otomatis kita harus siap sedia. ASUS VivoBook Ultra A412DA ini memiliki sejuta kemungkinan untuk konektivitas. USB 3.1 yang tercepat di kelasnya bikin transfer data 10x lebih cepat! Nggak cukup satu. Lubang USB 2.0 juga disematkan di pinggiran bodi untuk yang memerlukan banyak sambungan. Untuk tampilan lebih besar, ada keluaran HDMI yang dapat dipakai. Dan juga ada pembaca kartu microSD sehingga mempermudah kita untuk mentransfer data dengan banyak pilihan. Lengkap! Semuanya tersusun rapi di pinggiran bodi.
Masukan dan keluaran yang lengkap di sisi bodi. (Dok. Pribadi)
Kemudahan untuk menyambung dan memindahkan data. (Dok. Pribadi)
Audio ASUS SonicMaster khas ASUS pun masih nangkring di seri baru VivoBook ini. Kualitas audio terbaik dari kualitas speaker yang cocok dengan karakteristik dari laptop meliputi ukuran, spesifikasi, dan bentuk. Sering bukan kita mendengar audio yang kita bikin berbeda-beda saat ditempatkan di media lain. Nah dengan ASUS SonicMaster, kita dapat meminimalisir kemungkinan itu. Mau nonton atau main game semuanya jernih. Selain itu, dengan baterai polimer-lithium, laptop ini memiliki ketahanan daya yang juga tinggi. fast charging yang dapat mengisi daya 60% dalam 49 menit bikin kita nggak takut kehabisan daya ketika cari konten. Keren banget! Dengan segala fitur premium yang ada, sudah tentu ASUS VivoBook Ultra A412DA ini layak banget dimiliki.
SonicMaster yang jadi unggulan ASUS. (Dok. Pribadi)


Anak muda bisa dibilang paling banyak kerjaan. Dan biasanya pula, tempat kerja mereka beragam. Coffee shop? Check! Coworking space? Check! Selain itu, kaum milenial juga dituntut untuk siap sedia merekam dan mengabadikan momen apapun ke para kolega. Sama sepertiku. Mobilitas yang tinggi adalah ciri utama, selebihnya dapat mengikuti. Untuk itulah para milenial sangat membutuhkan perangkat yang berkualitas baik namun tetap mudah dibawa ke mana-mana.

Keunggulan dari laptop ASUS VivoBook Ultra A412DA mampu memberikan pengalaman menggunakan perangkat yang bukan hanya nyaman, namun juga memukau.

1. Tampilan berkelas dengan banyak warna dapat disesuaikan dengan personal.
2.  Desain yang ringkas yang menunjang seluruh aktivitas.
3. Bobotnya yang ringan bisa mudah dibawa ke mana saja. 
4. Prosesor ngebut yang terbaik di kelasnya bikin kerjaan apa saja beres tanpa lagi.
5. Fitur premium yang bikin betah.
6. Windows 10 asli yang nggak bikin susah payah beli atau membajak.

Dengan keunggulan yang seperti itu wajar jika aku bilang bahwa laptop ini adalah laptop wajib bagi para anak muda seperti aku. Dengan harga mulai dari Rp 6 jutaan saja, laptop ini cocok jadi incaran. Karena sejatinya, ASUS VivoBook Ultra A412DA ini adalah jawaban dari semua hal yang kita butuhkan.
<3 ASUS (Dok. Pribadi)
SPESIFIKASI ASUS VIVOBOOK ULTRA A412DA
Processor
AMD Quad Core Ryzen 5 3500U
AMD Dual Core Ryzen 3 3200U
Grafis
Radeon RX Vega 8
Radeon RX Vega 6
Sistem Operasi (OS)
Windows 10 Home Original
Memori
4 GB DDR4 2400MHz
8 GB DDR4 2400MHz
Tersedia 1x Slot Upgrade Kapasitas Total 12 GB
Layar
14 Inch (16:9) LED backlit FHD (1920×1080) 60Hz
Anti-Glare Panel
Penyimpanan
1 TB (2 Varian Processor dan RAM)
Keyboard
Illuminated Chicklet Keyboard (Optional)
Input/Output
1 x COMBO audio jack
1 x Type-A USB2.0
1 x Type-A USB 3.1 (Gen 1)
1 x Type-C USB 3.0 (USB 3.1 Gen 1 / Gen 2)
1 x HDMI
Battery
2 Cell 37 Wh Battery
Dimensi
322 x 212 x 19.9 mm (P x L x T)
Berat
1.5 kg termasuk baterai
Harga
Rp 8.599.000 varian AMD Ryzen 5 dan Rp 6.599.000 varian AMD Ryzen 3

Untuk mengenal lebih jauh dari ASUS VivoBook Ultra A412DA, aku sudah membuat video ulasan di sini. Check this out!