Sabtu, 14 November 2015

[Review] Cinder - Marissa Meyer

Judul: Cinder
Penulis: Marissa Meyer
Penerbit: Penerbit Spring
Halaman: 373 halaman
Terbitan: Januari 2016
Blurb : 
Humans and androids crowd the raucous streets of New Beijing. A deadly plague ravages the population. From space, a ruthless lunar people watch, waiting to make their move. No one knows that Earth’s fate hinges on one girl. 

Cinder, a gifted mechanic, is a cyborg. She’s a second-class citizen with a mysterious past, reviled by her stepmother and blamed for her stepsister’s illness. But when her life becomes intertwined with the handsome Prince Kai’s, she suddenly finds herself at the center of an intergalactic struggle, and a forbidden attraction. Caught between duty and freedom, loyalty and betrayal, she must uncover secrets about her past in order to protect her world’s future.
*


Pernah nggak kalian kepikiran dongeng Cinderella diceritakan kembali menjadi sebuah novel? Mungkin sebagian dari kalian bakal bilang bahwa ceritanya akan itu-itu aja. Nggak menarik. Pasti ketebak.

Tapi, pernah nggak kalian kepikiran Cinderella yang ada di dalam dongeng itu sosoknya jauh dari pikiran kalian--gadis cantik, berambut panjang, memakai gaun berwarna biru menjadi sosok yang amat berbeda--seorang cyborg?

Kamis, 05 November 2015

[Review] Cinderella Teeth - Sasaki Tsukasa

Judul: Cinderella Teeth
Penulis: Sasaki Tsukasa
Penerbit: Haru
ISBN: 978-602-7420-3-5
Ukuran: 272 halaman, 19 cm
Harga: Rp. 59.000
Blurb:
Saki ditipu oleh ibunya sendiri hingga gadis itu harus bekerja di sebuah klinik dokter gigi. Padahal, ia benci dokter gigi!

Namun, musim panas itu akan menjadi musim panas yang berarti bagi Saki. Pasien-pasien yang berkunjung ke klinik tersebut ternyata memiliki rahasia-rahasia unik. Belum lagi, seorang pemuda di klinik tersebut mulai menarik perhatian Saki.

Dapatkah Saki menghadapi phobia-nya, pasien-pasien, dan cinta yang datang bersamaan dalam satu musim panas?
*

Setiap tempat itu mempunyai kisah tersendiri. Nah, di novel ini, kita akan dibawa ke dalam cerita-cerita yang ada di klinik gigi melalui Saki! Yuhuu~~~

Cinderella Teeth merupakan novel J-Lit terbitan Haru yang bercerita tentang Saki--seseorang yang trauma berkunjung ke klinik gigi namun terpaksa bekerja paruh waktu di sana karena dijebak oleh sang Mama. Dari awal, Saki akan menemui misteri-misteri 'aneh' tentang pasien yang berkunjung hingga akhirnya satu pertanyaan mampir ke dirinya: apakah memang dokter gigi semenakutkan itu?

Rabu, 23 September 2015

[Review] Diary Life of Clumsy Tomoko - Suzuki Tomoko
Gambar diambil dari dokumentasi pribadi.
Judul : Daily Life of Clumsy Tomoko
Penulis : Suzuki Tomoko
Penerjemah : Norma Gesita
Penerbit : Haru
Harga : 
Tebal : 134 Halaman
Terbit : Cetakan Pertama September 2015

Blurb :

Meskipun penakut, Tomoko punya sifat yang kuat dan nekat.
Hal itu membuat kehidupan sehari-harinya menjadi sebuah petualangan seru. 
Dia sebenarnya ingin mencoba tester makanan di supermarket, tapi takut mengulurkan tangan.
Dia juga takut mempersilakan orang tua untuk duduk di kereta. 
Dia lemah kalau harus membuat panggilan telepon.
Apa kamu pernah seperti itu? 
Yuk, nikmati keseharian Tomoko yang penuh warna dan petualangan ini!

*
Pernah nggak baca sebuah buku terus kepikiran, "Kok tokohnya mirip aku, sih?" atau "Duh, aku pernah nih mengalami kejadian kayak gini. Persis."? Bisa dibilang itulah hal yang kurasakan saat membaca komik Jepang (J-Toon) terbitan Penerbit Haru ini.

Jumat, 14 Agustus 2015

[Review] Vampire Flower - Shin Ji Eun

Gambar diambil dari sini

Judul: Vampire Flower
Penulis: Shin Ji Eun
Genre: Fantasy romance
Kategori: Fiksi, young adult
Harga: Rp. 69.500
Tebal: 518 halaman
Terbit: Agustus 2015
Blurb :

“Warna kelopak bunga itu lebih merah dibanding darah, wanginya begitu kuat sehingga mampu memikat vampir mana pun. Jika seseorang memiliki bunga itu, maka ia akan menduduki posisi paling tinggi di antara vampir-vampir yang lain.”

Akhir-akhir ini santer terdengar adanya pembunuhan oleh para vampir. Kang Seo Yeong  tahu ia seharusnya tidak berkeliaran di malam hari. Namun suatu malam, ia melihat temannya dibunuh oleh vampir tepat di depan matanya.

Seorang vampir lain bernama Louvrei yang berwujud seperti remaja laki-laki, menawarkan bantuan pada Seo Yeong. Hanya satu syarat yang Louvrei minta: Seo Yeong harus membantunya mencari ‘Bunga Vampir’.

Di tengah ketakutannya, Seo Yeong terpesona pada Louvrei. Apalagi saat vampir berumur ratusan tahun dalam wujud pemuda itu berjanji, “Aku akan selalu menjagamu. Jadi, jangan percaya pada siapa pun kecuali aku.”

Bisakah mereka berdua menemukan ‘Bunga Vampir’?


*
Banyak manusia yang tidak peduli dan mengira hanya merekalah yang hidup di dunia ini. Akan tetapi, sebenarnya ada dunia lain yang tersembunyi di ruang yang disebut 'bumi' ini. - hlm 30
[Review] The Dead Returns - Akiyoshi Rikako
gambar diambil dari sini

Penulis      : Akiyoshi Rikako
Penerbit    : Haru
Harga        : Rp.55.000
Tebal        : 252 halaman
Terbit       : Agustus 2015
Genre       : Thriller Misteri
Blurb :
Suatu malam, aku didorong jatuh dari tebing. Untungnya aku selamat.
Namun, saat aku membuka mataku dan menatap cermin, aku tidak lagi memandang diriku yang biasa-biasa saja.
Tubuhku berganti dengan sosok pemuda tampan yang tadinya hendak menolongku.
Dengan tubuh baruku, aku bertekad mencari pembunuhku.
Tersangkanya, teman sekelas.
Total, 35 orang.
Salah satunya adalah pembunuhku.
*

Finally, Akiyoshi-sensei is back!!!

Sejak awal aku membaca novel Girls in The Dark tahun lalu, aku sudah bertekad di dalam hati. Jika Akiyoshi Rikako kembali menerbitkan novel, aku pasti akan beli. :") Nyatanya, hal itu terwujud tahun ini. Malah beruntungnya, aku dipilih Penerbit Haru sebagai satu reviewernya. Yey!^^

The Dead Returns adalah novel terjemahan dari bahasa Jepang yang ditulis oleh Akiyoshi Rikako dan diterbitkan oleh Penerbit Haru. Secara garis besar, seperti yang terlihat di blurb, The Dead Returns bercerita tentang 'jiwa' Koyama Nobuo yang masuk ke dalam raga Takahashi Shinji. Hal itu bermula dari sebuah surat yang tertempel di meja kelas Nobuo. Berbekal rasa penasaran, Nobuo akhirnya pergi ke tebing Miura Kaishoku. Namun, saat berada di sana, ia didorong oleh seseorang. Saat sadar, ia terbangun di raga yang lain--lebih tampan dan sempurna. Dengan raga baru itu, ia kembali ke sekolah lama dan bertekad mencari pembunuh dirinya--raga Koyama Nubuo.

Seru, kan?

Pertama, aku memuji pembuat sampulnya--Kana Otsuki yang juga pembuat sampul Girls in The Dark tahun lalu (dan dicetak ulang sekarang). Sampulnya keren. Misterius, namun ringan dengan tone warna biru keabu-abuan. Aku sangat suka. :D

Secara penokohan, perkembangan karakter Nobuo dalam raga Shinji tersampaikan dengan baik. Memang, dengan POV pertama, semua kegalauan seorang Nobuo dapat terasa langsung ke pembaca. Kita seperti 'dirangkul' oleh sang tokoh untuk menyelesaikan teka-teki ini bersama-sama. Dan itu menurutku sangat menyenangkan.

Secara plot, aku bisa bilang plotnya menipu. Hahaha. Kesal sendiri. :p Bukan karena buruk, akan tetapi, aku merasa sangat WAW dengan twist khas Akiyoshi-sensei. Gila. Hahaha. Meski di bab-bab awal alur cerita berjalan lambat dan penuh tanda tanya yang membuat kita bertanya-tanya siapa pembunuhnya, namun menjelang akhir, kejutan bertubi-tubi diberi oleh penulis. Puncaknya, aku ternganga. Sial. Keren sekali. :p

Satu hal lagi yang kusukai dari novel ini adalah karena pesan moralnya. Novel ini menyajikan isu-isu yang ada di Jepang, misalnya suasana kelas yang dingin, hubungan orang tua dan anak, idola, hubungan remaja, terlebih kepercayaan kepada diri sendiri untuk berbaur. Pesan-pesan itu membuat novel setebal 250 halaman ini tidak sekadar novel thriller biasa sehingga terasa ringan.

Kekurangan novel ini (alasan personal sebenarnya) adalah fokus utamanya yang agak kabur. Sebenarnya aku mengharapkan sebuah cerita yang intens seperti drama detektif Jepang sehingga aku sedikit kecewa. Namun, kekurangan itu tidak membuat novel ini menjadi tidak layak untuk dibaca. The Dead Returns tetap menjadi bacaan yang menarik untuk orang yang suka membaca cerita thriller-misteri yang ringan dan personal. :D

Intinya, aku rekomendasikan buku ini kepada orang-orang yang suka membaca sebuah novel dengan ending yang tidak terduga. :D

4/5 bintang.

Jumat, 24 Juli 2015

[CeriteraJuli] - Kenang-Kenangan Bernama Kenangan
Karena libur lebaran, cerita ini jadi terhambat juga. :( Jadi, Promp kelima dari @kampungfiksi adalah kenangan. Hmm... Jadi, bikin ini aja. Semoga menikmati. ^^

*
Gambar diambil dari sini

*

#5 Kenang-Kenangan bernama Kenangan

Kai


Kau tahu apa yang terjadi pada seseorang yang kemarin main hujan-hujanan sepanjang jalan menuju rumah?
Flu.
Kuulangi, flu.
Sepanjang hari kemarin, aku hanya bisa meringkuk di balik selimut, menonton siaran berita di televisi, dan akhirnya tertidur. Dan pagi harinya, aku bangun masih dengan kepala pening. Dalam hati aku mengutuki tentang insiden payung hitam dan perempuan kerdil kemarin.

Rabu, 15 Juli 2015

[CeriteraJuli] - Cerita tentang Kupu-Kupu dan Gelembung Soda
Promp keempat yang diberikan oleh @kampungfiksi adalah Romantis. Awalnya aku bingung mau bikin ceritanya gimana. Tapi, akhirnya bikin ini. Semoga masih sesuai sama cerita awal. :")
Selamat menikmati. ^^

*
Gambar diambil dari sini
*

#4 Cerita tentang Kupu-Kupu dan Gelembung Soda

Rae

Kata film Forest Gump, “Life was like a box of chocolates. You never know what you’re gonna get.” Film itu sudah kutonton puluhan kali bersama Bunda, tapi aku masih tetap suka. Kini, aku mengerti maksud dari perkataan Forest Gump tersebut. Hidup selalu penuh dengan kejutan. Dan kejutan kali ini datang dari laki-laki ‘beruntung’ bernama Kaisar Anggala.
[CeriteraJuli] - Yang Diinginkan dan Yang Tak Diinginkan
Jadi, ini adalah cerita ketiga. Semoga tetap konsisten. :") Cerita ini diambil dari promp hari ketiga @kampungfiksi yaitu Doa. Semoga suka, ya.
Jangan lupa tinggalkan komentar. ^^
*
Gambar diambil dari sini
*

#3 Yang Diinginkan dan Yang Tak Diinginkan

Kai

Di dunia ini, ada beberapa hal yang kubenci. Pertama dan yang paling utama adalah perayaan ulang tahun. Kedua, semua hal yang berjalan tak sesuai dengan rencanaku. Dan ketiga, orang-orang yang mengatakan diri mereka adalah jurnalis.

Selasa, 14 Juli 2015

[#CeriteraJuli] - Di Balik Lensa Kamera Canon FTB QL
Promp kedua dari @kampungfiksi adalah Kamera! Selamat menikmati, ya. Semoga suka. 
Jangan lupa kirim kesan pesan di kolom komentar! ^^

*
gambar diambil dari sini
*

#2 Di Balik Lensa Kamera Canon FTB QL

Rae

Bulan masih menggantung di langit timur, tapi aku sudah duduk di tempat tidur. Sepanjang malam tadi, sejujurnya aku tidak bisa tidur. Pikiranku sibuk melayang-layang tentang hari ini, hari dengan sejarah baru yang akan kutorehkan dalam hidupku.
[#CeriteraJuli] - Rahasia di Pertigaan
Hari ini, tanggal 14 Juli, aku baru tahu kalau akun @kampungfiksi ngadain sebuah event bernama #CeriteraJuli. Jadi, mereka kasih PROMP yang harus kita kembangin jadi cerita. Sebenarnya hal ini sudah berjalan dari tanggal 1 Juli. Dan sudah banyak yang bikin cerita pendek tiap PROMP atau digabungun. Berhubung aku baru tahu hari ini, aku memutuskan untuk menulis dari PROMP awal. Dan karena sudah ada 14 PROMP ang keluar, aku kepikiran jadi sebuah cerita panjang. Jadi, ini adalah hari cerita pertama dengan promp Rahasia. 
Selamat menikmati. 
*

gambar diambil dari sini

#1 Rahasia di Pertigaan

“Kapan kau berhenti menggangguku?”
Pertanyaan itu terlontar dari bibir laki-laki itu di satu siang yang terik. Ia baru saja keluar dari sekolah, berjalan kaki menuju rumah yang hanya terletak beberapa blok dari sekolah.

Kamis, 02 Juli 2015

Terus Bergegas - Gagasmedia
Halo~~~ 
Jadi, untuk memeriahkan ulang tahun Gagasmedia yang ke-12, Gagasmedia mengadakan Kado untuk Blogger (lagi!). Gagas memberikan 12 pertanyaan yang harus dijawab. Dan aku ikutan. Hahahaha. 

So, here we go....

Sebutkan 12 buku yang paling berkesan setelah kamu membacanya!

Memilih 12 buku paling berkesan setelah membacanya itu sangat sulit. Karena menurutku, semua buku itu punya kesannya masing-masing. Setelah berdebat cukup panjang dengan diri sendiri, akhirnya aku menyusun daftar seperti yang terlihat di bawah ini: 

1. Let Go - Windhy Puspitadewi
2. Joker - Valiant Budi Yogi
3. Sabtu Bersama Bapak - Adithya Mulya
4. London - Windry Ramadhina
5. Rectoverso - Dee Lestari
6. Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh - Dee Lestari
7. Rumah Lebah - Ruwi Meita
8. Morning Light - Windhy Puspitadewi
9. Harry Potter and The Deathly Hollows - J.K. Rowling
10. Girls in The Dark - Akiyoshi Rikako
11. Menuju(h) - Aan Syafrani, dkk.
12. Interlude - Windry Ramadhina

Alasan memilih buku-buku itu bermacam-macam. Tapi, kebanyakan karena aku merasa temanya yang unik, terasa langsung di hati, serta membuat pengin baca dan baca lagi! ^^

Buku apa yang pernah membuatmu menangis?

Nggak ada, sih. Kalau cuma yang berkaca-kaca ada dua:

Sabtu Bersama Bapak - Adhitya Mulya
Aku merasakan ketulusan seorang Bapak dalam cerita ini. Dan halaman-halaman terakhir, mataku cukup dibuat berkaca-kaca. Semenjak baca ini, aku bertekad untuk jadi seseorang yang kayak Bapak. :")

Let Go - Windhy Puspitadewi
Perasaan seorang Caraka, ketulusan Nathan, persahabatan dengan Nadia dan Sarah menyatu. Apalagi finale di ending-nya membuat, yaaa, cukup berkaca-kaca. *ambil tisu*

[Review] Flip-Flop - Rido Arbain dan Ratna Rara


Judul       : Flip-Flop
Penulis     : Rido Arbain & Ratna Rara
Penerbit : Elex Media
Tebal        : 213 hlm
Terbit        : Juni 2015
Blurb         :
Dia bahkan belum selangkah pun keluar dari kota ini, tapi rinduku terlalu bandel untuk diberi tahu.
Perubahan yang cepat membuat kita kalah. Jarak yang lebar membuat kita jengah. Aku tak lagi yakin, kita adalah aku dan kamu. Tapi, aku, kamu, jarak, juga dia.
Kenapa kamu menyerah?

*

Sejujurnya, novel semacam Flip-Flop bukanlah seleraku. Not a cup of my tea. Berawal karena aku kenal penulisnya, makanya aku membaca novel ini saat masih menjadi draft. Dan ternyata, aku menemui diriku yang suka dengan gaya berceritanya.

Mengisahkan tentang sepasang kekasih yang harus terpisah oleh jarak karena harus LDR-an untuk kuliah, Anggun dan Bobby. Mereka menghadapi musuh sejuta umat dalam LDR--kepercayaan dan waktu. Disajikan dengan dua sudut pandang antara Bobby dan Anggun, semuanya jadi tampak menarik dengan diselingi jokes-jokes unik yang nggak jorok (catat ini penting!).

Poin plus dari novel ini adalah tema dan gaya berceritanya. Tema LDR memang terkesan biasa belakangan ini, namun ada sub-plot menarik lain yang membungkusnya jadi sesuatu yang beda. Gaya bercerita Rido dan Rara memang dua gaya bercerita yang berbeda, Rido dengan kelucuan yang segar dan Rara yang mengambil alih plot seriusnya. Good job! ^^

Karakternya pun dibuat believe-able. Nggak sempurna. Jadi dekat dengan keadaan sosial sekarang. Bobby yang kurang-ganteng-dan-nggak-jago-basket, serta Anggun, idola-sekolah-tapi-bukan-lagi. Semuanya relate sama remaja sih.

Poin minus dari novel ini mungkin hanya masalah teknis. Novel ini dibagi menjadi 4 bagian--meski aku nggak tahu fungsi pembagian ini karena apa (mungkin menghindari dua bab dari satu sudut pandang yang berimpitan). Kalaupun mau dibagi 4 bagian, aku merasa part Bobby di masa SMA dapat jadi part pertama, lalu untuk masa sekarang lanjut part dua. Typo juga masih ada seperti di bagian epilog ada aku yang nyempil. ^^

Terakhir, seperti yang aku bilang di bagian endorsment, aku jarang ketawa kalau baca novel. Tapi, novel ini dengan sangat sadar aku sarankan. Walaupun mungkin LDR udah biasa, tapi jangan salah, novel ini menyuguhkan lebih daripada itu. ^^


Bukan soal siapa yang paling lama, siapa yang paling akrab, siapa yang paling perhatian. Tapi soal siapa yang datang dan enggak pergi. (Hal.149)

Senin, 01 Juni 2015

[Review] Teka-Teki Terakhir - Annisa Ihsani

Teka-Teki Terakhir

Penulis            : Annisa Ihsani
Editor              : Ayu Yudha
Desain sampul    : EorG
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit             : Maret 2014
Tebal               : 256 hlm.
ISBN               : 978-602-03-0298-0
Blurb:
Gosipnya, suami-istri Maxwell penyihir. Ada juga yang bilang pasangan itu ilmuwan gila. Tidak sedikit yang mengatakan mereka keluarga ningrat yang melarikan diri ke Littlewood. Hanya itu yang Laura tahu tentang tetangganya tersebut.

Dia tidak pernah menyangka kenyataan tentang mereka lebih misterius daripada yang digosipkan. Di balik pintu rumah putih di Jalan Eddington, ada sekumpulan teka-teki logika, paradoks membingungkan tentang tukang cukur, dan obsesi terhadap pernyataan matematika yang belum terpecahkan selama lebih dari tiga abad. Terlebih lagi, Laura tidak pernah menyangka akan menjadi bagian dari semua itu.

Tahun 1992, Laura berusia dua belas tahun, dan teka-teki terakhir mengubah hidupnya selamanya..
*
[Review] Misteri Patung Garam - Ruwi Meita

Misteri Patung Garam
Penulis: Ruwi Meita 
Editor: Sulung S. Hanum & Jia Effendie
Penyelaras akhir: Yuke Ratna P & Idha Umamah
Penata Letak: Wahyu Suwarni
Penyelaras akhir tata letak: Fajar Utami
Desainer Sampul: Amanta Nathania
Penerbit: Gagas Media
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal.: vi + 278 halaman
ISBN: 978-979-780-786-3
Blurb :

Seorang pianis ditemukan mati,
terduduk di depan pianonya, dengan bibir terjahit.
Bola matanya dirusak, meninggalkan lubang hitam yang amat mengerikan.
Rambut palsu merah panjang menutupi kepalanya.
Sementara, otak dan organ-organ tubuhnya telah dikeluarkan secara paksa.

Kulitnya memucat seputih garam.
Bukan, bukan seputih garam.
Tapi, seluruh tubuh sang pianis itu benar-benar dilumuri adonan garam.

Kiri Lamari, penyidik kasus ini,
terus-menerus dihantui lubang hitam mata sang pianis.
Mata yang seakan meminta pertolongan sambil terus bertanya,
kenapa aku mati? 
Mata yang mengingatkan Kiri Lamari akan mata ibunya.
Yang juga ia temukan tak bernyawa puluhan tahun lalu.

Garam? Kenapa garam?

Kiri Lamari belum menemukan jawabannya.
Sementara mayat tanpa organ yang dilumuri garam telah ditemukan kembali….

Dia sangat sadis. Dan, dia masih berkeliaran.

Selasa, 26 Mei 2015

[Side Story] The One #LoveCycle GagasMedia
Jadi, aku tertarik bikin cerita tambahan buat LIFTED UP #TIMMOVEON #LOVECYCLE! Aku mengambil sudut pandang Gilang, sahabat Raafi. Semua yang ada di bawah ini hanya murni pikiranku terhadap tokoh Gilang di LIFTED UP. 
Enjoy! ~~

Gambar diambil dari sini
*
Pernahkah kamu merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama? Pasti sebagian darimu akan menjawab pernah. Bahkan aku berani bertaruh, hal itu terjadi dalam hidupmu berkali-kali—saat kamu jatuh cinta lagi.
Namun, apakah kamu pernah merasakan saat melihat seseorang kamu yakin she’s the one? Satu-satunya orang yang akan menemani hidupmu sepanjang waktu. Orang yang akan bersamamu, berbagi suka dan duka hingga nanti kalian dipisahkan oleh maut.

Kamis, 21 Mei 2015

Menulis Berantai #TimMoveOn #2 - LIFTED UP
Sebelumnya:
LIFTED UP #1 : Abduraafi Adrian (@raafian) - [LIFTED UP 1]

Gambar diambil dari sini.

*

Aku segera menggeleng dengan keras, berusaha mengusir kejadian-kejadian buruk itu dari dalam kepalaku. Jika aku bisa meminta satu hal saat ini, aku hanya ingin semua hal itu terhapus dengan bersih. Tak tersisa sedikitpun di ingatan. 

Aku baru saja mengambil ponsel dari saku ketika menyadari wanita di hadapanku ini diam, menatapku lembut.

“Berhenti menatapku,” ucapku mengingatkannya. “Jika terlalu lama, kamu mungkin akan menyukaiku.”

Rabu, 21 Januari 2015

[Review] Hujanlah Lain Hari - Lindaisy
https://rantingkemuning.files.wordpress.com/2015/01/hujanlah-lain-hari.jpgPenulis   : Lindaisy (@shawolinda)
Bahasa    :  Indonesia
Penerbit :  Diva Press    
Jumlah Halaman : 356 Halaman
Blurb     :
“Yang ia tahu, saat bersama dengan laki-laki itu, ia tak perlu bersikap sok tegar, sok kuat, sok bisa, dan segala macam sok lainnya. Ia senang karena bisa menangis tanpa beban dan bertingkah konyol di depannya.”
***
Kedai ramyeon mempertemukan Shim Jangwoo pada Geum Janhwa, nona pemilik kedai. Dan, hujan malam itu memaksa Jangwoo untuk menemuinya lagi, untuk mengembalikan payung sang nona.

Sebuah kebetulan yang manis. Jangwoo yang tadinya penyanyi di klub malam malah banting setir menjadi pelayan di sana. Tidak hanya belajar membuat mi yang lezat, Jangwoo pun merasa perlu memahami karakter bosnya yang unik, juga gigih itu. Hingga, Jangwoo akhirnya tahu bahwa sosok sang bos ternyata memiliki keterkaitan dengan masa kecilnya.

Namun, sebuah peristiwa di apartemen Janhwa melempar Jangwoo pada posisi sulit. Ia dituduh sebagai otak pencurian dokumen penting milik Janhwa. Sayangnya, Janhwa memilih untuk tidak mempercayai Jangwoo. Dalam kondisi tak berdaya, Park Woohyun, laki-laki yang disukai Janhwa, memberi Jangwoo bantuan. Sebuah bantuan bersyarat yang menyusahkan Jangwoo.
 
 ***
 
 Akhirnya... Kesampaian buat review buku ini. ^^ Terima kasih kak Linda yang udah kasih buku ini (plus kata-kata penyemangatnya di halaman awal). Akhirnya novel ini lahir juga. :p ^^
 
Hujanlah lain hari menyajikan kisah manis Jangwoo dan Janhwa. Keduanya bertemu saat kecil karena ayah mereka yang berteman baik. Namun, tahun berlalu, banyak sekali yang telah berubah. Jangwoo membenci hujan, Janhwa menjadi gadis yang tertutup. Bermula dari sebuah kedai ramyun milih Janhwa, akhirnya mereka bertemu kembali. Perlahan namun pasti, Jangwoo mulai masuk ke dalam kehidupan Janghwa. Di lain sisi, terdapat Park Woohyun yang menjadi oppa bagi Janhwa. Bagaimana kisah selanjutnya? Temukan di dalam novel manis ini. ^^
 
Pernahkah kalian membayangkan saat membaca sebuah buku, tokoh-tokohnya berada dalam imajinasi kalian itu keluar dan ceritanya menjadi serupa film imajiner yang sedang kita tonton?

Begitulah perasaanku ketika membaca novel ini. Serupa menonton drama korea dengan 16 episode. :p Terlebih lagi, penggambaran karakternya sengaja dimirip-miripkan dengan artis korea sehingga kita mendapatkan gambaran utuh tentang karakter tersebut.

Dari segi cerita, Hujanlah Lain Hari mengusung ide yang sebenarnya biasa: tentang dua anak kecil yang bertemu dan masing masing membawa luka masa lalu kemudian bertemu kembali di dalam suasana yang tak terduga. Tampak biasa, bukan? Akan tetapi, dengan ide yang biasa tersebut, narasi yang detil dan dialog yang nggak bertele-tele ditambah efek Korea diramu menjadi sesuatu bacaan yang sedap sekali. 

Karakternya berkembang (walaupun nggak terlalu signifikan menurutku) mengikuti jalan cerita yang ditampilkan. Akan tetapi, pendalaman karakternya menurutku agak kurang. Masa lalu Jangwoo yang sedemikian ribet itu hanya diwakili dengan rasa sakit kepala saat hujan datang. Menurutku, efek psikologis yang diterimanya harusnya sangat besar dan mempengaruhi kehidupannya sampai dewasa. Kalau hanya digambarkan sakit kepala, hmm, terasa sia-sia saja masa lalu yang udah keren itu. :p

Karakter dari Janhwa sendiri aku lihat juga nggak terlalu dalam. Ia dikisahkan memiliki adik dan terjadi sesuatu. Akan tetapi, aku nggak merasa kehilangan itu. Kegalauannya juga nggak terasa. Jadi kayak ada yang berjarak. Karakter yang menonjol dan nggak terduga menurutku malah Park Woohyun. Aku suka dengan karakter ini karena setiap tindakan yang dia lakukan ada alasannya tersendiri. ^^

Dengan tebal 300 halaman lebih, novel ini juga terasa begitu panjang. Aku merasa bagian adik Janhwa (meskipun ini salah satu alasan mendekatkan Janhwa dan Jangwoo) nggak terlalu memberikan efek yang besar di jalan ceritanya. Menurutku, ya. :p Satu lagi, dengan tagline kedai ramyun, aku sih membayangkan ceritanya akan berpusat di dalam kedai itu, cara membuatnya, pelayanan tokohnya. Tapi, setting itu nggak terlalu tergali.
 
Yang menambah nilai plus lagi, novel ini banyak pesan moral yang tersirat. Membacanya kayak kita diberi cerita yang nggak sia-sia. Kita bisa mendapat pelajaran hidup melalui cerita tokoh-tokohnya. Ending yang diberikan, walaupun tertebak, tapi tetap sangat manis. (psst ada teru-teru bozu terbalik!) :")

Secara keseluruhan, aku suka novel ini. Walaupun ada typo-nya tapi tetap jadi bacaan yang menarik. Suka drama korea? Novel ini bisa jadi pilihan yang sangat baik. 

3.5 of 5 stars. :D
 
[Review] Gerbang Trinil - Riawani Elyta & Syila Fatar

Penulis: Riawani Elyta & Syila Fatar
Penyunting: Dyah Utami
Penerbit: Moka Media
Cetakan: Pertama, 2014
Jumlah hal.: vi + 296 halaman
Blurb:
Ia datang untuk mengungkap masa lalu.
Areta bukanlah gadis biasa.
Ia terobsesi pada fosil manusia purba Pithecanthropus erectus hingga suatu hari ia menemukan bahwa manusia purba itu belum punah.
Hanya untuk menemukan....
Penyelidikan Areta membawanya ke Trinil, Jawa Timur. Ia berusaha mencari kebenaran dan mengungkapkan rahasia yang disimpan neneknya. Namun rasa ingin tahu justru membawanya pada petualangan yang paling berbahaya.
Bahwa mereka datang untuk menghancurkan masa depan.
Bangsa Pithe bukan hanya kembali ke bumi. Mereka datang dengan misi untuk menguasai bumi dan menciptakan generasi baru di bumi, meski untuk itu manusia harus tersingkir dan punah.
Areta tak punya pilihan lain kecuali berjuang mati-matian. Karena sekarang, ini bukan hanya tentang nyawanya.
Ini tentang masa depan planet bumi.
 
***
Pertama kali baca judul novel ini, Gerbang Trinil, yang ada di dalam pikiranku: "Apa itu Trinil?" Nama Trinil begitu Indonesia dan asing di telinga. Setelah browsing ternyata Trinil adalah nama sebuah situs paleoantropologi di Indonesia yang menjadi tempat ditemukannya manusia purba Pitchechantropus erectus oleh Eugene Dubois (pengetahuan baru!) Dan karena hal itulah aku tertarik untuk membacanya.

Secara garis besar, novel ini menceritakan tentang seorang gadis pecinta fosil bernama Areta yang berhadapan langsung dengan kaum Pitche yang ingin menghancurkan Bumi. Kisah dimulai saat Areta mengunjungi neneknya yang berada di Trinil untuk tugas sekolah. Meskipun ia ditentang orang tuanya, Areta tetap saja pergi. Namun, setelah berada di sana, ia bertemu dengan rahasia yang disimpan neneknya sendiri.

Merasa masih ada yang janggal, ia memutuskan untuk kembali ke Trinil beberapa hari kemudian. Suatu malam, ia melihat sang nenek bersama beberapa orang mengitari sebuah 'gerbang' yang terbuat dari gading gajah. Ada cahaya yang muncul dari atas dan munculah sosok Pitche yang membawa Areta pergi dan mengklaim bahwa Areta adalah ratunya.

Mulai dari sini, petualangan Areta membebaskan diri dan menyelamatkan Bumi dimulai. :D

Pertama-tama, aku sangat suka dengan sampul buku ini! TOP! Sangat futuristik dengan embel-embel 'novel sci-fic' di atasnya. Sangat mencerminkan isi bukunya. Ide yang diambil juga sangat menarik karena mencerminkan unsur lokalitas sejarah Indonesia dan fantasi tentang alien. Cara bercerita antar plotnya juga mulus dan menjadi enak untuk dibaca. Suasana deskripsinya juga jelas sehingga kita dapat membayangkan gimana 'dunia alien' dan 'teknologi masa depan' yang ia punya. Nggak ribet dan cukup oke. Masih bisa diterima akal. :p

Karakter dari Areta sendiri menurutku berkembang dengan baik. Dari gadis yang 'cuek' terhadap orang lain, setelah diculik alien jadi suka bersosialisasi. Areta juga nggak dikisahkan sebagai cewek manja, cengeng, dan gampang putus asa. Ia brilian, punya banyak rencana dan cenderung pemberani. Ini juga yang aku suka. ^^

Akhir cerita yang diberikan pun nggak terlalu klise malah nggak tertebak menurutku. Not a bad ending. oh ya, ada ilustrasi yang membuat novel ini semakin menarik.

Yang membuatku sedikit kecewa adalah pengkarakteran tokoh lainnya. Hmm.. Karena cerita berpusat pada Areta maka emang wajar sih karakter Areta yang menonjol. Akan tetapi, karakter yang aku kira bakalan penting seperti Harry Dubois nggak dikasih porsi yang cukup di novel ini. Padahal seru tuh kalo Harry Dubois juga ikut petualangan Areta karena dia (dan ayahnya) yang pertama kali memberi petunjuk atas keberadaan Pitche. 

Selain itu juga, novel ini memiliki banyak typo. Agak mengganggu sih. Tapi, ya nggak apa-apalah karena ceritanya menarik.
Untuk bacaan fantasi-lokal (mengutip kata penulisnya) maka ini adalah awal yang sangat baik. Eksekusi dari idenya oke dan gaya berceritanya sangat cocok bagi kaum remaja. Aku sih sangat suka dan antusias dengan buku dengan tema seperti ini yang ditulis oleh orang Indonesia. Pokoknya, suka. ^^

4/5 bintang. :p

Rabu, 14 Januari 2015

[Review] Spora - Alkadri
Judul: Spora
Penulis: Ahmad Alkadri
Penerbit: Moka Media
Halaman: 238 halaman
Terbitan: Oktober 2014
Blurb :
Di suatu pagi, Alif menemukan sesosok mayat tergeletak di lapangan sekolahnya. Kepalanya pecah berkeping-keping. Sejak itulah, mimpi buruk Alif dimulai. Satu per satu orang di sekitar Alif jatuh menjadi korban, mati dalam kondisi mengenaskan tanpa diketahui penyebabnya. Polisi mulai melakukan penyelidikan dan mencurigai keterlibatan Alif. Bersamaan dengan itu, masa lalu Alif yang kelam datang untuk menghantuinya kembali.
Monster itu telah bangkit.
Dan ia takkan berhenti membunuh hingga manusia terakhir mati. 

*
Sebelumnya aku mau mengucapkan terima kasih terlebih dahulu untuk mbak Dyah Rinni dan tim MokaMedia untuk membiarkanku me-review novel Spora ini! ^^

Jadi, novel Spora ini tentang apa?

Kalau dari judulnya, Spora, pasti kebanyakan orang akan menebak bahwa ini ada hubungannya dengan jamur (karena jamur berkembang biak dengan cara menebarkan spora). Sebetulnya nggak salah. Novel ini menyajikan cerita jamur namun dengan kelas yang berbeda.

Cerita ini bermula ketika sang tokoh utama, Alif, yang menemukan seonggok mayat dengan kepala yang hancur berkeping-keping. Sejak saat itu, mayat demi mayat ia temukan dengan kondisi yang sama: kepalayang hancur berkeping-keping. Namun anehnya, selalu Alif yang menemukannya terlebih dahulu dan membuat polisi mulai curiga bahwa ia adalah pelakunya.

Jauh sebelum itu, sekelompok delegasi KIR sekolah baru pulang dari hutan tropis Brazil untuk menghadiri sebuah konferensi ilmiah. Nyatanya, ada beberapa orang dari mereka membawa sebuah jamur jahat. Jamur yang pelan-pelan menyebarkan teror satu sekolah.

So, bagaimana nasib Alif selanjutnya?

Sejujurnya, aku bukan penggemar bacaan horor. Aku lebih menikmati bacaan dengan genre thriller yang semua kejadian dapat dijelaskan dengan logika atau ilmiah. Tapi, hal yang membuatku tertarik membaca novel ini adalah sampul dan embel-embel KIR.  Sampulnya sangat menarik dan aku adalah anggota KIR. Jadi, penasaran bagaimana penulis mengolah ceritanya. :D

Secara garis besar, aku cukup menikmati alur cerita yang disajikan dalam novel ini. Idenya menarik tentang jamur yang membuat Anda menjadi zombie. Akan tetapi, awal-awal cerita terasa begitu lambat dan efek 'horor'-nya itu baru aku temukan di pertengahan cerita. Selain itu juga, idenya walau menarik tampak tidak tereksekusi dengan baik. Aku tahu bahwa jamur yang dipakai dalam novel ini adalah fiksi. Akan tetapi, fakta bahwa jamur itu dapat mengendalikan pikiran, mengetahui segala hal yang terjadi, bahkan memanipulasi mimpi... agak kurang bisa diterima logikaku. Mungkin akan lebih baik jika jamur tersebut dibuat hanya seperti monster beneran. Nggak manusiawi. Hobinya memangsa dengan memakan kepala korbannya? Aku rasa ini akan lebih mencekam.

Dan juga, dengan tebal hampir 240 halaman, aku menyayangkan karakter Alif tidak tergali dengan cukup baik. Padahal masa lalunya sangat menarik untuk ditelisik dan dijadikan pondasi cerita yang lebih kuat dibanding dengan apa yang telah tersaji. Alasan Alif 'susah' untuk terkontaminasi pun terkesan 'oh gitu saja?'. Jika ada penjelasan 'ilmiah' yang mampu dijelaskan penulis (walaupun fiksi) mengenai hubungan tersebut, aku yakin ceritanya akan lebih masuk akal dan menarik. Untuk itulah aku lebih suka karakter Alif dibuat jadi anggota KIR saja agar dapat dipandang dari kacamata yang logis dan ilmiah. :p

Akhir dari novel ini cukup baik. Walaupun nggak semuanya clear seperti motivasi oknum yang membawa jamur itu ke sekolah, akan tetapi cukup memberikan gambaran tentang teka-teki teror jamur tersebut di sekolah. Selain itu juga, pesan-pesan moral yang disamarkan dalam novel ini cukup mampu diterima dengan baik buatku.

Satu nilai plus dari novel ini adalah dongengnya. Jika itu adalah dongeng yang dibuat oleh penulis sendiri, aku sangat salut. Bagiku, nggak mudah menciptakan dongeng yang menarik. Akan tetapi, penulis berhasil membuatnya. Jikalau dongeng itu dibuat oleh orang lain, maka aku tetap salut dengan penulis karena mampu membuat cerita yang relevan dengan dongeng tersebut.

Secara keseluruhan, untuk label novel horor remaja, Spora merupakan novel yang cukup memuaskan. Meskipun ada beberapa bagian yang kurang, akan tetapi, Spora mampu menjadi bacaan yang menarik dan membuatku tak bisa berhenti membaca sampai lembar terakhir. Untuk itulah, aku menantikan buku Alkadri selanjutnya! ^^

P.S Buat Spora 2 gitu... :p

3/5 Bintang. :D