Jumat, 24 Juli 2015

[CeriteraJuli] - Kenang-Kenangan Bernama Kenangan
Karena libur lebaran, cerita ini jadi terhambat juga. :( Jadi, Promp kelima dari @kampungfiksi adalah kenangan. Hmm... Jadi, bikin ini aja. Semoga menikmati. ^^

*
Gambar diambil dari sini

*

#5 Kenang-Kenangan bernama Kenangan

Kai


Kau tahu apa yang terjadi pada seseorang yang kemarin main hujan-hujanan sepanjang jalan menuju rumah?
Flu.
Kuulangi, flu.
Sepanjang hari kemarin, aku hanya bisa meringkuk di balik selimut, menonton siaran berita di televisi, dan akhirnya tertidur. Dan pagi harinya, aku bangun masih dengan kepala pening. Dalam hati aku mengutuki tentang insiden payung hitam dan perempuan kerdil kemarin.

Rabu, 15 Juli 2015

[CeriteraJuli] - Cerita tentang Kupu-Kupu dan Gelembung Soda
Promp keempat yang diberikan oleh @kampungfiksi adalah Romantis. Awalnya aku bingung mau bikin ceritanya gimana. Tapi, akhirnya bikin ini. Semoga masih sesuai sama cerita awal. :")
Selamat menikmati. ^^

*
Gambar diambil dari sini
*

#4 Cerita tentang Kupu-Kupu dan Gelembung Soda

Rae

Kata film Forest Gump, “Life was like a box of chocolates. You never know what you’re gonna get.” Film itu sudah kutonton puluhan kali bersama Bunda, tapi aku masih tetap suka. Kini, aku mengerti maksud dari perkataan Forest Gump tersebut. Hidup selalu penuh dengan kejutan. Dan kejutan kali ini datang dari laki-laki ‘beruntung’ bernama Kaisar Anggala.
[CeriteraJuli] - Yang Diinginkan dan Yang Tak Diinginkan
Jadi, ini adalah cerita ketiga. Semoga tetap konsisten. :") Cerita ini diambil dari promp hari ketiga @kampungfiksi yaitu Doa. Semoga suka, ya.
Jangan lupa tinggalkan komentar. ^^
*
Gambar diambil dari sini
*

#3 Yang Diinginkan dan Yang Tak Diinginkan

Kai

Di dunia ini, ada beberapa hal yang kubenci. Pertama dan yang paling utama adalah perayaan ulang tahun. Kedua, semua hal yang berjalan tak sesuai dengan rencanaku. Dan ketiga, orang-orang yang mengatakan diri mereka adalah jurnalis.

Selasa, 14 Juli 2015

[#CeriteraJuli] - Di Balik Lensa Kamera Canon FTB QL
Promp kedua dari @kampungfiksi adalah Kamera! Selamat menikmati, ya. Semoga suka. 
Jangan lupa kirim kesan pesan di kolom komentar! ^^

*
gambar diambil dari sini
*

#2 Di Balik Lensa Kamera Canon FTB QL

Rae

Bulan masih menggantung di langit timur, tapi aku sudah duduk di tempat tidur. Sepanjang malam tadi, sejujurnya aku tidak bisa tidur. Pikiranku sibuk melayang-layang tentang hari ini, hari dengan sejarah baru yang akan kutorehkan dalam hidupku.
[#CeriteraJuli] - Rahasia di Pertigaan
Hari ini, tanggal 14 Juli, aku baru tahu kalau akun @kampungfiksi ngadain sebuah event bernama #CeriteraJuli. Jadi, mereka kasih PROMP yang harus kita kembangin jadi cerita. Sebenarnya hal ini sudah berjalan dari tanggal 1 Juli. Dan sudah banyak yang bikin cerita pendek tiap PROMP atau digabungun. Berhubung aku baru tahu hari ini, aku memutuskan untuk menulis dari PROMP awal. Dan karena sudah ada 14 PROMP ang keluar, aku kepikiran jadi sebuah cerita panjang. Jadi, ini adalah hari cerita pertama dengan promp Rahasia. 
Selamat menikmati. 
*

gambar diambil dari sini

#1 Rahasia di Pertigaan

“Kapan kau berhenti menggangguku?”
Pertanyaan itu terlontar dari bibir laki-laki itu di satu siang yang terik. Ia baru saja keluar dari sekolah, berjalan kaki menuju rumah yang hanya terletak beberapa blok dari sekolah.

Kamis, 02 Juli 2015

Terus Bergegas - Gagasmedia
Halo~~~ 
Jadi, untuk memeriahkan ulang tahun Gagasmedia yang ke-12, Gagasmedia mengadakan Kado untuk Blogger (lagi!). Gagas memberikan 12 pertanyaan yang harus dijawab. Dan aku ikutan. Hahahaha. 

So, here we go....

Sebutkan 12 buku yang paling berkesan setelah kamu membacanya!

Memilih 12 buku paling berkesan setelah membacanya itu sangat sulit. Karena menurutku, semua buku itu punya kesannya masing-masing. Setelah berdebat cukup panjang dengan diri sendiri, akhirnya aku menyusun daftar seperti yang terlihat di bawah ini: 

1. Let Go - Windhy Puspitadewi
2. Joker - Valiant Budi Yogi
3. Sabtu Bersama Bapak - Adithya Mulya
4. London - Windry Ramadhina
5. Rectoverso - Dee Lestari
6. Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh - Dee Lestari
7. Rumah Lebah - Ruwi Meita
8. Morning Light - Windhy Puspitadewi
9. Harry Potter and The Deathly Hollows - J.K. Rowling
10. Girls in The Dark - Akiyoshi Rikako
11. Menuju(h) - Aan Syafrani, dkk.
12. Interlude - Windry Ramadhina

Alasan memilih buku-buku itu bermacam-macam. Tapi, kebanyakan karena aku merasa temanya yang unik, terasa langsung di hati, serta membuat pengin baca dan baca lagi! ^^

Buku apa yang pernah membuatmu menangis?

Nggak ada, sih. Kalau cuma yang berkaca-kaca ada dua:

Sabtu Bersama Bapak - Adhitya Mulya
Aku merasakan ketulusan seorang Bapak dalam cerita ini. Dan halaman-halaman terakhir, mataku cukup dibuat berkaca-kaca. Semenjak baca ini, aku bertekad untuk jadi seseorang yang kayak Bapak. :")

Let Go - Windhy Puspitadewi
Perasaan seorang Caraka, ketulusan Nathan, persahabatan dengan Nadia dan Sarah menyatu. Apalagi finale di ending-nya membuat, yaaa, cukup berkaca-kaca. *ambil tisu*

[Review] Flip-Flop - Rido Arbain dan Ratna Rara


Judul       : Flip-Flop
Penulis     : Rido Arbain & Ratna Rara
Penerbit : Elex Media
Tebal        : 213 hlm
Terbit        : Juni 2015
Blurb         :
Dia bahkan belum selangkah pun keluar dari kota ini, tapi rinduku terlalu bandel untuk diberi tahu.
Perubahan yang cepat membuat kita kalah. Jarak yang lebar membuat kita jengah. Aku tak lagi yakin, kita adalah aku dan kamu. Tapi, aku, kamu, jarak, juga dia.
Kenapa kamu menyerah?

*

Sejujurnya, novel semacam Flip-Flop bukanlah seleraku. Not a cup of my tea. Berawal karena aku kenal penulisnya, makanya aku membaca novel ini saat masih menjadi draft. Dan ternyata, aku menemui diriku yang suka dengan gaya berceritanya.

Mengisahkan tentang sepasang kekasih yang harus terpisah oleh jarak karena harus LDR-an untuk kuliah, Anggun dan Bobby. Mereka menghadapi musuh sejuta umat dalam LDR--kepercayaan dan waktu. Disajikan dengan dua sudut pandang antara Bobby dan Anggun, semuanya jadi tampak menarik dengan diselingi jokes-jokes unik yang nggak jorok (catat ini penting!).

Poin plus dari novel ini adalah tema dan gaya berceritanya. Tema LDR memang terkesan biasa belakangan ini, namun ada sub-plot menarik lain yang membungkusnya jadi sesuatu yang beda. Gaya bercerita Rido dan Rara memang dua gaya bercerita yang berbeda, Rido dengan kelucuan yang segar dan Rara yang mengambil alih plot seriusnya. Good job! ^^

Karakternya pun dibuat believe-able. Nggak sempurna. Jadi dekat dengan keadaan sosial sekarang. Bobby yang kurang-ganteng-dan-nggak-jago-basket, serta Anggun, idola-sekolah-tapi-bukan-lagi. Semuanya relate sama remaja sih.

Poin minus dari novel ini mungkin hanya masalah teknis. Novel ini dibagi menjadi 4 bagian--meski aku nggak tahu fungsi pembagian ini karena apa (mungkin menghindari dua bab dari satu sudut pandang yang berimpitan). Kalaupun mau dibagi 4 bagian, aku merasa part Bobby di masa SMA dapat jadi part pertama, lalu untuk masa sekarang lanjut part dua. Typo juga masih ada seperti di bagian epilog ada aku yang nyempil. ^^

Terakhir, seperti yang aku bilang di bagian endorsment, aku jarang ketawa kalau baca novel. Tapi, novel ini dengan sangat sadar aku sarankan. Walaupun mungkin LDR udah biasa, tapi jangan salah, novel ini menyuguhkan lebih daripada itu. ^^


Bukan soal siapa yang paling lama, siapa yang paling akrab, siapa yang paling perhatian. Tapi soal siapa yang datang dan enggak pergi. (Hal.149)